Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

BBM untuk Nelayan di Balikpapan Langka, Simak Penyebabnya

Sebelum adanya cuaca buruk alias air laut pasang dan gelombang tinggi, rupanya penyebab lain dari tidak melautnya para nelayan di
- Apahabar.com     Sabtu, 11 Desember 2021 - 16:01 WITA

BBM untuk Nelayan di Balikpapan Langka, Simak Penyebabnya

Direktur Eksekutif Pokja Pesisir, Mappaselle. Foto: Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Sebelum adanya cuaca buruk alias air laut pasang dan gelombang tinggi, rupanya penyebab lain dari tidak melautnya para nelayan di Balikpapan, Kaltim, ialah Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kelangkaan.

Hal ini ditegaskan oleh Direktur Eksekutif Pokja Pesisir, Mappaselle. Ia mengungkapkan bahwa persoalan kelangkaan BBM merupakan persoalan Kaltim.

“Soal kelangkaan BBM ini menjadi persoalan klasik bagi nelayan sudah berapa tahun nelayan di Kota Balikpapan mengalami hal serupa ini berdampak pada aktifitas nelayan untuk melaut, kelengkapan ini menyebabkan para nelayan tidak bisa melaut,” katanya.

Meski mendapat BBM, namun para nelayan mengeluh harga jual yang tinggi. Hal ini dikarenakan para nelayan mendapat BBM di luar SPBN yang disediakan pemerintah.

“Ya kalaupun dapat juga dengan harga tinggi, karena BBM itu tidak diperoleh di SPBN, melainkan sudah di pengecer dan tentu harganya lebih tinggi dari SPBN,” tuturnya.

Pihaknya sudah mendesak Pemkot Balikpapan dan DPRD untuk mencarikan solusi, namun hingga kini para nelayan tidak mendapatkan kabar baik.

“Upaya yang dilakukan sering mendesak pemerintah lewat Dinas Kelautan dan Perikanan lewat, DPRD juga sudah dilakukan,” ujarnya.

Ia mengatakan terdapat dua faktor akibat kelangkaan BBM pada nelayan ini. Pertama, kemampuan menghitung kuota kebutuhan BBM nelayan yang belum clear. Kedua, dikarenakan ada yang tidak terdistribusi ke nelayan namun dijual untuk keperluan lain.

“Dua faktor ini yang kemungkinan menyebabkan kelangkaan. Sampai saat ini juga belum ada solusi,” katanya.

Untuk kebutuhan para nelayan lanjut Mappaselle jumlah BBM yang dibutuhkan berbeda-beda hal tersebut berdasarkan jenis alat tangkap ikan.

“Jatah berbeda-beda tergantung dari jenis alat tangkapan. Kalau nelayan menggunakan dogol itu sekitar 30 sampai 50 liter, per hari untuk pejala yang bisa lima hari melaut itu butuh sekitar 100 liter, kapal yang besar lagi penongkol itu bisa sampai 300 liter;” pungkasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Adiba akhirnya ditemukan di sebuah musholla kawasan Prona III pagi tadi (6/7). Foto- istimewa

Kaltim

Breaking News! Korban Penculikan Ditemukan di Musala Prona Balikpapan
TPU Balikpapan

Kaltim

Dua Pohon Besar Tumbang di TPU Balikpapan, Belasan Makam Rusak

Kaltim

Pengibaran Bendera Merah Putih di TPU KM 15 Balikpapan, Petugas Pemakaman Gunakan Hazmat
apahabar.com

Kaltim

Izin Usaha Kaltim Masih Dominan Sektor Pertambangan
Banjir di Berau

Kaltim

Jadi Biang Kerok Banjir di Berau, Jatam Kaltim Desak Pemerintah Bekukan Aktivitas Tambang

Kaltim

Kasus Oknum Dosen Cabul, Kak Seto Dorong Pemkot Balikpapan Bentuk Satgas Perlindungan Anak
apahabar.com

Kaltim

Penajam Jadi Ibu Kota Negara, Pemkab Minta Terus Dilibatkan
Pemkot Balikpapan

Kaltim

Formalin Ditemukan di Bahan Makanan, Pemkot Balikpapan Sidak Pasar Ramadan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com