Via Pesantrenpreneur, Mardani H Maming Bertekad Cetak Santri Pengusaha Songsong Putaran Nasional Liga 3, Pemain Persemar Martapura Teken Kontrak Saingi Jembatan ‘Basit’, Banjarmasin Geber Megaproyek Pembelah Sungai Martapura Waketua DPRD Respons Megaproyek Tandingan Jembatan ‘Basit’ Fix! Sopir Batu Bara Tapin Batal Sweeping Truk Semen Tabalong

Bupati Kotabaru Ungkap Biang Longsor di Maradapan Pulau Sembilan

Bupati Kotabaru Sayed Jafar, beserta jajaran bertolak langsung ke Desa Maradapan, Pulau Sembilan. Di sana ratusan paket sembako
- Apahabar.com     Minggu, 5 Desember 2021 - 12:56 WITA

Bupati Kotabaru Ungkap Biang Longsor di Maradapan Pulau Sembilan

Bupati Kotabaru saat berkunjung langsung ke Desa Maradapan, Pulau Sembilan. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Bupati Kotabaru Sayed Jafar, beserta jajaran bertolak langsung ke Desa Maradapan, Pulau Sembilan. Di sana ratusan paket sembako disalurkan untuk korban longsor.

Di Maradapan, Sayed Jafar mengungkapkan tanah lereng yang longsor dikarenakan beberapa faktor. Di antaranya, lantaran tanah yang gembur.

Tanah yang gembur tersebut lantas hanya ditanami oleh warga dengan pohon pisang.

“Akar pohon pisang tidak kuat menahan tanah, sehingga terjadi longsor saat musim hujan,” ujar Sayed Jafar, Jumat siang, di Maradapan.

Sayed Jafar bilang, agar peristiwa longsor tidak terulang, maka harus dilakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pertanian (Distan), terkait tanaman apa yang tepat untuk bisa menahan tanah.

“Nanti dikoordinasikan tanaman apa yang cocok di lereng itu. Tanaman itu harus memiliki akar yang kuat menahan tanah, namun juga menghasilkan untuk warga,” katanya.

Sayed menambahkan, dari tanaman pisang warga memang mendapatkan hasil tambahan, dari melaut. Namun, pohon pisang mestinya hanya ditanam di kawasan dataran rendah.

“Supaya kejadian tidak terulang, pohon pisang jangan lagi ditanam di lereng seperti sekarang ini,” pungkas Sayed.

Sebagai pengingat, peristiwa tanah longsor terjadi pada Senin, (29/11) sekitar pukul 13.15 Wita. Puluhan rumah dilaporkan rusak parah akibat terdampak longsor tersebut.

Sejauh ini, diduga lantaran trauma, mayoritas korban longsor memilih mengungsi, dan meninggalkan Maradapan.

Selain ke Tanah Bumbu, warga Maradapan juga mengungsi ke Pulau Laut Barat, dan pusat Kotabaru, tepatnya di Desa Sebelimbingan, Pulau Laut Utara.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pantai Teluk Gosong

Kalsel

Pesona Pantai Teluk Gosong Kotabaru di Tengah Pandemi, Makin Dilirik Pengunjung
apahabar.com

Kota Baru

Ini Bukti IBT Dukung Penanganan Covid-19 di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Menegangkan! Dewan di Kotabaru Nyaris Baku Hantam dengan Satpam

Kota Baru

Laka Lantas di Stagen-Kotabaru, Tiga Pria Dilarikan ke Rumah Sakit
Hujan Guyur Kotabaru

Kota Baru

Hujan Guyur Kotabaru, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
apahabar.com

Kota Baru

Update Covid-19 Kotabaru: Positif 5, Sembuh 4

Kota Baru

Haul Ditiadakan di Sekumpul, Pecinta Abah Guru di Kotabaru Haulan di Rumah
apahabar.com

Kota Baru

Kotabaru Menuju New Normal, Satpol PP Halau Kerumunan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com