Resmi Somasi Asprov PSSI Kalsel, Persebaru Banjarbaru Siap Adu Bukti Jadwal Siaran Langsung Timnas Putri Indonesia di Piala Asia 2022, Dapat Ditonton Gratis Mengejutkan, Pelatih Risto Vidakovic Tinggalkan Borneo FC Pesantrenpreneur: Mardani H Maming Bertekad Cetak Santri Pengusaha Fakta Baru Megaproyek Tandingan Jembatan ‘Basit’: Digagas Era Soeharto, Studi Kelayakan Diatensi

Beri Efek Jera, Polisi Viral Tolak Laporan Warga Dimutasi ke Papua Barat

Tindakan disiplin dikenakan ke Aipda Rudi Pandjaitan, polisi yang menolak laporan warga di Jakarta Timur. Aipda Rudi dimutasi ke wilayah Polda Papua Barat.
- Apahabar.com     Kamis, 30 Desember 2021 - 22:25 WITA

Beri Efek Jera, Polisi Viral Tolak Laporan Warga Dimutasi ke Papua Barat

Polisi viral tolak laporan warga dimutasi ke Papua Barat. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Tindakan disiplin dikenakan ke Aipda Rudi Pandjaitan, polisi yang menolak laporan warga di Jakarta Timur. Aipda Rudi dimutasi ke wilayah Polda Papua Barat.

Informasi mengenai tindakan disiplin itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Kamis (30/12/2021). Aipda Rudi dimutasi setelah keluar putusan sidang etik.

“Terkait anggota Aipda Rudy Pandjaitan, hari ini tindakan disiplin atau putusan sidang kode etik demosi bersifat tour of area sudah keluar Mabes Polri. Yang bersangkutan pindah ke Papua Barat,” jelas Endra, dilansir dari detikcom.

Mutasi itu tertuang dalam surat telegram Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dengan nomor ST/26.21/XII/KEP./2021. Telegram itu diteken Fadil pada Selasa (28/12).

Berikut perjalanan kasus polisi ‘tolak laporan’ warga di Jaktim:

Awalnya, seorang perempuan bernama Meta Kumalasari mencurahkan perlakuan polisi ketika dia melaporkan perampokan yang dialaminya di Jalan Sunan Sedayu, Jakarta Timur (Jaktim), pada Selasa (7/12/2021).

Korban saat itu baru pulang mengambil uang di ATM dan diikuti 2 motor yang memberitahukan sesuatu kepada korban. Singkatnya, korban turun dari mobil, lalu pelaku tiba-tiba mengambil tas korban.

“Saat saya ditanya-tanya oleh polisi, dia justru menyarankan saya pulang untuk menenangkan diri, dan percuma kalau mau dicari juga,” tulis Meta di postingan tersebut.

Korban justru merasa malah kena tegur polisi karena mengambil uang tunai dalam jumlah banyak di ATM. Korban menyebut si polisi bicara dengan nada tinggi.

“Setelah itu, polisi tersebut justru ngomelin saya, ‘lagian Ibu ngapain sih punya ATM banyak-banyak, kalau begini jadi repot. Apalagi banyak potongan biaya admin juga, dengan nada bicara tinggi,” sambungnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Relawan 34 Provinsi Deklarasi Dukung Ganjar Maju Pilpres 2024
apahabar.com

Nasional

Wagub Bali: Diharapkan Hipmi Mampu Imbangi Cepatnya Pembangunan Ekonomi
Penanganan Covid-19

Nasional

Turun hingga 95 Persen, Presiden Jokowi Puji Penanganan Covid-19 di Bali
Astra Zeneca

Nasional

RI Kembali Terima Jutaan Vaksin Astra Zeneca
apahabar.com

Nasional

Pencairan Subsidi Gaji Ditunda, Simak Penjelasan Menaker
apahabar.com

Nasional

Kerusuhan Pecah di Manokwari, Gedung DPRD Terbakar
Jokowi Harapkan Kapal Selam KRI Alugoro Sebagai Awal Kemandirian Alutsista Nasional

Nasional

Jokowi Harapkan Kapal Selam KRI Alugoro Sebagai Awal Kemandirian Alutsista Nasional
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tegaskan Pemerintah Tak Larang Warga Beribadah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com