Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Saif, Putra Muammar Gaddafi Maju Jadi Capres Libya

- Apahabar.com     Minggu, 14 November 2021 - 22:34 WITA

Saif, Putra Muammar Gaddafi Maju Jadi Capres Libya

Saif, putra Muammar Gaddafi maju jadi Capres Libya. Foto-Antara

apahabar.com, TRIPOLI – Saif al-Islam al-Gaddafi, putra mantan pemimpin Libya Muammar al-Gaddafi, mendaftarkan diri sebagai calon presiden, Minggu (14/11).

Saif bakal bertarung dengan kandidat kuat di pemilihan 24 Desember nanti.

Demikian, kata pejabat komisi pemilihan seperti dilansir reteurs, Minggu.

Tokoh-tokoh lain yang diperkirakan akan bersaing sebagai capres adalah komandan militer wilayah timur, Khalifa Haftar, Perdana Menteri Abdulhamid al-Dbeibah, dan ketua parlemen Aguila Saleh.

Saif adalah salah satu sosok terkemuka yang memang sudah diperkirakan akan mencalonkan diri sebagai presiden.

Foto-foto yang diedarkan di media sosial memperlihatkan Saif, dengan mengenakan pakaian tradisional, menandatangani dokumen di pusat pendaftaran di Sebha, kota di barat daya.

Kendati faksi-faksi di Libya dan negara-negara asing mendukung pemilihan pada 24 Desember, penyelenggaraan pemungutan suara masih diragukan karena pihak-pihak yang bersaing belum menyepakati aturan dan jadwal.

Sebuah konferensi di Paris pada Jumat (12/11) menyetujui pemberian sanksi bagi siapa pun yang mengganggu atau mencegah penyelenggaraan pemungutan suara.

Saif kemungkinan akan mengandalkan kenangan pada era sebelum pemberontakan, yang didukung NATO, terjadi pada 2011.

Pemberontakan itu membuat ayahnya terdepak dari kekuasaan serta menyebabkan negara itu jatuh ke jurang kekacauan dan kekerasan selama satu dekade.

Namun, kata para analis, Saif kemungkinan tidak akan memimpin posisi dalam pencalonan.

Era Gaddafi masih dikenang oleh sebagian rakyat Libya sebagai masa kepemimpinan diktator.

Saif al-Islam sendiri, juga tokoh-tokoh rezim sebelumnya, sudah sekian lama berada di luar lingkaran kekuasaan. Karena itu, mereka mungkin akan sulit mendapat dukungan kuat untuk menjadi pesaing utama dalam pemilihan.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Global

Tsunami Jepang, Warga Pesisir Lari ke Tempat Tinggi
Dua Presiden Negara

Global

Turunkan Ketegangan, Dua Presiden Negara Ekonomi Terbesar Dunia Bicara Lewat Video
apahabar.com

Global

Putin: Pemimpin Ukraina Dalangi Bentrok Angkatan Laut
Malaysia

Global

Usai Putuskan Hubungan Diplomatik, Diplomat Korut Diusir dari Malaysia
apahabar.com

Global

Nasa akan Siaran Langsung dari Mars 27 November Nanti  
Militer Israel

Global

Cegah Ancaman, Militer Israel Buat Radar Anti-Drone Iran

Global

China Banjir, Kereta Bawah Tanah Terendam
apahabar.com

Global

Robot Penjelajah China Bersiap Mendarat di Titik Terjauh Bulan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com