Akhirnya, Buronan Pelaku Penggelapan Motor Scoopy di HST Diringkus Tim Resmob Grand Launching RSI Sultan Agung Banjarbaru, Terapkan Layanan Bersyariat Islam Via Jamela, KPK Dalami Keperluan Pribadi Bupati HSU 5 Kali HST Diterjang Banjir, Mitigasi Mestinya Dicermati Pemkab Bukan Pepesan Kosong, Kades Se-Amuntai Sweeping Truk Conch!

Tegas! Bupati Kotabaru Minta Dinsos Data Ulang KPM

Bupati Kotabaru, Sayed Jafar mewanti-wanti agar pihak Dinas Sosial (Dinsos) tidak main-main ihwal data Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
- Apahabar.com     Jumat, 5 November 2021 - 16:35 WITA

Tegas! Bupati Kotabaru Minta Dinsos Data Ulang KPM

Bupati Kotabaru Sayed Jafar menerima kartu Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (PBI JKN KIS) untuk masyarakat kurang mampu. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Bupati Kotabaru, Sayed Jafar mewanti-wanti agar pihak Dinas Sosial (Dinsos) tidak main-main ihwal data Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Peringatan tegas itu disampaikan Sayed Jafar usai menerima kartu Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (PBI JKN KIS) untuk masyarakat kurang mampu, Kamis, (4/11).

“Jadi, Dinas Sosial harus bekerjasama dengan Disdukcapil untuk turun langsung ke lapangan. Lakukan pendataan ulang. Mana warga yang mampu dan yang kurang mampu,” ujar Sayed.

Menurut bupati, berdasarkan informasi, sejauh ini bukan orang yang tidak mampu saja yang terdata menerima bantuan. Akan tetapi, orang yang mampu pun terdata.

“Oleh karena itu, segera lakukan pendataan. Bedakan mana yang mampu, dan mana yang tidak. Sehingga, bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran,” ujarnya.

Ditambahkannya, Kementerian Sosial telah mengeluarkan (PBI JKN KIS) bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Menjadi syarat utamanya untuk mendapatkan bantuan JKN KIS dari pemerintah pusat ini adalah masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun non DTKS Kementrian Sosial.

“Dengan kartu ini, masyarakat kurang mampu tidak lagi memikirkan untuk biaya berobat. Jadi tolong benar-benar didata jangan sampai ada masyarakat kurang mampu yang tertinggal,” pungkasnya.

Bupati Kotabaru Sayed Jafar menerima kartu Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (PBI JKN KIS) untuk masyarakat kurang mampu. Foto-Istimewa

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kotabaru, Nurviza menerangkan, berkenaan dengan pendataan, petugas mengalami kendala yakni minimnya jaringan di wilayan pendataan.

Sistem yang dipakai petugas adalah online dan teraplikasi, sehingga yang memerlukan jaringan yang baik, alias kuat.

Berkenaan dengan PBI JKN KIS, Nurviza mengaku, bahwa iurannya dibayarkan oleh Kementerian Sosial sebesar Rp46 ribu perbulan.

“Khusus untuk Kotabaru, ada sebanyak 73.954 penerima dengan jumlah biaya sebesar Rp31 miliar pertahunnya,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PLN

Pemkab Kotabaru

Lancar Bayar PJU, Pemkab Kotabaru Diganjar Penghargaan PLN

Pemkab Kotabaru

Antisipasi Banjir Terulang, Dinas PUPR Kotabaru Bersihkan Sungai di Baharu
apahabar.com

Pemkab Kotabaru

Terimbas Pandemi, Warga di Pesisir Pulau Laut Timur Kotabaru ‘Diguyur’ Bantuan
apahabar.com

Pemkab Kotabaru

Proyek Peningkatan Jalan Tanjung Seloka-Kotabaru Segera Dimulai

Pemkab Kotabaru

Wabup Kotabaru Apresiasi Semangat Kader HMI

Pemkab Kotabaru

Bandar Raya Kotabaru Jadi Lokus Penilaian Kualitas Keluarga TPK2D Provinsi Kalsel

Pemkab Kotabaru

Sekda Kotabaru Buka Konsultasi Publik RPJP Periode 2022-2031

Pemkab Kotabaru

Bupati Kotabaru Sayed Jafar Hadiri Penanaman Ribuan Bibit Sawit di Sampanahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com