Bocah Lumpuh Tak Punya Biaya Berobat di Kotabaru Turut Curi Perhatian Kemensos Turun Tangan Catat, Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2022 Capai Rp451 Triliun DITAHAN! Sopir Penyeruduk Tembok Pasar Antasari yang Tewaskan Bumil Xi Jinping Serukan ‘Perang’ Pemonopoli Ekonomi Digital Joget TikTok Bareng Cewek, Pratama Arhan Disentil Warganet

Berkah Akhir Tahun, Usaha Jasa Transportasi di Kalsel Kembali Bergeliat

Momentum libur Natal 2021 dan tahun baru 2022 menjadi berkah bagi pelaku usaha jasa transportasi di Kalimantan Selatan.
- Apahabar.com     Kamis, 30 Desember 2021 - 19:27 WITA

Berkah Akhir Tahun, Usaha Jasa Transportasi di Kalsel Kembali Bergeliat

Suasana Terminal Tipe B Pal 6 Banjarmasin, Kamis (30/12). Foto: apahabar/Riki

apahabar.com, BANJARMASIN – Momentum libur Natal 2021 dan tahun baru 2022 menjadi berkah bagi pelaku usaha jasa transportasi di Kalimantan Selatan.

Dalam sepekan terakhir, tercatat ada peningkatan penumpang pengguna bus antarkota antarprovinsi (AKAP).

“Biasanya hanya satu unit yang beroperasi, sekarang dua unit,” kata pengelola perusahaan otobus (PO) Yessoe cabang Kalsel, Yasir, Kamis (30/12).

Yessoe merupakan salah satu PO yang beroperasi di Banjarmasin. Yasir mengakui peningkatan terlihat sejak 22 Desember lalu.

Sebelumnya jadwal keberangkatan dari Banjarmasin – Palangkaraya – Sampit – Pangkalanbun hanya pagi, tapi sekarang bus kedua berangkat jam satu siang.

“Satu bus itu 38 orang, peningkatannya 60 persen,” katanya.

Dalam catatan Terminal Tipe B Pal 6 Banjarmasin, selama momentum natal dan tahun baru kali ini terjadi kenaikan penumpang bus AKAP sekira 30 persen dari biasanya.

Datanya mencatat jumlah penumpang selalu tembus di atas 100 orang dalam beberapa waktu belakangan.

“Meski jika dibanding sebelum pandemi, jumlah penumpang ini masih jauh di bawah,” kata Kepala UPTD Terminal Tipe B Dinas Perhubungan Kalsel, Rusma Khazairin, Kamis (30/12).

Rusma menyebut daerah tujuan paling banyak yaitu Samarinda dan Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), dan Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kendati demikian, kondisi tak dibarengi dengan peningkatan penumpang untuk jasa transportasi antarkota dalam provinsi (AKDP). Bahkan, bila dihitung-hitung, menurut Rusma, jumlah penumpang AKDP malah terjadi penurunan sekira 15 persen.

Sepinya penumpang AKDP sebenarnya sudah terjadi jauh sebelum pandemi. Munculnya Covid-19 membuat kondisi makin terpuruk. Bahkan banyak pemilik mobil yang berhenti beroperasi.

Memang masih ada yang mencoba bertahan, tapi tidak banyak. Karena jumlah penumpang yang naik AKDP sudah sangat minim, paling hanya 3-4 orang, itupun tidak rutin. Yang masih bertahan biasanya diselingi dengan mengangkut barang kiriman.

“Kalau AKDP mengandalkan jumlah penumpang, tidak bakal mencukupi kebutuhan hidup,” ujarnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Transaksi Perhiasan Meningkat Jelang Lebaran
apahabar.com

Tak Berkategori

Kejari Balikpapan Geledah Kantor KSOP, Sita Sejumlah Berkas
apahabar.com

Tak Berkategori

Mahasiswa UMM Siap Laksanakan KKN di Kapuas
PLN Mobile

Tak Berkategori

Punya Pengguna PLN Mobile Terbanyak se Indonesia, UIW PLN Kalselteng Luncurkan WIFI Zone
apahabar.com

Tak Berkategori

Menanti Dittipidkor Polri Jadi Kortas yang Diperkuat 44 Eks Pegawai KPK
Pemulihan Ekonomi Global

Tak Berkategori

Menkeu Sri Mulyani Jelaskan 3 Tantangan Pemulihan Ekonomi Global

Tak Berkategori

Bahaya Buruk Slot Online Dalam Kehidupan
Viral Voice Note Tangisan Warga yang Hilang Misterius di Cadas Pangeran

Tak Berkategori

Viral Voice Note Tangisan Warga yang Hilang Misterius di Cadas Pangeran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com