Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Blokade Hauling 101 Tapin: AGM-TCT Bersengketa, Warga yang Jadi Korban

“Rakyat kebanyakan hanya dapat remah-remah saja seperti sekarang ini, para pengusaha berkonflik, yang terimbas rakyat kecil yang pendapatannya harian,” ujar Prof Muhammad Handry Imansyah.
- Apahabar.com     Rabu, 15 Desember 2021 - 11:42 WITA

Blokade Hauling 101 Tapin: AGM-TCT Bersengketa, Warga yang Jadi Korban

Demonstrasi terkait penutupan jalan haulin Km 101, Suato Tatakan, Kabupaten Tapin. apahabar.com/Sandy

apahabar.com, RANTAU – Sengketa jalan hauling Kilometer 101, Suato Tatakan, Kabupaten Tapin diyakini bakal berdampak luas.

Pakar Ekonomi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof Muhammad Handry Imansyah menilai penutupan jalan tambang tersebut akan berefek ganda.

“Semua kegiatan ekonomi terkait batu bara dan transportasi jelas akan terganggu,” katanya kepada apahabar.com, Rabu pagi (15/12).

Dirinya mengakui memang Tapin termasuk daerah yang sangat bergantung dengan sektor batu bara.

Namun sayangnya, sektor tersebut hanya dikuasai segelintir orang saja.

“Rakyat kebanyakan hanya dapat remah-remah saja seperti sekarang ini, para pengusaha berkonflik, yang terimbas rakyat kecil yang pendapatannya harian,” singgungnya.

Menurutnya, peran pemerintah dalam konflik ini cukup menentukan. Jika sesama pihak tak bisa menyelesaikan solusi, maka pemerintah harus turun tangan sebagai penengah.

Sebab, bila konflik seperti ini dibiarkan berlama-lama, maka akan mengganggu perekonomian secara menyeluruh.

“Artinya pemerintah melalui aparat keamanan harus menyelamatkan kepentingan umum. Itulah utama pemerintah,” tekannya.

“Di sini peran pemerintah seharusnya bisa membuka blokade dan diselidiki apa penyebabnya. Pemerintah harus jadi mediator,” tukas guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM ini.

18 hari sudah jalan angkutan batu bara di Km 101, Suato Tatakan ditutup. Buntut perseteruan antara TCT dan PT Antang Guntung Meratus (AGM).

Penutupan dilakukan Polda Kalsel pada 17 November lalu. Seiring berjalannya penyidikan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). Ada dugaan pengrusakan dan penyerobotan tanah seluas 2.000 m².

“Ya proses penyidikan berjalan,” ujar Direktur Reskrimum Polda Kalsel, Kombes Pol Hendri Budiman.

Seteru antar-dua perusahaan besar itu berbuntut panjang. Ribuan warga terkena imbas. Sopir truk batu bara, hingga pekerja kapal tongkang tak lagi bekerja sejak jalan ditutup.

Tuntutan agar jalan itu kembali dibuka berkumandang. Gelombang aksi unjuk rasa terus mengalir. 7 Desember lalu, massa membuat surat terbuka ke Presiden dan Kapolri yang dipasang di pinggir jalan.

Selain itu, mediasi yang ditengahi wakil rakyat di Tapin juga sudah dilakukan. Namun menemui jalan buntu.

Puncaknya, Senin (13/12), aksi unjuk rasa kembali digelar. Kali ini massa yang turun cukup banyak. Ada ribuan. Yang turun tak hanya para laki-laki, tapi juga emak-emak. Massa sampai memblokade jalan nasional yang lokasinya tak jauh dari titik aksi.

“Tolong banar [benar] dibuka jalan, kami sudah dua minggu lebih tidak bekerja. Persediaan di rumah sudah menipis. Anak istri nanti mau makan apa. Kami cuma berharap upah harian,” keluh Yunus, pekerja kapal tongkang batu bara.

TCT bergeming. Kuasa Direksi PT TCT, Markus Wibisono bilang pihaknya tetap berjalan sesuai koridor hukum.

“Dan sementara dalam proses hukum ini, maka jalan tersebut masih tidak dapat digunakan,” ujar Markus melalui WhatsApp, Senin (13/12) malam.

Seharusnya, kata dia, produksi batu bara PT AGM tetap dapat berjalan. Dengan melalui pelabuhan lainnya. Tanpa mengorbankan kehidupan dan ekonomi ribuan pekerja.

“Tidak ada yang menghalangi PT AGM menggunakan pelabuhan lain, justru mereka yang membuat masyarakat pekerja kehilangan pendapatan karena tak mau pakai pelabuhan lain,” ujarnya.

Sampai hari ini, PT AGM masih belum memberikan komentarnya. Upaya konfirmasi masih terus berlangsung.

Siang ini, TCT dan AGM rencananya bakal dipertemukan di DPRD Tapin.

PT AGM merupakan raksasa tambang batu bara sekaligus pemegang salah satu PKP2B di Kalsel di bawah bendera PT Baramulti Suksessarana Tbk

Sementara TCT, berdasar, data Kementerian ESDM, merupakan perusahaan jasa terminal dan angkutan batu bara terbesar di Tapin. Dimiliki oleh Muhammad Zaini Mahdi atau lebih dikenal Haji Ijay dan adiknya Muhammad Hatta atau Haji Ciut.

Sengkarut Hauling 101 TCT Vs AGM, Giliran Kombes Hendri Turun Tangan

Dilengkapi oleh Sandy & Muhammad Syahbani 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Covid-19

Kalsel

Covid-19 Melonjak, Pemakaman Penderita Corona Asal Banjarmasin Kembali Padat

Kalsel

Angkat Tema Penglibatan TNI, UIN Antasari Banjarmasin Gelar Webinar, Berikut Link Pendaftarannya
apahabar.com

Kalsel

Kades Jirak Ditembak Mati, Tabalong Siapkan Pengganti

HSS

Polres HSS Kirim Puluhan Personel BKO Amankan PSU Pilgub Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Jemaah: Penangkapan Nasruddin Sudah Diramalkan Alquran
apahabar.com

Kalsel

Di Balik Aksi, Dosen Apresiasi Mahasiswanya dengan Nilai Plus
apahabar.com

Kalsel

Rekonstruksi Pola Pikir Pelajar Menengah, KM2HST Gelar Seminar
apahabar.com

Kalsel

Dukung Perbup, Polres Batola Gelar Pendisiplinan Protokol Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com