Dikira Orang Mabuk, Ternyata Api Mengamuk di Komet Banjarbaru Tanpa Naturalisasi, Berikut Pemain Tambahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Kartu Prakerja Lanjut di 2022, Anggaran Rp 11 Triliun Disiapkan Nyangkut Jembatan Lagi, Damkar Banjar Turun Tangan Atasi Rumpun Bambu Longsor Kotabaru Tewaskan 4 Warga Maradapan, Cek Faktanya

Tolak UMP Naik Secuil, Buruh Kalsel Ancam Unjuk Rasa Besar-besaran

- Apahabar.com     Senin, 22 November 2021 - 11:27 WITA

Tolak UMP Naik Secuil, Buruh Kalsel Ancam Unjuk Rasa Besar-besaran

Kenaikan UMP Kalsel hanya 1,01 persen dinilai tidak manusiawi, buruh Kalsel ancam gelar aksi unjuk rasa. Foto-apahabar/Syaiful Riki.

apahabar.com, BANJARMASIN – Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalsel 2022 hanya 1,01 persen, mendapat penolakan dari Aliansi Pekerja Buruh Banua.

Jika dihitung-hitung, total UMP 2022 menjadi Rp 2.906.473,32 alias hanya naik sekitar Rp29 ribu dari tahun ini.

Kenaikan yang dihitung tidak sampai seribu rupiah per hari ini dinilai tidak manusiawi.

“Baya (cuma) parkir nombok. Beli kopi aja hanya dapat sepertiga gelas,” kata Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel, Yoeyoen Indharto kepada apahabar.com, Senin (27/11).

Yoeyoen menilai kenaikan 1,01 persen ini sangat tidak masuk akal. Sebab menurutnya, angka tersebut masih di bawah tingkat inflasi Kalsel sekarang yang tercatat sebesar 2,02 persen.

Oleh karenanya, meski UMP Kalsel sudah disahkan Gubernur Sahbirin Noor, Yoeyoen meminta Pemprov untuk menganulir keputusan tersebut.

“Beberapa tahun lalu itu pernah juga dianulir di Kalsel, sekarang kenapa tidak?,” ujarnya.

Toh, menurutnya jika memang mentok di angka 1,01 persen mending UMP Kalsel 2022 tak dinaikan sama sekali.

Tapi dengan catatan seluruh harga bahan pokok dan kebutuhan primer juga tidak dinaikan.

“Sekarang kita tantang balik, pemerintah berani gak?,” katanya.

Yoeyoen bilang pandemi jangan melulu dijadikan alasan oleh pemerintah atau pun sejumlah pengusaha. Faktanya, kata dia, masih banyak sektor usaha yang meraup keuntungan.

“Banyak juga pengusaha-pengusaha yang mau menaikan hingga 6 persen,” ujarnya.

Rencananya kaum buruh bakal menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada 25 November 2021 mendatang untuk menolak kenaikan UMP secuil.

Informasinya, aksi bukan hanya digelar di Kalsel, melainkan juga di sejumlah daerah di Indonesia. “Kaum buruh akan terus melawan penindasan,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sekumpul Dilanda Banjir, Legislator Senayan Lobi Kementerian PUPR

Kalsel

Blunder PSBB Banjarmasin, Penumpang Gelap Diduga Diselundupkan via Trisakti
apahabar.com

Borneo

Terindikasi Beroperasi, Petugas Obok-Obok Eks Lokalisasi Pembatuan dan Batu Besi
Martapura

Kalsel

Kronologi Viral Pengrusakan Makam Datu Kelampayan hingga Pelakunya Tewas dengan Usus Terburai
apahabar.com

Kalsel

Silaturahmi ke Guru Zuhdi Jelang Pemilu, Kapolda Kalsel: Memupuk Persatuan
apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin Di-PSBB, TNI-Polri Perketat Perbatasan
apahabar.com

Kalsel

Kades Jirak Ditembak Mati, Tabalong Siapkan Pengganti
apahabar.com

Kalsel

BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com