Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

Akhirnya, Kota Ini Larang Warung Makan Jual Daging Anjing dan Kucing

Ada wacana kebijakan baru di lokasi wisata kota Hoi An, Vietnam. Rencananya, pemerintah setempat akan melarang warung makan menjual daging
- Apahabar.com     Minggu, 12 Desember 2021 - 09:54 WITA

Akhirnya, Kota Ini Larang Warung Makan Jual Daging Anjing dan Kucing

Pemerintah Vietnam akan melarang warung makan menjual daging anjing dan kucing. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Ada wacana kebijakan baru di lokasi wisata kota Hoi An, Vietnam. Rencananya, pemerintah setempat akan melarang warung makan menjual daging anjing dan kucing.

Dikutip dari AFP, diperkirakan lima juta anjing dikonsumsi setiap tahun di Vietnam. Jumlah itu menjadi yang tertinggi kedua di dunia setelah China.

Konsumsi anjing dan kucing amat lumrah bagi warga. Makanya, sajian itu gampang ditemui di warung-warung makan. Sebagian orang percaya bahwa memakan daging kucing dan anjing dapat membantu menghilangkan nasib buruk.

Pihak berwenang di Hoi An, kota pelabuhan perdagangan bersejarah dan menjadi situs Warisan Dunia, menandatangani kesepakatan dengan kelompok pembela hak-hak binatang Four Paws International. Dalam kesepakatan itu dimasukkan janji untuk menghentikan penjualan dan konsumsi daging kucing dan anjing secara bertahap.

“Kami ingin membantu mengampanyekan kesejahteraan hewan melalui pemberantasan rabies, menghapus perdagangan daging anjing dan kucing secara bertahap, dan menjadikan kota ini sebagai tujuan utama pariwisata,” kata Wakil Wali Kota Hoi An Nguyen The Hung.

Julie Sanders dari Four Paws International mengatakan kesepakatan itu menjadi momen penting yang bisa menjadi contoh bagi tempat-tempat lain di Vietnam.

Sebuah jajak pendapat nasional yang dilakukan oleh kelompok hak-hak binatang tahun ini menemukan hanya sekitar 6,3 persen dari 600 orang Vietnam yang disurvei mengkonsumsi anjing dan kucing. Sementara itu, sebanyak 88 persen mendukung larangan konsumsi kucing dan anjing.

Jumlah konsumsi anjing dan kucing di Vietnam terus menurun. Penyebabnya, penghasilan warga yang relatif terus meningkat sehingga anjing dan kucing dijadikan hewan peliharaan.

“Saya rasa tidak ada yang bisa melarang makan daging anjing. Ini budaya kami,” kata penduduk Hanoi Phan Van Cuong kepada AFP.

Pada tahun 2018, pejabat Hanoi mendorong orang untuk berhenti makan daging anjing karena merusak reputasi ibu kota dan ada masalah kesehatan yang dapat menyebabkan infeksi rabies yang mematikan.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Jelang Peluncuran Vaksin Covid-19, Unicef Amankan Ratusan Juta Jarum Suntik
apahabar.com

Internasional

10 Ribu Orang Turun ke Jalan Tuntut Kebebasan Pers

Internasional

AS Resmi Rilis Hasil Penyelidikan UFO, Minim Kesimpulan
vaksin covid-19

Internasional

AS Sudah Suntikkan 41,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19
apahabar.com

Internasional

Klaim Vaksin Covid-19 Manjur, Rusia: Lebih 95 Persen
apahabar.com

Internasional

Kasus Infeksi Covid-19 di India Capai 6,63 Juta Kasus
Militer Filipina

Internasional

Pesawat Lockheed C-130 Militer Filipina Jatuh, 17 Orang Tewas
Vaksin

Internasional

Satu Miliar Vaksin di Asia, HSBC-ADB Kucurkan 300 Juta Dolar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com