Kejagung Tetapkan Seorang Pengacara Sebagai Tersangka Kasus LPEI Kaltim Raup Rp 19,8 M dari Pisang Kepok Gerecek di Expo Pangan Nusantara Respons Bupati Barito Timur Soal Warning Mensos Risma Terkait Banjir ‘Banyu’ Naik, Remaja Tewas Tersetrum di Siring Amuntai Kala Tapin Siap Jadi Lumbung Pangan IKN Baru di Kaltim

Transaksi Uang Elektronik Tembus Rp29,23 T per Oktober 2021

- Apahabar.com     Jumat, 19 November 2021 - 07:14 WITA

Transaksi Uang Elektronik Tembus Rp29,23 T per Oktober 2021

Transaksi elektronik. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi uang elektronik sebesar Rp29,23 triliun per Oktober 2021. Angkanya naik 55,54 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan kenaikan juga terjadi pada transaksi digital banking sebesar 63,31 persen menjadi Rp3.910 triliun. Hal yang sama juga terjadi pada pembayaran yang menggunakan kartu debit dan kartu kredit.

“Nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit tercatat Rp664,26 triliun, tumbuh 6,37 persen (per Oktober 2021),” kata Perry dalam konferensi pers secara daring, kutip CCNIndonesia.com.

Sebaliknya, transaksi e-commerce justru pada kuartal III 2021 menjadi Rp58,2 triliun. Jumlahnya turun sekitar Rp17 triliun dari posisi kuartal II 2021 yang mencapai Rp75,4 triliun.

Namun, nilai transaksi e-commerce kuartal III 2021 naik jika dibandingkan dengan kuartal I 2021 yang sebesar Rp51,6 triliun.

“Itu nominal transaksi e-commerce, untuk keseluruhan tahun Insya Allah minggu depan kami sampaikan,” ucap Perry.
Sementara, jumlah merchant terhubung dengan QR Code Indonesia Standard (QRIS) sebanyak 12,5 juta pada pertengahan November 2021. Angka itu melampaui target bank sentral yang sebanyak 12 juta pada 2021.

“Pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi dan sinergi pemerintah pusat dan daerah, kementerian atau lembaga, asosiasi atau organisasi dan industri, serta seluruh elemen masyarakat,” terang Perry.

Di sisi tunai, uang kartal yang diedarkan (UYD) naik 5,9 persen menjadi Rp854,3 triliun per Oktober 2021. Perry memastikan pihaknya akan memastikan ketersediaan uang di seluruh wilayah Indonesia.

“Serta melakukan digitalisasi pengelolaan uang rupiah dan edukasi cinta bangga paham (CBP) rupiah,” tutup Perry.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ditutup Menguat, Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah
apahabar.com

Ekbis

Isu Lion Air Setop Operasi, Cek Faktanya

Ekbis

IHSG Awal Pekan Ditutup Menguat Mengikuti Bursa Kawasan Asia
apahabar.com

Ekbis

Stok Beras hingga Akhir Tahun Diprediksikan Capai 4,7 Juta Ton
apahabar.com

Ekbis

Ekonomi AS Memulih, Rupiah Berpotensi Tertekan

Ekbis

Pertamina dan PPTK Komiten Berantas Money Laundering
apahabar.com

Ekbis

Samsung Rilis 3 Jenis Galaxy S10, Cek Harganya
apahabar.com

Ekbis

Ultah Ke-20, Honda Trio Motor Tawarkan Program Penjualan Penuh Diskon
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com