Via Pesantrenpreneur, Mardani H Maming Bertekad Cetak Santri Pengusaha Songsong Putaran Nasional Liga 3, Pemain Persemar Martapura Teken Kontrak Saingi Jembatan ‘Basit’, Banjarmasin Geber Megaproyek Pembelah Sungai Martapura Waketua DPRD Respons Megaproyek Tandingan Jembatan ‘Basit’ Fix! Sopir Batu Bara Tapin Batal Sweeping Truk Semen Tabalong

Alokasi TKDD Kalteng 2022 Capai Rp 15,9 Triliun, Dana Desa Rp 1,2 T

Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Kalimantan Tengah (Kalteng) 2022 sebesar 15,987 triliun.TKDD Kalteng tersebut meliputi, Dana
- Apahabar.com     Kamis, 2 Desember 2021 - 15:51 WITA

Alokasi TKDD Kalteng 2022 Capai Rp 15,9 Triliun, Dana Desa Rp 1,2 T

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) TA 2022 kepada para bupati dan wali kota melalui alokasi TKDD sebesar Rp15,9 triliun. Foto-Antara

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Kalimantan Tengah (Kalteng) 2022 sebesar 15,987 triliun.

TKDD Kalteng tersebut meliputi, Dana Alokasi Umum Rp9,246 triliun, Dana Alokasi Khusus Fisik Rp1,590 triliun, Dana Alokasi Khusus Non Fisik Rp1,954 triliun, Dana Insentif Daerah Rp60,911 miliar, Dana Bagi Hasil Rp1,940 triliun. Termasuk Dana Desa di Kalteng Rp1,204 triliun.

“Jumlah tersebut merupakan keseluruhan se-Provinsi Kalteng, termasuk kabupaten dan kota,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng Nuryakin, di Aula Jayang Tingang, Palangka Raya, seperti dilansir Antara, Rabu (1/12).

Adapun TKDD 2022 dialokasikan Rp769 miliar lebih, diarahkan untuk peningkatan harmonisasi belanja K/L dan TKDD, peningkatan kualitas SDM, pendidikan, kesehatan, infrastruktur daerah, pemulihan ekonomi, serta percepatan dan penanganan kemiskinan.

Sementara itu, sesuai arahan presiden saat penyerahan DIPA 2022 di Istana Negara beberapa waktu lalu, ada beberapa hal penting yang disampaikan oleh gubernur.

Pertama, Covid-19 masih menjadi ancaman bagi dunia dan Indonesia khususnya di Kalteng, maka semua pihak harus tetap waspada melalui penegakan protokol kesehatan dan 3T harus tetap dilakukan secara masif, serta target vaksinasi dua tahap harus tercapai.

Kedua, bupati dan wali kota, pimpinan instansi vertikal dan kepala perangkat daerah, agar segera membelanjakan anggaran DIPA yang sudah diserahkan dengan penyerapan yang terencana dan berkualitas sesuai ketentuan yang berlaku, agar memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Ketiga, APBN 2022 harus bisa menjadi instrumen responsif, anisipatif dan fleksibel untuk terus menjaga stabilnya pertumbuhan ekonomi Kalteng.

Keempat, kepada semua pengelola anggaran agar paling lambat Desember 2021 sudah harus melaksanakan proses pelelangan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga pekerjaan fisik sudah bisa dimulai pada Januari 2022.

Kelima, kepala perangkat daerah provinsi segera menyampaikan usulan Pejabat Pengelola Anggaran 2022 melalui Bappedalitbang, serta beberapa poin penting lainnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kapuas

Kalteng

Simak Kilas Balik Kecelakaan Lalu Lintas di Kapuas 2020
Kapolsek Kapuas Timur

Kalteng

Ungkap Kasus Pemalsuan SIM, Kapolsek Kapuas Timur dan Anggota Terima Penghargaan
Kuala Kapuas

Kalteng

Update Covid-19 Kapuas: Positif Bertambah 4 Orang, Semuanya dari Kelurahan Selat Dalam
apahabar.com

Kalteng

Diamuk Api, Belasan Rumah di Kapuas Tinggal Arang

Kalteng

Dinas Perdagangan Kapuas Edukasi Pelaku Usaha Kuliner
Vaksin

Kalteng

Sudah Tiba, Siapa Target Vaksin Covid-19 Tahap Pertama di Kalteng?
Kesiapan Hadapi Bencana Banjir

Kalteng

Polres Kapuas Apel Kesiapan Hadapi Bencana Banjir
apahabar.com

Kalteng

Pandemi Covid-19, SKK Migas Kalimantan-Sulawesi Tidak Lakukan PHK
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com