Ssttt! Wanita di Pusaran Bupati HSU Diperiksa KPK Lagi Cemara Raya Banjarmasin Masih Terendam, Warga Dorong Motor Mogok PT. SBKW Perusahaan Resmi, Cuncung Sayangkan Media Tidak Cek And Balance Mediasi Buntu! Kades di Amuntai Ancam Sweeping Truk Conch Mensos Risma Dikabarkan Akan Tinjau Korban Longsor di Maradapan Kotabaru

Tak Sanggup Belajar Daring, Siswa SLTA di Kalsel Dinikahkan Orangtuanya

Hampir dua tahun pembelajaran daring, sejumlah pelajar SMA dan SMK di Kalimantan Selatan dilaporkan sudah menikah. Laporan ini diterima.......
- Apahabar.com     Selasa, 9 November 2021 - 11:54 WITA

Tak Sanggup Belajar Daring, Siswa SLTA di Kalsel Dinikahkan Orangtuanya

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Provinsi Kalsel, Tumiran. Foto-apahabar.com/Riki

apahabar.com, BANJARMASIN – Hampir dua tahun pembelajaran daring, sejumlah pelajar SMA dan SMK di Kalimantan Selatan dilaporkan sudah menikah. Laporan ini diterima Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Provinsi Kalsel, Tumiran.

Menurutnya, kondisi ini terjadi lantaran selama pandemi para siswa hanya belajar di rumah, tak pernah lagi ke sekolah. Alhasil, para orang tua murid yang sudah tak sanggup terpaksa memilih menikahkan anaknya.

“Memang tidak banyak, tapi ada beberapa siswa yang sudah menikah berdasar laporan,” ucapnya, Selasa (9/11).

Sejatinya, sistem daring atau pembelajaran jarak jauh memang diterapkan untuk mencegah penyebaran virus corona di lingkungan sekolah. Namun faktanya, belajar daring ini banyak dikeluhkan siswa, terlebih yang berada di daerah pedalaman.

“Bahkan, ada yang sampai harus naik dulu ke dataran tinggi untuk mencari sinyal seperti di daerah Balangan dan Kotabaru,” ujarnya.

Masalah lain yang dialami, yakni soal keterbatasan fasilitas. Beberapa siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu sulit untuk memiliki handphone canggih, sehingga tak bisa belajar daring.

Atas dasar tersebut, Tukiman menilai pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah sangat penting diberlakukan, dengan catatan memperhatikan sederet ketentuan dan protokol kesehatan.

“PTM sangat diperlukan untuk menghindari siswa yang menikah, dan beberapa masalah lain yang tadi,” tuntasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pom Mini Dilarang, Kadis Perdagangan Kalsel: Pemerintah Harusnya Pikirkan Kenyamanan Masyarakat
Aziz

Kalsel

Penyidikan Pemalsuan Dokumen Suara Pilgub Kalsel, Komisioner KPU Banjar Kembali Diperiksa
apahabar.com

Kalsel

Jepang Korea Festival 2019 Siap Digelar
apahabar.com

Kalsel

Siapkan Anggaran Rp23 Miliar, RSUD Sultan Suriansyah Pesan Alkes di Luar Negeri 
apahabar.com

Kalsel

Naik Rp 2,3 Juta, Gaji Guru Honorer Kalsel Harusnya UMP
apahabar.com

Kalsel

500 Paket Sembako Murah di Tanjung Pagar Diserbu Pembeli
apahabar.com

Kalsel

Ibnu Sina Patahkan Mitos Pilwali Banjarmasin, Target Partai Demokrat di Momentum HUT ke-19
apahabar.com

Kalsel

Aplikasi Lapor, Layanan Keluh Kesah Masyarakat ke Pemkab HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com