Tolerannya Muslim di Banjarmasin Bikin Pohon Natal Setinggi 8 Meter RESMI! Sopir Truk Maut A Yani Banjarmasin Tersangka Sudah 2 Ibu di Tanah Bumbu Coba Akhiri Hidup, IPK Sentil Peran Pemerintah HKN Banjarmasin Dilidik Jaksa, Pencegahan Covid-19 Jangan Mengendur Catat! SMA di Kalsel Tak Libur Saat Nataru 2022

Tangkap Bupati HSU Abdul Wahid, Firli Warning Para Kepala Daerah

- Apahabar.com     Kamis, 18 November 2021 - 21:03 WITA

Tangkap Bupati HSU Abdul Wahid, Firli Warning Para Kepala Daerah

Bupati Abdul Wahid keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan sebelum dijebloskan ke Rutan KPK di Gedung Merah Putih. Foto: Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri mewanti-wanti kepala daerah untuk tak mengikuti jejak Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid.

Wahid sebelumnya ditangkap KPK lantaran diduga kuat menerima suap komitmen fee sejumlah proyek irigasi senilai puluhan miliaran rupiah.

KPK, kata Firli, berharap kepala daerah yang yang telah digaji dari uang rakyat dapat menjadi teladan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di wilayahnya.

Dari Penangkapan Abdul Wahid, Ada Potensi Tersangka Baru Kasus Fee Proyek HSU

“Bukan sebaliknya, mengingkari amanah jabatannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan kelompoknya melalui praktik-praktik korupsi,” ujar Firli saat konferensi pers penahanan Bupati Abdul Wahid, Kamis (18/11) petang.

Korupsi, kata Firli, pada suatu proyek pembangunan mengakibatkan terdegradasinya kualitas hasil pengadaan barang dan jasa, sekaligus menghambat upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional.

“Sehingga masyarakat sebagai penerima manfaatnya menjadi pihak yang paling dirugikan,” ujarnya.

Untuk itu, KPK terus mengingatkan kepada seluruh kepala daerah agar menjalankan amanah dan tanggung jawab yang diberikan dengan sebaik mungkin.

“Bekerja dengan penuh integritas menjauhi praktik-praktik korupsi, demi kemajuan dan kemakmuran masyarakat,” ujar jenderal polisi bintang tiga ini.

Firli telah menjebloskan Bupati Abdul Wahid ke Rutan KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta Pusat hingga 20 hari ke depan.

Wahid dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Jo. Pasal 64 KUHP Jo. Pasal 65 KUHP.

“Sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan Rutan KPK, tersangka AW akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari,” ujar Firli.

RUNTUN PERKARA

Bupati HSU Abdul Wahid Tersangka, KPK Ungkap Skandal Komitmen Fee Puluhan Miliar

Wahid terjerat pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) bersandi “Merah Putih” di HSU, 15 September silam.

Ia diduga melakukan tindak pidana korupsi penerimaan sejumlah komitmen fee senilai puluhan miliar rupiah.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya:

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pasca-kebakaran, SDN Ulu Benteng 1 Langsung Ditangani Disdik Batola
apahabar.com

Kalsel

Sambut Bonus Demografi, KNPI Kalsel Latih Kepemimpinan Siswa SMA di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Hidup Sebatang Kara, Kai Anggut Rindu Cucunya yang Jadi Imam di Makkah
apahabar.com

Kalsel

Tagihan Listrik Melonjak, Simak Skema Perlindungan PLN
apahabar.com

Kalsel

Rancangan APBD Banjarmasin 2020 Capai Triliunan
ODGJ

Kalsel

Meresahkan, Pria Diduga ODGJ Diamankan Polsek Tapin Selatan
apahabar.com

Kalsel

CSR Adaro Energy Tingkatkan Kualitas Guru PAUD Lewat Program PHBK
Banjarmasin

Kalsel

Varian Delta Terdeteksi di Kalsel, Pemicu Lonjakan Kasus Juli
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com