Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

Varian Baru Covid Menyebar di Afsel, AstraZeneca Teliti Dampak Vaksin Buatannya

- Apahabar.com     Sabtu, 27 November 2021 - 19:01 WITA

Varian Baru Covid Menyebar di Afsel, AstraZeneca Teliti Dampak Vaksin Buatannya

Vaksin Covid-19 AstraZeneca. Foto: Alodokter.com

apahabar.com, LONDON – Produsen AstraZeneca sedang meneliti dampak vaksin baru Covid-19 yang menyebar cepat di Afrika Selatan (Afsel) terhadap vaksin dan koktail (campuran) antibodi buatannya.

Mereka berharap kombinasi obat tersebut akan menjaga keampuhan vaksin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (26/11) menetapkan varian baru Covid-19 B11529 yang ditemukan di Afsel dengan mutasi yang besar, sebagai “varian yang diwaspadai”.

Melansir Reuters dari Antara, Sabtu (27/11), AstraZeneca telah mendistribusikan dua miliar dosis vaksin ke seluruh dunia, meski pada Februari penggunaannya di Afsel sempat dihentikan karena terbukti memberi sedikit perlindungan terhadap penyakit ringan hingga sedang yang disebabkan varian Beta.

Pada saat itu varian Beta menjadi dominan di negara tersebut.

“Seperti halnya kemunculan varian baru, kami sedang memeriksa B11529 untuk lebih memahami itu serta dampaknya terhadap vaksin,” kata AstraZeneca lewat pernyataan. Pihaknya juga mengaku sedang melakukan penelitian di Botswana dan Eswatini untuk mengumpulkan data.

“Itu akan memungkinkan kami untuk menghimpun data dunia nyata Vaxzevria terhadap varian baru virus ini.”

Perusahaan farmasi Anglo-Swedia itu menegaskan bahwa vaksin buatannya terbukti ampuh melawan semua varian SARS-CoV-2 yang diwaspadai.

AstraZeneca mengatakan pihaknya bersama Universtas Oxford telah mengembangkan sebuah platform vaksin untuk merespons varian baru dengan cepat.

Produsen itu sebelumnya menyebutkan sedang membuat vaksin varian yang lebih menargetkan varian Beta.

Meskipun sejumlah ilmuwan telah menyatakan keprihatinan bahwa mutasi pada protein lonjakan mungkin menghindari keampuhan obat antibodi monoklonal, campuran obat buatan AstraZeneca mungkin menjaga efikasinya, kata perusahaan itu.

“Kami juga sedang menguji kombinasi antibodi jangka panjang AZD7442 buatan kami terhadap varian baru ini dan berharap AZD7442 bakal mempertahankan efikasinya karena terdiri atas dua antibodi kuat dengan aktivitas berbeda dan saling mengimbangi untuk melawan virus,” katanya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Virus Corona

Internasional

Kasus Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Maroko
apahabar.com

Internasional

Tengok Faskes Militer, Trump Pertama Kali Pakai Masker
apahabar.com

Internasional

Hari Valentine, Pengamat: Rentan Jomlo
Harga Minyak

Ekbis

Persediaan AS Turun, Harga Minyak Naik
Bisnis Konser

Internasional

Layak Ditiru, Cara Inggris Lindungi Bisnis Konser Saat Corona
Kudeta Militer Myanmar

Internasional

Viral, Wanita Aerobik Saat Kudeta Militer Myanmar Editan? Cek Faktanya
Lembah Panjshir

Internasional

Berkuasa, Taliban Buru Harta Karun Paling Berharga Afganistan
apahabar.com

Internasional

Pria Tertua Dunia Meninggal di Usia 113 Tahun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com