Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan

Beredar di Medsos Getaran Gempa Larantuka NTT Sampai Kalsel, BMKG: Hoaks

Getaran gempa berskala 7,5 magnitudo di Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT) dikabarkan sampai ke sejumlah daerah di Kalimantan Selatan.
- Apahabar.com     Selasa, 14 Desember 2021 - 13:47 WITA

Beredar di Medsos Getaran Gempa Larantuka NTT Sampai Kalsel, BMKG: Hoaks

lustrasi. Foto-Net.

apahabar.com, BANJARBARU – Getaran gempa berskala 7,5 magnitudo di Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT) dikabarkan sampai ke sejumlah daerah di Kalimantan Selatan.

Beredar di berbagai media sosial, warganet menyebut getaran gempa terjadi di Kabupaten Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara.

Dari sebuah video berdurasi singkat, menggambarkan bahwa air sungai seakan bergetar. Gerakannya lebih cepat dibanding air sungai normal biasanya.

Lantas, benarkah faktanya demikian?

Apahabar.com menyodorkan pertanyaan ini kepada prakirawan BMKG Stasiun Metereologi Syamsudin Noor, Bayu Kencana Putra.

Namun, dirinya langsung buru-buru menepis kabar yang beredar di dunia maya tersebut.

“Sudah bisa dipastikan itu hoaks,” katanya, Selasa (14/12).

Perkiraannya, fenomena gerakan yang lebih cepat dari biasanya itu hanya akibat guyuran hujan.

“Karena kan beberapa daerah sempat diguyur hujan, bahkan masih ada yang sampai ini,” jelasnya.

Bayu meminta warga Kalsel untuk tetap tenang. Dirinya memastikan gempa di NTT tak bakal berdampak hingga ke Bumi Lambung Mangkurat.

“Pantau terus kondisi cuaca di BMKG dan informasi-informasi yang sumbernya jelas saja,” imbaunya.

Dampak Gempa NTT

Laporan BMKG pusat, guncangan gempa 7,5 magnitudo dirasakan di daerah Ruteng, Labuan Bajo, Larantuka, Maumere, Adonara dan Lembata III – IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Tambolaka, Waikabubak, Waingapu III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini berpotensi tsunami, dengan tingkat ancaman waspada di Flores Timur Bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata.

Hasil monitoring Tide Gauge menunjukkan adanya kenaikan muka air laut setinggi 7 cm di Stasiun Tide Gauge Reo dan Marapokot, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG

Bambang Setiyo Prayitno mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kemudian menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

“Bagi masyarakat di wilayah utara pantai di Flores Timur Bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata direkomendasikan tidak melakukan aktivitas di pesisir pantai dan tepian sungai,” imbaunya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

DAK Kementerian PUPR Dinilai Seret, Pembangunan Jembatan di Banjarmasin Tak Penuhi Target?
apahabar.com

Kalsel

H1 Ramadan, Warga Serbu Pasar Murah di Banjarbaru..!!
apahabar.com

Kalsel

Launching MTQ ke-33, Pj Gubernur Safrizal Ingatkan Prokes Covid-19
Walhi

Kalsel

Tolak Pelepasan Kawasan Hutan di Tanbu, Walhi: Kalsel Darurat Tata Ruang
Banjar

Kalsel

Disegel Bareskrim, Penambang Liar di Banjar Main Kucing-kucingan
apahabar.com

Kalsel

Destinasi Baru untuk Ngabuburit di Banjarbaru
miras

Kalsel

Tak Perpanjang Izin Usaha, Pedagang Minol Banjarmasin Kebanyakan Ilegal
apahabar.com

Kalsel

Kinerja Bestprofit di Banjarmasin Kian Melesat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com