Tanpa Naturalisasi, Berikut Pemain Tambahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Kartu Prakerja Lanjut di 2022, Anggaran Rp 11 Triliun Disiapkan Nyangkut Jembatan Lagi, Damkar Banjar Turun Tangan Atasi Rumpun Bambu Longsor Kotabaru Tewaskan 4 Warga Maradapan, Cek Faktanya Korupsi Eks Bupati HST: KPK Periksa Pejabat Bank Kalsel

Sering Banjir, Warga Desa Kaladan dan Mampari Minta Peninggian Siring Sungai

- Apahabar.com     Minggu, 21 November 2021 - 20:50 WITA

Sering Banjir, Warga Desa Kaladan dan Mampari Minta Peninggian Siring Sungai

Pintu air yang dianggap warga menghalangi aliran air di sungai Mampari. Foto-Istimewa

apahabar.com, PARINGIN – Di tengah hujan lebat yang melanda Kabupaten Balangan beberapa waktu lalu, menyebabkan air sungai meluap.

Kondisi itu terjadi di RT 13 Kaladan, Kecamatan Paringin Selatan dan RT 04 Mampari, Kelurahan Batupiring, Kacamatan Batumandi.

Debit air sungai di Sungai Kaladan meluap dan mencapai permukaan ketika hujan dengan durasi yang cukup lama.

Kondisi luapan air sungai inilah yang sebelumnya menyebabkan sebagian halaman warga di Kaladan dan Mampari sempat terendam.

Pada sungai tersebut ada dua pintu air yang dimanfaatkan sebagai pengatur air sungai. Namun rupanya, fungsi pintu air tidak maksimal, dikarenakan penempatannya yang dianggap kurang tinggi.

Ketua RT 13, Kaladan, Arhadi pada apahabar.com memperlihatkan secara langsung kondisi pintu air yang dianggap tidak berfungsi maksimal. Rendahnya jangkauan pintu air tersebut malah menahan air yang menyebabkan semakin cepat luapan terjadi.

Rendahnya siring pada kawasan sungai yang dibuat oleh Pemerintah Daerah juga menjadi salah satu penyebab air masih meluap.

Padahal, kata Arhadi, apabila lebih tinggi, kemungkinan luapan air sungai ke permukiman penduduk menjadi lebih kecil.

“Kami hanya berharap pemerintah daerah meninggikan siring yang pernah dibuat dan membangun siring di bantaran sungai sebagai penahan air,” ucap Arhadi Minggu (21/11).

Diterangkan Arhadi pula, RT 13 wilayah Kaladan memang setiap tahun terdampak luapan air sungai.

“Beberapa waktu lalu, pernah ada program normalisasi sungai menggunakan sistem pengerukan, namun hal itu belum juga berfungsi. Luapan air masih terjadi. Kalau bisa, warga juga tidak ingin lagi ada pengerukan air sungai, karena berdampak pada sulitnya pengairan sawah dan lahan warga,” ungkapnya.

Sementara itu, Gitir warga Mampari RT 04, Kecamatan Batumandi, Kabupaten Balangan juga mengatakan keinginan yang sama dengan Arhadi, yakni meminta siring sungai ditinggikan.

“Semoga pemerintah bisa mengatasi masalah air sungai yang meluap ke halaman rumah warga ketika hujan deras, misalnya meninggikan siring di sungai,” harapnya.

Siring Sungai

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tabalong

Hari Bhakti Adhiyaksa ke-60, Kajari Tabalong: Terus Bergerak dan berkarya
Anang Syakhfiani

Tabalong

Peringati Hari Jadi Kabupaten Tabalong ke 56, Anang Syakhfiani Ziarah ke Makam Bupati Terdahulu

Tabalong

Tolak Anjuran Disnaker Tabalong, Karyawan SIS Admo Siapkan Gugatan ke PHI

Tabalong

BUMDes Mati Suri, BPD Murung Karangan Desak Inspektorat Tabalong Lakukan Audit
Formasi CPNS

Pemkab Tabalong

Usulan Formasi CPNS dan PPPK di Tabalong, Guru SD Mendominasi
Hantu Ketok Pintu

Tabalong

Heboh Hantu Ketok Pintu Rumah Warga Tabalong, Polisi Pastikan Hoax!
Gubernur Kalsel Monitoring

Tabalong

Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi, Gubernur Kalsel Monitoring di Covid Center Tabalong

Kalsel

KPU Tabalong Akan Laksanakan Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com