Persiba Cuci Gudang, Coret Tujuh Pemain Jelang Delapan Besar Liga 2 Paman Birin Minta Wali Kota dan Bupati Maksimalkan Serapan Anggaran 2022 Kasus Covid-19 di 21 Daerah Naik, Pemerintah Meminta Masyarakat Tetap Waspada Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Petir Berpotensi Melanda Hampir Seluruh Wilayah! Truk Terguling di A Yani Banjarmasin, Satu Orang Tewas

Sidang Praperadilan Kasus Pencabulan di Balikpapan Tinggal Menunggu Putusan

- Apahabar.com     Senin, 22 November 2021 - 21:17 WITA

Sidang Praperadilan Kasus Pencabulan di Balikpapan Tinggal Menunggu Putusan

Suasana sidang lanjutan kasus pencabulan di Pengadilan Negeri Balikpapan sore tadi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Kasus pencabulan di Balikpapan yang sempat tidak berproses selama 1 tahun 3 bulan akhirnya memasuki tahap akhir. Setelah sidang pra peradilan tahap pertama minggu lalu, sore tadi sidang pun berlanjut.

Dalam sidang ini, pemohon dari pihak tersangka dan termohon dalam hal ini Polda Kaltim saling melemparkan bantahan dan jawabannya.

Saat sidang tadi, Polda Kaltim melalui Kasubdit VI Renakta I Made Subudi menyatakan jika pihaknya sudah menjalani pemeriksaan dan penyelidikan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Sekaligus menjawab tuduhan dari pengacara pelaku yang menyebut polisi melakukan tindakan mal-prosedur.

“Intinya semua itu sudah dibantah oleh kuasa hukum kami (Polda Kaltim),” kata Subudi, usai sidang sore tadi, Senin (22/11).

Selain itu Subudi mengatakan, jika kasus ini berhasil dimenangkan oleh Polda Kaltim, maka pihaknya akan segera melanjutkan proses pemeriksaan, dengan melayangkan surat panggilan kedua terhadap tersangka.

Sebelumnya, polisi sudah melayangkan surat pemanggilan pertama sebelum menerima panggilan sidang praperadilan.

Ia menegaskan, jika pelaku kembali menolak panggilan ini maka polisi yang akan melakukan penjemputan.

“Intinya kami akan lanjutkan pemeriksaan sebagai tersangka, menyurati kembali, kalau tak diindahkan kami yang akan bawa,” tegasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum tersangka Suen Redy Nababan optimis jika masukan dari pihaknya di pengadilan yang akan diterima hakim. Pasalnya, satu fakta mengenai barang bukti seprai yang terdapat cairan mani tersangka, disebutnya tak ada hasil berita acara dari Laboratoris kriminalistik Jawa Timur. Hal inilah, kata dia, yang menjadi dasar bahwa penyidik sudah melakukan mal prosedur.

Belum lagi, keterangan mengenai kejadian kasus ini yang disebutkan terjadi pada akhir 2019. Suen mempertanyakan kembali soal seprei yang diambil penyidik pada bulan Maret 2020 lalu.

“Ini sudah tidak sesuai, seprai diambil di bulan Maret dan baru dilaporkan di bulan Juli 2021. Kenapa? Jeda waktunya sampai 4 bulan,” herannya.

Selain itu, lanjutnya, penetapan tersangka pun tak melalui proses penyelidikan. Penyitaan tersebut diselaraskan dengan pernyataan ahli jika penyelidikan harus lebih dulu dilakukan sebelum penyidikan.

“Itu juga penyitaan berita acara dilakukan pada 21 Oktober sedangkan barang bukti disita di bulan Maret,” tambahnya.

Hingga kini Suen bersikeras jika penetapan tersangka terhadap kliennya tak berdasar.

Sementara itu Kuasa Hukum korban yakni Siti Sapurah atau yang kerab dipanggil Ipung ini dengan tegas membantah semua pernyataan kuasa hukum tersangka. Ia bahkan terheran-heran barang bukti seprei justru menjadi polemik panjang.

Ipung menegaskan jika kasus ini dilaporkan pada 1 Juli 2020, yang di mana artinya penyelidikan dimulai setelah masuknya laporan. Pernyataan tak berdasar jika polisi mengambil barang bukti itu di bulan Maret justru menjadi pertanyaan balik Ipung kepada pengacara tersangka. Bahkan, soal hasil laboratorium forensik sperma dengan jelas merujuk kepada tersangka.

“Banyak hal yang dipertanyakan oleh kuasa hukum tersangka ini bisa terjawab semua dengan mudah,” ungkapnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kaltim

Kebijakan Larangan Mudik, Jalan Tol Balsam Tetap Beroperasi

Kaltim

Hari Pertama Dibuka, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Ramai
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Siapkan Ribuan Armada, Antisipasi Lonjakan Arus Mudik
Longsor

Kaltim

Hujan Deras, Satu Rumah di Balikpapan Dihantam Longsor

Kaltim

2 Persen Kendaraan Putar Balik di Pos Penyekatan Perbatasan Kaltim

Kaltim

Polresta Samarinda Gelar Operasi Zebra Mahakam 2021, Simpatik dan Humanis

Kaltim

Breaking News! Buronan Kalsel Akhirnya Ditangkap di PPU Kaltim
TNI AL Balikpapan

Kaltim

Takut Disuntik, Pangkalan TNI AL Balikpapan Jemput Warga untuk Divaksin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com