Dikira Orang Mabuk, Ternyata Api Mengamuk di Komet Banjarbaru Tanpa Naturalisasi, Berikut Pemain Tambahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Kartu Prakerja Lanjut di 2022, Anggaran Rp 11 Triliun Disiapkan Nyangkut Jembatan Lagi, Damkar Banjar Turun Tangan Atasi Rumpun Bambu Longsor Kotabaru Tewaskan 4 Warga Maradapan, Cek Faktanya

Tuntut Pembayaran Gaji, Ratusan Karyawan PDAM Kapuas Gelar Unjuk Rasa

- Apahabar.com     Senin, 8 November 2021 - 19:06 WITA

Tuntut Pembayaran Gaji, Ratusan Karyawan PDAM Kapuas Gelar Unjuk Rasa

Karyawan PDAM Kabupaten Kapuas menggelar aksi demo menuntut pembayaran gaji mereka. Foto-apahabar.com/Irfansyah

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Ratusan karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kapuas, Kalteng, menggelar unjuk rasa menuntut pembayaran gaji mereka, Senin (8/11).

Aksi damai yang berlangsung di halaman bagian instalasi Kantor PDAM Jalan Mahakam Kuala Kapuas tersebut mendapat pengamanan ketat aparat kepolisian.

Dalam aksinya, para karyawan menyampaikan 4 tuntutan. Pertama menutut kepastian pembayaran gaji mereka setiap bulannya. Menuntut pertanggungjawaban mantan pejabat sementara PDAM Maria Magdalena selama menjabat.

Kemudian mereka juga menuntut pejabat sementara Jonnie untuk mencabut atau membatalkan perintah asesmen kepada seluruh karyawan PDAM Kapuas.

Para karyawan perusahaan pengolah air bersih itu juga menuntut peninjauan ulang kinerja dewan pengawas Edy Lukman Hakim selama ini.

“Kami minta tuntutan kami ini segera dipenuhi, terutama masalah gaji. Karena sudah lima bulan gaji kami tak kunjung dibayarkan,” kata karyawan PDAM Kapuas, Heri Kuswari.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas, Septedy yang turun menemui para karyawan, meminta waktu satu minggu untuk melakukan rapat dengan direksi PDAM terkait pembayaran gaji.

“Yang pasti kami punya komitmen untuk membayar. Tapi dengan dana yang ada tidak mungkin bisa membayarkan sekaligus gaji, tapi secara bertahap,” katanya.

Sedangkan terkait asesmen, menurut Septedy itu adalah untuk kepentingan organisasi sebagai wahana untuk melakukan seleksi siapa yang ahli dibidangnya.

“Jadi, saya rasa ini wajar saja suatu organisasi. Tapi kalau ini [asesmen] ditunda atau dibatalkan maka jumlah karyawan tetap 400, tidak akan mampu kuangan kita mengaji itu,” pungkas Septedy.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalteng

Sebar Video Asusila dengan Pacar, Pemuda di Kapuas Ditangkap, Motifnya Sakit Hati
apahabar.com

Kalteng

Selama PSBB, Pemkot Palangka Raya Siapkan Dana Rp68 Miliar
apahabar.com

Kalteng

Rapid Test di BPBD Kapuas, Satu Personel Reaktif
apahabar.com

Kalteng

Langgar Protokol Kesehatan di Kapuas, Warga Kena Sanksi Pakai Rompi Oranye dan Kerja Sosial
apahabar.com

Kalteng

Pemkab Barut Izinkan Warga Beribadah Berjemaah, Termasuk Salat Id
apahabar.com

Kalteng

Alhamdulillah, Hasil Swab Pertama Wali Kota Palangka Raya Negatif
Pemkab Kapuas

Kalteng

Pemkab Kapuas Kembali Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di 6 Kecamatan
apahabar.com

Kalteng

Gubernur Kalteng dan Wali Kota Palangka Raya Optimis PSBB Disetujui
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com