Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

Varian Omicron Rentan Bagi yang Belum Divaksin

- Apahabar.com     Minggu, 28 November 2021 - 07:55 WITA

Varian Omicron Rentan Bagi yang Belum Divaksin

Ilustrasi. Foto-Net.

apahabar.com, JAKARTA – Virus Corona varian Omicron dianggap lebih berbahaya dari jenis-jenis sebelumnya. Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menyebut penularan varian itu bisa 500 kali lebih cepat dari virus yang muncul pertama di Wuhan.

“Bicara secara klinis dan gejala ini yang masih harus kita tunggu, kemudian juga yang jelas potensi kecepatan penularannya kalau diibaratkan Delta itu kan 100 persen lebih cepat daripada virus yang di Wuhan. Ini kemungkinan bisa 500 kali dari varian Wuhan, ini masih potensi ya, artinya dunia masih sangat rawan termasuk Indonesia,” kata Dicky kepada wartawan, seperti dilansir Detik.com, Sabtu (27/11).

Dicky mengatakan mitigasi yang dilakukan pemerintah saat ini sudah benar salah satunya memberlakukan PPKM level bertingkat. Namun, hal yang paling penting yakni percepatan vaksinasi Covid.

“Yang harus dilakukan lebih giat lagi adalah vaksinasi itu penting sekali, karena kasus Omicron ini dominan akan terjadi bagi orang yang belum vaksin sama sekali di Afrika Selatan, termasuk juga yang ada di negara lain, itu menunjukkan masih efektifnya vaksin,” ujarnya.

Namun, perlu diingat kalau vaksinasi Covid bukan untuk mencegah penularan, melainkan meminimalisir keparahan dan kematian. Oleh karena itu, menurutnya, vaksinasi juga harus diimbangi dengan penerapan prokes yang ketat.

“Oleh karena itu kombinasi vaksinasi yang kuat, cakupannya harus lebih dari 90 persen, kemudian 3T dan 5M di bawah payung PPKM ini harus ditingkatkan di 2022, atau di akhir tahun ini sampai ke 2022,” ujarnya.

“Kita nggak usah panik berlebihan karena kabar baiknya adalah vaksinasi lebih efektif dalam melindungi keparahan dan kematian, kedua kombinasi dengan 3T dan 5M juga sangat efektif,” lanjut Dicky.

Saat ini menurut Dicky yang menjadi persoalan yakni pengabaian protokol kesehatan. Sebab, saat ini penerapan prokes terlihat sudah menurun.

“Tapi PR-nya adalah pengabaian yang harus kita hindari, kabar baik lagi adalah saat ini vaksin moderna juga sedang bekerja untuk membuat booster untuk varian baru ini, tapi ini perlu 100 hari, artinya saat ini dalam 100 ke depan itu masa yang sangat awam,” ucapnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Erupsi Semeru

Nasional

Update Korban Erupsi Semeru; 45 Meninggal Dunia, 9 Hilang
apahabar.com

Nasional

Gempa 6,6 M Mindanao Terasa Sampai Sulawesi, BMKG: Dipicu Sesar Lokal

Nasional

Soal Nasib Novel Baswedan dkk, Pangeran Khairul Saleh Usulkan Status PPPK
apahabar.com

Nasional

Ancam Rusak Habitat Bekantan, Pembangunan Infrastruktur di Ibu Kota Baru Dikaji
apahabar.com

Nasional

Jokowi Siapkan 3 Jurus Hadapi Musim Kemarau yang Lebih Berat
apahabar.com

Nasional

Demi Siram Toilet, Pelajar di Flores Rela Pikul Air 5 Km
apahabar.com

Nasional

Kondisi Terbaru Pasien Rujukan Suspect Covid-19 di RSUD Ulin
apahabar.com

Nasional

Nasib FPI Usai Habib Rizieq Ditahan: Dua Pentolan Masih Diburu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com