Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan

Ssttt..Jaksa Dalami Dugaan TPPU HKN Banjarmasin

apahabar.com, BANJARMASIN - Kejaksaan tengah menggeber penyelidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 di Banjarmasin..
- Apahabar.com     Senin, 29 November 2021 - 17:11 WITA

Ssttt..Jaksa Dalami Dugaan TPPU HKN Banjarmasin

Jaksa mengendus adanya pidana lain selain pungli dalam kisruh iuran HKN Banjarmasin. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Kejaksaan tengah menggeber penyelidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 di Banjarmasin.

Teranyar, jaksa memanggil seksi penggalangan dana dan konsumsi panitia pelaksana HKN, Bandiyah Marifah, Senin (29/11).

“Penyelidikan still going on,” kata Kajari Banjarmasin, Tjakra Suyana melalui Kasi Intelijen, Budi Mukhlish.

Kendati begitu, Budi Mukhlish belum mau membeberkan semua hasil penyelidikan tersebut.

“Tidak bisa semua kita sampaikan,” katanya.

Total, Kejari Banjarmasin telah melakukan pemeriksaan kepada sekitar 10 orang terkait iuran HKN Banjarmasin.

Budi bilang jika dalam pekan ini pihaknya juga telah melakukan pemanggilan terhadap beberapa orang lagi.

Menariknya, secara tersirat jaksa mengonfirmasikan adanya dugaan tindak pidana lain selain pungli. Yakni tindak pidana pencucian uang atau TPPU.

“Semoga bisa memenuhi panggilan agar kita bisa membuktikan adanya peristiwa pidana korupsi atau pencucian uang,” katanya.

Disinggung soal adakah upaya percepatan dalam menuntaskan kasus ini, Budi menjawab jika pihaknya memprioritaskan.

“Ini prioritas. Jadi perhatian publik juga. Maka kita usahakan secepat mungkin. Sejauh ini statusnya masih penyelidikan,” katanya.

Diketahui iuran wajib HKN tertuang dalam sebuah surat yang dibubuhi stempel resmi Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Di sana dirincikan nominal minimal iuran yang mesti dibayarkan. Untuk rumah sakit swasta minimal Rp2 juta. RS Sultan Suriansyah milik pemerintah minimal Rp25 juta. Klinik dan laboratorium, minimal Rp1 juta.

Kemudian, profesi kesehatan minimal Rp1 juta, UPTD Laboratorium dan Instalasi Farmasi minimal Rp1 juta, bidang di Dinas Kesehatan minimal Rp1 juta, apotek minimal Rp500 ribu, toko obat minimal Rp300 ribu dan bagi para ASN Puskesmas/Dinkes per orang minimal Rp100 ribu.

Uang iuran itu kemudian dikumpulkan melalui rekening bank. Atau melalui Sekretariat Panitia HKN ke-57 2021. Belakangan, panitia mengonfirmasi tak kurang dari Rp200 juta terkumpul dari iuran itu.

Belakangan, jaksa menemukan fakta jika dana puluhan juta rupiah telah teranggarkan di APBD Banjarmsin untuk pelaksanaan HKN.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Banjarmasin

Setahun Corona, Belasan Nakes di Banjarmasin Gugur Tangani Pandemi

Banjarmasin

Korban Banjir Katingan Kalteng Memerlukan Makanan dan Obat-Obatan
Air Bersih

Banjarmasin

Dear Warga Banjarmasin! Distribusi Air Bersih Berhenti Selama 4 Jam, Berikut Lokasinya
Kafe Banjarmasin

Banjarmasin

Penusukan di Pondok Party Banjarmasin, Wali Kota Buka Suara
Banjarmasin

Banjarmasin

Memanas! Aksi #SAVEKPK di Banjarmasin Diwarnai Saling Dorong
Banjir Rob

Banjarmasin

Waspada! Banjarmasin Masih Dihantui Banjir Rob, Berikut Sebaran Titik Air Pasang
Banjarmasin

Banjarmasin

Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Memanas Lagi, 7 Mahasiswa Dirawat!
Bhayangkara Mural Festival 2021

Banjarmasin

Bhayangkara Mural Festival 2021, Buruan! Polda Kalsel Masih Buka Pendaftaran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com