Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Rumah Ambruk di Gatot Subroto Banjarmasin, Pemkot Wajib Evaluasi Pengawasan

- Apahabar.com     Selasa, 23 November 2021 - 15:24 WITA

Rumah Ambruk di Gatot Subroto Banjarmasin, Pemkot Wajib Evaluasi Pengawasan

Rumah ambruk di Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin. Foto-Tangkapan Layar

apahabar.com, BANJARMASIN – Insiden ambruknya rumah di Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin harus menjadi pelajaran.

Ada kemungkinan peristiwa itu juga dipengaruhi oleh struktur bangunan yang tidak sesuai dengan struktur tanah di Banjarmasin yang lembek.

Ketua DPP Ikatan Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (Intakindo) Kalsel, Nanda Febryan Pratamajaya, menyebut tanah rawa di Banjarmasin memang berbeda dibandingkan kebanyakan daerah lain di Indonesia.

“Sehingga mesti ada perlakuan khusus untuk struktur bangunannya, baik (bawah) pondasi maupun atas,” ucapnya saat dihubungi apahabar.com, Selasa (23/11).

Untuk mendirikan bangunan di Banjarmasin, Nanda menyarankan masyarakat untuk meminta jasa seorang ahli atau profesional.

Nanda menekankan administrasi soal persetujuan bangunan gedung (PBG) mesti dipenuhi masyarakat sebelum mendirikan atau melakukan rehabilitasi bangunan.

Untuk bangunan sederhana, lanjut dia, mesti ada rekomendasi prototipe dari Dinas Pelayanan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat.

Sementara bangunan yang tidak sederhana, tentu harus ada campur tangan arsitek atau ahli.

“Untuk menghitung struktur bangunannya agar aman,” tekan Nanda.

Di sisi lain, melihat kasus rumah ambruk di Gatot Subroto ini, Pemkot Banjarmasin diminta untuk melalukan evaluasi terhadap sistem perizinan, baik bangunan baru maupun lama yang dikembangkan.

Dia meminta pemerintah memperketat pengawasan dan harus ada mekanisme laporan. Apalagi jika ada rumah yang melakukan rehabilitasi seperti penambahan jumlah lantai atau struktur.

“Misal mulanya bangunan satu lantai, tiba-tiba pemilik ingin menambah menjadi dua lantai. Nah, bila tidak ada IMB-nya itu termasuk pelanggaran,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Agustus, RSUD Sultan Suriansyah Sudah Beroperasi Layani Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Kesaksian Korban Kebakaran di Jalan Veteran, Api Diduga dari Dapur
KPK

Kalsel

OTT Amuntai, Giliran Orang Dekat Bupati HSU Diperiksa KPK
apahabar.com

Kalsel

Atraksi Kuntau Siap Tampil di Harjad Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Update Kondisi Pengidap Covid-19 di Kalsel 6 April, Simak Rinciannya
apahabar.com

Kalsel

Nasib Mahendra, Pemuda Banjarmasin yang Maki Polisi ‘Monyet’ Usai Ditilang

Kalsel

Duh, Kasus Positif Covid-19 di Kalsel Naik 75,9 Persen dalam Sepekan
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Buruk Ancam Distribusi Gas dan BBM ke Kalimantan Selatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com