Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

Aksi Depan Polda Kaltim, Pendemo Desak Perkara Lubang Tambang Dituntaskan

Sejumlah massa dari Fraksi Rakyat Kaltim melakukan aksi demonstrasi di depan Mapolda Kaltim, Jumat (10/12) sekira pukul 10.00 wita. Massa
- Apahabar.com     Jumat, 10 Desember 2021 - 14:07 WITA

Aksi Depan Polda Kaltim, Pendemo Desak Perkara Lubang Tambang Dituntaskan

Aksi demo di depan Mapolda Kaltim terkait lubang tambang di Kaltim. Foto-apahabar.com/Riyadi

apahabar.com, BALIKPAPAN – Sejumlah massa dari Fraksi Rakyat Kaltim melakukan aksi demonstrasi di depan Mapolda Kaltim, Jumat (10/12) sekira pukul 10.00 wita. Massa mendesak Polda Kaltim segera mengusut tuntas kasus lubang tambang yang telah memakan banyak korban.

Aksi demo tersebut dalam rangka memperingati Hari HAM sebagai bentuk perjuangan menegakkan keadilan serta menegaskan kembali pentingnya Hak Asasi Manusia.

Fraksi Rakyat Kaltim bermaksud melaporkan kasus lubang tambang khususnya korban ke -40 yang terjadi di Kaltim, sekaligus menanyakan perkembangan laporan kasus lubang tambang sebelumnya yang diajukan oleh Jatam Kaltim dan kasus lubang tambang lainnya.

Korban terakhir atas nama Febi Abdi Witanto (25) tenggelam pada 31 Oktober 2021 di lubang tambang, perusahaan batubara CV. Arjuna. Peristiwa tragis ini menggenapkan jumlah korban lubang tambang di Kaltim menjadi 40 jiwa.

“Meski kondisinya sudah separah itu, bagi Pemerintah Provinsi korban lubang bekas tambang hanya sebatas angka statistik yang akan terus bertambah, tanpa ucapan duka apalagi tindakan,” kata Pradarma Rupang, koordinator aksi.

Sebelumnya pada tanggal 20 November 2020, Jatam Kaltim didampingi oleh kuasa hukumnya dari LBH Samarinda telah melaporkan kepada POLDA Kaltim dugaan tindak pidana pertambangan atas jatuhnya korban sebanyak 2 jiwa pada tanggal 6 November 2020 di lubang tambang PT.Sarana Daya Hutama (SDH).

“Hingga kini pasca pelaporan tersebut Jatam Kaltim tidak kunjung mendapatkan surat pemberitahuan perkembangan dari kasus tersebut.

Macetnya penindakan pelanggaran HAM atas kejahatan lubang tambang di Kaltim nampak dari tidak adanya laporan terkini atas 22 kasus (hingga juli 2019) dimana tidak kunjung adanya penetapan tersangka apalagi dilimpahkan ke Pengadilan.

Sebagai informasi terakhir POLDA Kaltim menyampaikan ke Publik pada tanggal 30 Juli 2019 pada kegiatan Sarasehan HAM di Kampus Unmul yang dihadiri juga oleh Komnas HAM , bahwa 2 kasus tahap II, 3 dinyatakan SP3 dan 16 Kasus proses sidik/lidik

Jatam Kaltim mencatat, di Kalimantan Timur ancaman lubang tambang masih menghantui karena secara keseluruhan masih ada 1.735 lubang bekas tambang.

“Di Kota Samarinda sendiri terdapat 349 lubang bekas tambang yang dibiarkan menganga tanpa reklamasi dan pemulihan, yang menjadi bom waktu sebagai salah satu persoalan serius yang tak mendapat perhatian serta tindakan dari pemerintah,” ungkapnya.

Selain isu soal tambang, kejahatan atas pelanggaran HAM lain yakni kasus pelecehan dan pemerkosaan terhadap perempuan juga kurang lebih menghadapi nasib yang sama. Kasus warga Kubar yang mendapatkan kekerasan oleh karyawan Asing PT. Kelian Equatorial Mining (KEM) adalah sejarah buruk bagaimana industri tambang turut bertanggung jawab atas pelanggaran HAM di Kaltim.

“Nyaris tidak ada pihak yang diseret ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sebagai informasi warga adat yang menjadi korban atas kejahatan tersebut berjumlah 17 orang,” tuturnya.

Kekerasan seksual ini tidak hanya terjadi di industri tambang, di lingkungan sekolah, kampus bahkan juga keluarga terdekat. Sayangnya upaya perlindungan oleh negara terhadap korban masih jauh dari yang diharapkan publik.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kasus Pencabulan Anak

Kaltim

Polda Kaltim Tak Hadir, Sidang Praperadilan Kasus Pencabulan Anak Ditunda
Samarinda

Kaltim

Mr X Ketiga Teridentifikasi Juga Korban Ledakan Kapal di Samarinda
Banjir Balikpapan

Kaltim

Banjir Balikpapan, Akses Jalan Kariangau Putus-Belasan Jiwa Mengungsi
Polisi

Kaltim

Polisi Balikpapan Dibogem Keluarga Pasien Covid-19
Covid-19 Kaltim

Kaltim

Covid-19 Kaltim Terus Turun, Pasien Jalani Perawatan Tersisa 999 Orang
apahabar.com

Kaltim

Masjid Agung Penajam Bakal Disulap Mirip Masjid Nabawi
BKSDA Kaltim

Kaltim

Viral Orang Utan Nyeberang Jalan, BKSDA Kaltim Turun Tangan

Kaltim

Hilang Empat Hari, Pemancing Manggar Ditemukan Meninggal di Teluk Balikpapan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com