Banjir Meluas ke Pusat Kota HST, Diprediksi Puncak Air Naik Tengah Malam Bangun Gedung Baru, Uniska MAB Juga Usul 6 Dosen Jadi Guru Besar Jelang Nataru di Tabalong, 4 Warga Beserta Ratusan Botol Miras Diamankan Siaga 1! 10 Desa di 3 Kecamatan HST Banjir, Tagana Kalsel Terjun ke Lokasi Resmi, Pengurus MUI Kotabaru Dikukuhkan

Turunkan Ketegangan, Dua Presiden Negara Ekonomi Terbesar Dunia Bicara Lewat Video

- Apahabar.com     Selasa, 16 November 2021 - 12:20 WITA

Turunkan Ketegangan, Dua Presiden Negara Ekonomi Terbesar Dunia Bicara Lewat Video

Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping. Foto-Antara

apahabar.com, WASHINGTON – Dua presiden negara ekonomi terbesar dunia, Joe Biden (AS) dan Xi Jinping (China) saling bicara lewat video, Selasa (13/11) pagi WITA.

Kepada Xi Jinping, Joe Biden berharap bisa membicarakan masalah hak asasi manusia dan keamanan.

Pertemuan yang berlangsung melalui saluran video itu digelar dengan tujuan untuk menurunkan ketegangan di antara kedua negara adi daya tersebut.

“Mungkin saya perlu memulainya secara formal, walaupun kita tidak pernah bersikap formal sebelumnya,” kata Biden kepada Xi.

Xi mengatakan dirinya senang bertemu lagi dengan Biden, yang ia sebut sebagai “teman lama”.

Xi juga mengatakan AS dan China harus meningkatkan komunikasi dan kerja sama untuk menyelesaikan banyak masalah yang dihadapi kedua negara.

Biden, sementara itu, menambahkan bahwa ia dan Xi harus memastikan bahwa hubungan kedua pihak tidak mengarah ke konflik terbuka.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan, menurut Biden, adalah dengan memasang pagar pembatas “akal sehat”.

Ia berjanji untuk membahas berbagai bidang yang menjadi perhatian pemerintah AS, termasuk HAM dan isu-isu lainnya di kawasan Indo-Pasifik, dalam pembicaraan dengan Xi.

Pertemuan virtual, yang dimulai pada Selasa tak lama setelah pukul 08.45 WITA, itu diprakarsai oleh Biden dan diniatkan untuk menetapkan berbagai ketentuan bagi persaingan AS-China pada masa depan.

Biden diperkirakan akan menekan Beijing untuk menghormati aturan internasional menyangkut perdagangan dan keamanan.

Amerika Serikat dan China, dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia, berbeda pandangan soal asal muasal pandemi Covid-19, aturan perdagangan dan kompetisi, dan pengembangan arsenal nuklir China beserta peningkatan tekanan Beijing terhadap Taiwan.

“Kami siap membangun konsensus dan mengambil langkah-langkah nyata dalam memajukan kemitraan China-AS ke arah yang positif sesuai dengan harapan masyarakat internasional,” kata Xi yang juga pemimpin utama militer di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu.

Pertemuan virtual kedua pemimpin negara besar tersebut sudah berlangsung yang ketiga kalinya sepanjang tahun ini.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bung Karno

Global

Desak Israel Hentikan Kekerasan di Palestina, Indonesia Upayakan 4 Lini Diplomasi
Manny Pacquiao

Global

Pacman Pensiun dari Tinju, Bidik Kursi Presiden
apahabar.com

Global

Peraih Nobel: Kegiatan Israel di Palestina Tidak Bisa Diterima
Ilustrasi. Foto-Net

Global

Pelancong Indonesia Dilarang Masuk Uni Emirat Arab
Wanita Bercadar

Global

Sang Anjing Setia Berjaga Dekat Peti Mati Bush Senior
Indonesia

Global

Israel-Indonesia Saling Tuding Soal Konflik Gaza
apahabar.com

Global

Wajar Bawaslu Periksa Rekaman Habib Rizieq Reuni 212
Kanada

Global

Suhu Udara di Kanada Meninggi, Capai 46,6 Derajat Celcius
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com