Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Selain Bahas APBD 2022, Dewan Ingatkan Deadline Modal Inti Bank Kalsel

- Apahabar.com     Senin, 22 November 2021 - 22:30 WITA

Selain Bahas APBD 2022, Dewan Ingatkan Deadline Modal Inti Bank Kalsel

Anggota DPRD Kalsel, Imam Suprastowo. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Tak hanya bahas finalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022, Dewan juga ingatkan Pemprov soal ambang waktu yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal modal Inti Rp3 Triliun untuk Bank Kalsel.

Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalsel, Imam Suparstowo mengatakan, Bank Kalsel bisa jadi Bank Perkreditan Rakyat kalau modal itu tak ditambah pemilik saham. Artinya, karena statusnya, Bank Kalsel tak lagi jadi kepercayaan pemerintah untuk transfer dana pusat.

Hal itu pastinya akan merugikan, Bank Kalsel adalah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang juga besar menambah APBD per tahun.

“Karena risiko yang cukup tinggi jika modal intinya tak dipenuhi hingga Desember 2024,” kata Imam disela rapat finalisasi APBD di Aula H M Ismail Abdullah, Sekretariat DPRD Kalsel, Senin (22/11) siang.

Sebelumnya, Direksi Bank Kalsel pernah ngadu hal itu ke DPRD Kalsel. Di ruang rapat sama, Bank Kalsel dan OJK telah membahas skenario yang bakal dilakukan untuk modal inti.

Merek berencana memutar keuntungan para pemilik modal, dijadikan asupan modal inti ke depan.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, Roy Rizali Anwar mengingatkan pihaknya, sebagai pemilik saham terbanyak, setuju dengan usulan tersebut.

Menurutnya upaya itu bakal meningkat modal inti yang nantinya akan memperkuat Keuangan Bank Kalsel.

“Jadi kalau modal inti minimum tidak ditingkatkan, maka status Bank Kalsel akan berubah menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR),” jelasnya

Sebelumnya, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel juga menganjurkan supaya Bank Kalsel ikut meningkat kinerja untuk penambahan modal tersebut.

Menurutnya, jika kinerja meningkat otomatis Pendapatan akan ikut menikmati secara langsung akan mempengaruhi penyertaan modal inti Bank.

“Kinerjanya juga ditingkatkan,” kata Agus Dianoor.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

DPRD Kalsel

Penghujung Massa Jabatan, DPRD Kalsel Incar Kunjungan Kerja ke Luar Negeri

DPRD Kalsel

Warga Kalsel Wajib Tahu Manfaat Perda Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
apahabar.com

DPRD Kalsel

Kapolda Bersama Ketua DPRD Kalsel, Ini yang Dibicarakan
apahabar.com

DPRD Kalsel

Sekretariat DPRD Kalsel Bagikan Puluhan Paket Sembako Kepada Warga Miskin
apahabar.com

DPRD Kalsel

‘Ditalak’ Batola, Komisi IV Sindir BPJS Cari Untung Semata
Sosper

DPRD Kalsel

Paman Yani Bicarakan Perda Retribusi Jasa Usaha di Tanbu
apahabar.com

DPRD Kalsel

Reses Anggota DPRD Kalsel Ungkap Fakta Pelajar SMA Kotabaru Sekolah ke Kaltim

DPRD Kalsel

Yani Helmi Ingatkan Warga Pesisir di Kalsel Perda Zonasi Wilayah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com