Kanwil Kemenkum HAM Kalsel Dorong UMKM Bentuk Perseroan Perseorangan Catat, Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Banjar Berhadiah Umrah Longsor di Maradapan Pulau Sembilan Kotabaru, Puluhan Rumah Terdampak Aksi Heroik Bripka Aan Kotabaru Bantu Ibu Melahirkan di Ambulans Resmi Dilepas, Kapolres Optimis Tim Voli Kotabaru Rebut Juara Piala Kapolda Kalsel

Tercekik Aturan Wajib PCR Perjalanan Darat Berjarak, Sopir di Kalsel Menjerit

- Apahabar.com     Selasa, 2 November 2021 - 13:58 WITA

Tercekik Aturan Wajib PCR Perjalanan Darat Berjarak, Sopir di Kalsel Menjerit

Salah satu bus terparkir di terminal KM 6 Banjarmasin menunggu penumpang, Selasa (2/11). Foto-apahabar.com/Riki

apahabar.com, BANJARMASIN – Aturan Kementerian Perhubungan terkait wajib PCR pelaku perjalanan darat berjarak, makin membuat sopir di Kalsel menjerit.

Sejak pandemi Covid-19, mereka sudah teriak kehilangan sejumlah penumpang. Ditambah aturan tersebut, kian memberatkan mereka.

Dalam surat edaran Kemenhub nomor 90 tahun 2021, pelaku perjalanan moda transportasi darat wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama dan surat keterangan RT-PCR maksimal 3×24 jam atau antigen maksimal 1×24 jam sebelum perjalanan.

Aturan tersebut berlaku untuk perjalanan dengan jarak minimal perjalanan 250 kilometer atau minimal waktu perjalanan 4 jam.

Kebijakan yang efektif berlaku mulai 27 Oktober 2021 itu untuk pelaku perjalanan dengan transportasi darat yang menggunakan kendaraan bermotor perseorangan, sepeda motor, dan kendaraan bermotor umum.

Eling (50) sopir bus rute Banjarmasin-Buntok (Kalteng) mengaku belum ada tahu kebijakan baru tersebut.

Kalau pun itu diberlakukan, kata dia, tentu akan sangat mencekik para sopir konvensional AKAP.

Mengingat sebelum syarat wajib PCR/antigen saja, Eling sudah mengaku banyak kehilangan pendapatan.

Bahkan, sampai-sampai harus menjual barang-barang rumah seperti televisi hingga sepeda motor pribadi.

“Selama pandemi, khususnya beberapa pekan terakhir ini penumpang sudah sangat sepi, jumlahnya hanya bisa dihitung dengan jari,” ungkapnya kepada apahabar.com, Selasa (2/11).

Sopir yang kerap mangkal di kawasan Terminal Pal 6 Banjarmasin ini hanya bisa mengaku pasrah jika aturan tersebut sudah berlaku.

Saat ini, lanjutnya, pengharapan yang tersisa adalah momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. Biasanya, perayaan ini banyak penumpang menuju Buntok.

“Tapi bila dengan syarat PCR atau antigen tadi rasanya sangat sulit menarik penumpang,” ujarnya.

Jika main hitung-hitungan, pendapatan yang diraup Eling selama pandemi ini tidak sepadan dengan ongkos modal keberangkatan.

Faktanya, untuk berangkat dari Banjarmasin menuju Buntok perlu ongkos Rp 750 ribu untuk BBM. Itu pulang-pergi (PP).

“Sedangkan ongkos per penumpang itu Rp 100 ribu, dan jumlahnya hanya bisa dihitung dengan jari,” ucapnya.

Namun begitu, profesi yang sudah dilakoninya sejak belasan tahun ini mesti tetap dijalani.

Sebab, di usianya kini tak ada lagi profesi yang bisa dikerjakan selain jadi sopir bus.

“Sekarang sudah tadi lagi hitung-hitungan jumlah penumpang. Kalo cukup buat ongkos BBM, berangkat,” kata ayah 5 anak ini.

Syarat perjalanan darat wajib PCR/antigen dinilai akan semakin membuat para sopir menderita.

Dia berharap pemerintah bisa mencarikan solusi yang bijak, sehingga memudahkan masyarakat.

“Kalau pun misalnya itu berlaku, tes PCR atau antigennya harus digratiskan oleh pemerintah. Cari kebijakan yang memudahkan masyarakat, bukan membebani,” pungkasnya.

Saat ini tarif tes PCR di luar Jawa-Bali sudah ditetapkan sebesar Rp300 ribu. Sedangkan rapid tes antigen dipatok seharga Rp99 ribu.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pengusaha Katering Ditipu Pasutri
Air Pasang Banjarmasin

Banjarmasin

Cuaca Kalsel Hari Ini, Waspada Potensi Air Pasang di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Bukber di Masjid Al Akbar Balangan, Gubernur Serahkan Bantuan
Penggalangan Dana untuk Cegah Corona Harus Transparan dan Terdata

Kalsel

Penggalangan Dana untuk Cegah Corona Harus Transparan dan Terdata
apahabar.com

Kalsel

HAN 2019, Bupati Banjar: Jelang Magrib Anak Jangan Keluyuran
apahabar.com

Kalsel

Baru 5 Kelurahan Kirim Kotak Suara di Banjarmasin Tengah
apahabar.com

Kalsel

Mengenang Jejak Sultan Suriansyah Lewat Tradisi Maturi Dahar dan Jamasan
apahabar.com

Kalsel

Sejumlah Nama akan Ramaikan Pilkada Balangan, Berikut Tanggapan Partai Pengusung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com