Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

Dear KPK! Jangan Sia-siakan Pengorbanan Kades Aisyah Kotabaru

apahabar.com, KOTABARU Nama Aisyah mendadak ngetop. Kades Sungup Kanan, Kotabaru ini baru saja diganjar penghargaan..
- Apahabar.com     Selasa, 7 Desember 2021 - 18:20 WITA

Dear KPK! Jangan Sia-siakan Pengorbanan Kades Aisyah Kotabaru

Kades Sungup Kanan, Aisyah. Foto: Ist

apahabar.com, KOTABARU – Nama Aisyah mendadak ngetop. Kades Sungup Kanan, Kotabaru ini baru saja diganjar penghargaan KPK.

Asal tahu saja, Aisyah baru tadi menerima duit segepok. Namun, duit sebanyak Rp50 juta dalam plastik hitam itu ia serahkan ke KPK.

Atas inisiatifnya tersebut, Aisyah menjadi salah satu dari tujuh orang yang menerima penghargaan KPK sebagai pelapor gratifikasi inspiratif.

Duit kepada Aisyah itu terindikasi suap dari salah satu perusahaan tambang di Kotabaru diduga untuk pengurusan lahan warga yang belum dibebaskan.

Tak gampang bagi Aisyah untuk mengembalikan duit puluhan juta itu ke KPK. Ia sampai harus mengumpulkan ongkos untuk berangkat ke Jakarta.

Cerita perjuangan Aisyah belakangan turut menyita perhatian Direktur Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono. Kis mendesak KPK menindak perusahaan yang mencoba menyuap Kades Aisyah.

“Usut dan tindak juga pelaku pemberinya. Baik secara personal atau korporasinya,” ujar Kis dihubungi apahabar.com, Selasa (7/12).

Menurut Kis, persoalan pencaplokan hingga perampasan lahan masyarakat oleh oknum perusahaan di Kalsel adalah hal klasik.

“Jadi, jangan di hilir saja. Hulu-nya juga. Maka pemberi gratifikasi harus ditangkap,” sambung Kis.

Walhi salah satu yang getol menyuarakan agar pemerintah serius menyelesaikan persoalan konflik agraria di Kalsel.

“Dari dulu Walhi mendesak agar negara serius menyelesaikan. Jika sudah berhadapan dengan korporasi, warga yang selalu jadi korban. Termasuk masyarakat adat,” ujarnya.

Kis bilang pemerintah harus serius dan bisa melindungi hak rakyatnya. “Buktikan kita serius bernegara. Kalau tidak, ya rakyat akan selalu kalah,” pungkasnya.

Menurut Pasal 5 UU Tipikor, pemberi maupun penerima gratifikasi dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling sedikit Rp50 juta. Kis sendiri mengapresiasi langkah Aisyah untuk menggugurkan sangkaan menerima suap.

“Jadi KPK harus segera mengusut orang yang mencoba menyuap kades ini. Kalau kades saja Rp50 juta, apalagi yang di atas kades,” celetuk Kis.

Sampai berita ini selesai diketik, apahabar.com belum berhasil menghubungi Aisyah. Di lain sisi, media ini juga sudah berupaya menghubungi Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri. Upaya konfirmasi mengenai tindak lanjut KPK atas upaya percobaan suap terhadap Aisyah masih berlangsung.

Cerita lengkap Aisyah di halaman selanjutnya

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

FOTO: Aksi Solidaritas “Urang” Banjar untuk Muslim Uighur
apahabar.com

Kalsel

Penggunaan Genexpert Didorong untuk Pemeriksaan Alternatif Covid-19 di Kalsel

Kalsel

Polda Kalsel Backup Penyelidikan Pelaku Penyiraman Air Keras Pejabat Kemenkumham

Kalsel

Gelontorkan Rp 1 Miliar, Yayasan Haji Maming Sudah Kantongi 25 Mahasiswa Penerima Beasiswa
apahabar.com

Kalsel

Program PONPES Satlantas Polres Tanbu Kunjungi Rumah Hasniah
apahabar.com

Kalsel

Kabupaten Banjar Rawan Karhutla, Dandim 1006 Sebut Itu Tantangan 
apahabar.com

Kalsel

Polisi Optimalkan Pelayanan SIM Harganas, Catat Waktu dan Lokasinya
Kotabaru

Kalsel

Pilu, Masih Ada Jembatan Kayu Gelondongan Jadi Akses Utama Antar Kecamatan di Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com