Mantan Istri Ngadu ke BK, Anggota Dewan Telantarkan Istri di Balikpapan Surat Aduan Diskriminasi Upah dari Serikat Pekerja Tabalong Tak Direspons Kemenaker, DPP FSP KEP Turun Tangan [WAWANCARA] “Demi Allah Kakek Sarijan Tidak Melawan Polisi” Penggerebekan Maut Kakek Sarijan Bukan Semata Pengembangan Kasus Tren Kenaikan Omicron, Presiden Jokowi: Tetap Waspada dan Jangan Panik

Alasan Pemerintah Batalkan PPKM Level 3 di Semua Daerah

Pemerintah batal menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 selama periode libur natal dan tahun baru (nataru) di..
- Apahabar.com     Selasa, 7 Desember 2021 - 12:05 WITA

Alasan Pemerintah Batalkan PPKM Level 3 di Semua Daerah

Keterangan Pers Menteri terkait Hasil Rapat Terbatas Evaluasi PPKM, Jakarta, (8/11/2021). (Tangkapan layar Setpres RI)

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah batal menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 selama periode libur natal dan tahun baru (nataru) di semua daerah. Padahal di saat yang sama ada ancaman varian baru Covid-19 omicron.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan kebijakan PPKM level 3 di semua daerah tidak tepat.

Dia beralasan masing-masing daerah memiliki karakteristik dan permasalahan yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa dipukul rata lewat satu kebijakan.

Pemerintah tetap akan memberlakukan kebijakan sebelumnya, berdasarkan assessmen. Di mana per 4 Desember, jumlah kabupaten kota yang tersisa di level 3 hanya 9,4 persen dari total kabupaten/kota di Jawa-Bali atau hanya 12 kabupaten/kota.

Sementara itu, untuk antisipasi masuknya omicron, Luhut menyampaikan kebijakan yang diambil adalah pengetatan kedatangan dari luar negeri,

“Syarat perjalanan akan tetap diperketat, terutama di perbatasan untuk penumpang dari luar negeri. Namun kebijakan PPKM di masa Nataru (Natal dan Tahun Baru) akan dibuat lebih seimbang dengan disertai aktivitas testing dan tracing yang tetap digencarkan,” kata Luhut yang dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (7/12/2021)

Perbatasan Indonesia akan tetap diperketat dengan syarat untuk penumpang dari luar negeri adalah hasil tes PCR negatif maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan, serta melakukan karantina selama 10 hari di Indonesia.

Melalui penguatan 3T (testing, tracing dab treatment) dan percepatan vaksinasi dalam 1 bulan terakhir, Indonesia saat ini lebih siap dalam menghadapi momen Nataru. Testing dan tracing tetap berada pada tingkat yang tinggi, meski kasus rendah, dan lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Luhut meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Penyebaran Varian Omicron di berbagai negara dunia terindikasi lebih cepat dan meningkatkan kemungkinan reinfeksi. Namun temuan awal dari Afrika Selatan menunjukkan tingkat keparahan dan tingkat kematian akibat varian Omicron relatif terkendali, meski masih butuh waktu dan tambahan data untuk mendapatkan informasi yang lebih valid.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ethiopian Airlines Jatuh, Seorang Netizen Pernah Peringatkan tentang Max 8
apahabar.com

Nasional

Rayakan Hari Raya Nyepi, Ini Doa Umat Hindu Banjarmasin untuk Indonesia

Nasional

Kontroversi Jurkani: Mantan Perwira yang Tewas dengan Cara Bar-Bar
apahabar.com

Nasional

Menaker: Subsidi Gaji di Bawah Rp 5 Juta Diluncurkan Besok

Nasional

Jelang Usia 50 Tahun, Fadli Zon Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Resmi! Presiden Jokowi Putuskan Ibu Kota RI Pindah ke Kaltim
apahabar.com

Nasional

BPN Diminta Paparkan Bukti, Pengamat: Salah Hitung, atau Sengaja Dicurangi
apahabar.com

Nasional

Rocky Gerung Berulah, Mahfud Md: Saya Tidak Tertarik Omongannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com