Setahun 2 Kali Kalsel Darurat Banjir, Jangan Melulu Salahkan Cuaca Sulitnya Mengungkap Perampokan Bersenpi Bos Emas Paramasan Polisi Tetapkan Mantan Pacar Pelaku Investasi Bodong Balikpapan Tersangka Kalsel Banjir, PLN Gerak Cepat Nonaktifkan Ratusan Gardu Listrik Sikapi Putusan MK, Jokowi Tegaskan Revisi UU Cipta Kerja Secepatnya

SPIP Dinilai Penting Diterapkan di Kalsel, Deteksi Resiko Virus hingga Pandemi

- Apahabar.com     Selasa, 9 November 2021 - 11:19 WITA

SPIP Dinilai Penting Diterapkan di Kalsel, Deteksi Resiko Virus hingga Pandemi

Sekretaris Utama BKKBN Tavif Agus Riyanto Sebut SPIP penting diterapkan di Kalsel. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Keberadaan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) dinilai sangat penting untuk mendeteksi resiko, terutama Covid-19.

Program SPIP milik Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini dievaluasi pelaksanaannya di Aula BKKBN Kalsel, Selasa (9/11).

“Dulu kita tidak mendeteksi adanya Covid-19, tiba tiba ada Covid-19. Nah, jika kita sudah mitigasi, mestinya kita punya cara dalam program bisa dilaksanakan dan kemudian oktan-nya bisa diwujudkan,” ujar Sekretaris Utama BKKBN Tavif Agus Riyanto.

Menurutnya program SPIP ini bukan berdiri secara mandiri, tetapi berhubungan dengan akuntabilitas. Jika dalam kalangan pemerintah, kata dia, lebih dikenal dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Selain itu, SPIP juga berhubungan dengan reformasi birokrasi yang di antaranya terdiri dari kelembagaan, penyederhanaan aturan dan mewujudkan efektifitas kinerja.

“Kalau ditanya seberapa penting? Menurut kami ya penting,” tegasnya.

Fungsi SPIP, lanjut dia, untuk mencegah dan mengantisipasi adanya potensi korupsi dalam suatu lembaga pemerintah.

“Karena kalau itu apa yang kita belanjakan uang rakyat tapi tidak tercapai tujuan, maka pertama disebut ada pemborosan penggunaan uang rakyat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Kalsel Ramlan menilai bahwa evaluasi pelaksanaan SPIP merupakan langkah strategis untuk memberikan komitmen terhadap pimpinan.

Selain itu, keberadaan SPIP untuk membuat BKKBN Kalsel patuh kepada Undang Undang (UU) yang berlaku, sehingga menghindari resiko korupsi.

“Nilai SPIP kita saat ini 3,25. Semoga kedepan bisa naik untuk melampaui target 3,57,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Aplikasi SIPS, Cara Mudah Lapor Sengketa Pilkada 2020
apahabar.com

Kalsel

Alat Timbang Milik PT Bumi Jaya di Tabalong Ditera Ulang
PT Silo Kotabaru

Kalsel

Mess hingga Tempat Karaoke Ludes, PT Silo Kotabaru Rugi Ratusan Juta!
apahabar.com

Kalsel

U-Turn Maut Guntung Manggis, Polisi Terapkan Kebijakan Diversi
apahabar.com

Kalsel

Omnibus Law, Kantor DPRD Kalsel Digeruduk Ribuan Buruh
apahabar.com

Kalsel

Sepekan Dirawat, Begini Kondisi Terbaru Wali Kota Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Kepala UPT Pemasyarakatan Kalsel Belajar ke Lapas Cibinong dan Salemba
DLH

Kalsel

Diduga Tercemar Penambang Liar di Perasaman, DLH Kalsel Ambil Sampel Air Sungai Mengkaok
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com