Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel

Sulitnya Mengungkap Perampokan Bersenpi Bos Emas Paramasan

apahabar.com, MARTAPURA – Polisi tengah kesulitan mengungkap kasus perampokan bersenjata api dua bos emas di Paramasan..
- Apahabar.com     Senin, 29 November 2021 - 15:25 WITA

Sulitnya Mengungkap Perampokan Bersenpi Bos Emas Paramasan

Warga di Paramasan, tepatnya di ruas Jalan Kandangan-Batulicin waswas lantaran kawanan perampok bersenpi tersebut nekat beroperasi di siang hari. Foto: Ist

apahabar.com, MARTAPURA – Polisi tengah kesulitan mengungkap kasus perampokan bersenjata api dua bos emas di Paramasan.

Diungkapkan oleh Kapolres Banjar, AKBP Doni Hadi Santoso, sampai saat ini masih belum ada perkembangan signifikan.

“Belum ada perkembangan,” ujar Doni didampingi Kasi Humas, Iptu Suwarji kepada apahabar.com, Senin (29/11).

Kendala utama penyelidikan masih sama dengan sebelumnya. Di mana polisi kesulitan lantaran minimnya saksi.

“Juga karena pelaku saat beraksi menggunakan topeng jadi tidak mengetahui ciri-ciri pelaku secara detail,” terangnya.

Selain itu, pihak berwajib juga kesulitan mengakses para saksi, terutama para mahasiswi UIN Antasari yang saat ini sudah selesai KKN di sana.

“Kami kesulitan menghubungi yang bersangkutan,” ungkapnya.

Diketahui korban Salamiah (39) merugi sebesar Rp7 juta serta emas 15 gramnya raib. Sedang dari tangan Ida total kerugian mencapai Rp100 juta.

Perampokan di siang bolong itu berlangsung di warung korban tepatnya di jalan penghubung Kandangan-Batulicin, 30 September lalu.

Saat aksi para pelaku tidak hanya membawa sepucuk senjata api genggam namun juga senjata api rakitan laras panjang.

Para pelaku juga sempat menodongkan senjata api ke para mahasiswi UIN Antasari yang tengah melaksanakan kerja praktik di sana.

“Kami diaba-aba oleh salah seorang perampok ingin ditembak jika melakukan perlawanan,” ujar ARD kepada apahabar.com, pada 18 Oktober 2021 lalu.

Perampokan Bos Emas Banjar-Batulicin: Korban Disekap, Dibacok, Diseret Bak Binatang

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Penampakan Hazmat Suit Buatan UMKM Tapin
Banjarmasin

Kalsel

Terang-terangan, Pemkot Banjarmasin Tak Siap Hadapi Banjir: Seperti Jakarta
apahabar.com

Kalsel

Refleksi Akhir Tahun, Praktisi Banjarmasin: Kebijakan Pendidikan Indonesia Muluskan Penjajahan
apahabar.com

Kalsel

Jelang Iduladha, Batola Siapkan Ribuan Sapi Bali

Kalsel

Bawaslu RI Temukan Puluhan Pemilih Tanpa KTP di Banjar
apahabar.com

Kalsel

WNA di Kalsel Mencapai 445 Orang, Didominasi sebagai Tenaga Ahli
apahabar.com

Kalsel

Tanam 1.000 Batang Bibit Kopi di Lokasi TMMD Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Gara-Gara Corona, Ambulans Ditolak di Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com