Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan

Syarat Karantina dan Vaksin untuk Jemaah Umrah RI

Kementerian Agama membenarkan bahwa pihak Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengeluarkan regulasi syarat-syarat
- Apahabar.com     Senin, 29 November 2021 - 10:57 WITA

Syarat Karantina dan Vaksin untuk Jemaah Umrah RI

Ilustrasi Saudi buka umrah untuk Indonesia. Foto-VIA REUTERS/SAUDI PRESS AGENCY

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Agama membenarkan bahwa pihak Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengeluarkan regulasi syarat-syarat kedatangan jemaah umrah bagi jemaah luar negeri termasuk Indonesia.

Kepala Subdirektorat Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama M. Noer Alya Fitra atau Nafit membenarkan bahwa calon jemaah asal Indonesia yang sudah melakukan vaksinansi Covid-19 dua dosis lengkap yang diakui WHO tak perlu suntik booster.

Hal itu berlaku bagi calon jemaah yang sudah disuntik vaksin asal China seperti Sinovac dan Sinopharm.

Meski demikian, Nafit memastikan bahwa jemaah yang sudah divaksin Sinovac dan Sinopharm wajib menjalani karantina selama 3 Hari. Lalu, Setelah 48 Jam karantina akan dilakukan tes swab PCR. Bila hasil negatif, langsung diperbolehkan melaksanakan umrah.

“Betul [tak perlu booster dan perlu karantina 3 hari],” kata Nafit, kutip CNNIndonesia.com, Senin (29/11).

Tak hanya itu, Kementerian Haji Saudi turut mengeluarkan aturan bahwa jemaah umrah dari luar negeri telah disuntik vaksin sebanyak dua dosis dengan vaksin yang diakui oleh otoritas Arab Saudi bisa langsung diperbolehkan melaksanakan umrah.

Diketahui, terdapat empat vaksin yang telah diakui otoritas Saudi di antaranya Astrazeneca, Moderna, Johnson and Johnson dan Pfizer.

Bagi jemaah umrah yang sudah vaksinasi lengkap menggunakan empat jenis vaksin tersebut tidak diberlakukan karantina. Mereka akan bisa langsung melaksanakan umrah.

“Kita memastikan kesehatan, ketertiban, dan keamanan jemaah umrah,” kata Nafit.
Sebelumnya, Arab Saudi telah mencabut larangan terbang atau suspend penerbangan dari Indonesia terhitung mulai 1 Desember 2021 tanpa harus transit ke negara ketiga. Selain Indonesia, lima negara lainnya itu termasuk Pakistan, Brasil, Vietnam, Mesir, dan India.

Pengumuman ini dikeluarkan berdasarkan pembaruan terhadap situasi Covid-19 Saudi dan global, termasuk di enam negara tersebut

Larangan terbang telah diberlakukan oleh Arab Saudi terhadap Indonesia dan sejumlah negara lain sejak Februari 2021. Ketentuan ini sempat diperbarui pada akhir Agustus 2021, namun hanya berlaku bagi orang yang memiliki izin tinggal di Arab Saudi.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Pembangunan Ibu Kota Baru Jadi Prioritas Rancangan APBN 2022
apahabar.com

Nasional

Pidato Perdana Presiden Jokowi di Sidang Umum PBB, Serukan Akses yang Setara Terhadap Vaksin Covid-19

Nasional

Misteri Perkataan Aminah, Istri yang Tewas Ditikam di Kandangan
apahabar.com

Nasional

BMKG Masih Bingung Asal Suara Misterius di Langit Pantura Jateng
Wartawan

Nasional

Polda Metro Setop Kasus Pemukulan Aparat ke Wartawan, Kenapa?
apahabar.com

Nasional

Pacu Ekonomi Daerah, Haris Makkie: Kalsel Butuh Kereta Api
Prabowo

Nasional

Prabowo Siap Nyapres di 2024

Nasional

Indonesia Tembus 5 Besar Produsen Produk Halal Dunia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com