Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Demo Buruh Tabalong, DPRD Segera Panggil Perusahaan dan Instansi Terkait

DPRD Tabalong akan memanggil pihak perusahaan dan instansi terkait untuk menyikapi tuntutan ribuan buruh yang menggelar unjuk
- Apahabar.com     Senin, 6 Desember 2021 - 14:19 WITA

Demo Buruh Tabalong, DPRD Segera Panggil Perusahaan dan Instansi Terkait

Aparat melakukan pengawalan ketat terhadap aksi demo yang digelar DPC FSP-KEP Tabalong. Foto - apahabar.com/M.Al Amin.

apahabar.com, TANJUNG – DPRD Tabalong akan memanggil pihak perusahaan dan instansi terkait untuk menyikapi tuntutan ribuan buruh yang menggelar unjuk rasa, Senin (6/12).

Itu setelah Ketua DPRD Tabalong, Mustafa, bersama sejumlah anggota dewan dan Kapolres Tabalong, AKBP Riza Muttaqin, mendengarkan aspirasi 10 perwakilan buruh yang tergabung di Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan (DPC FSP-KEP) Tabalong.

“Beberapa hal itu sudah kami tangkap, sehingga kami akan memanggil stakeholder terkait pengupahan, Adaro dan SIS untuk mempertanyakan hal-hal yang dimaksud kawan-kawan karyawan tadi,” kata Ketua DPRD Tabalong, Mustafa.

Dia berjanji akan secepatnya merealisasikan rencana itu.

“Secepatnya kami akan berkoordinasi dengan kawan-kawan dan akan dimasukkan dalam Badan Musyawarah (Banmus),” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPC FSP-KEP Tabalong, Sahrul S, mengatakan dari tujuh poin tuntutan, poin keempat soal pelatihan kerja di perusahaan menjadi atensi lebih.

“Kalau itu terlaksana, kita putra-putri daerah Tabalong sudah mempunyai skill. Jadi tidak ada lagi alasan perusahaan menolak kita,” ucap Sahrul.

Kemudian terkait upah karyawan di PT SIS Site Admo, anggota dewan akan memanggil manajemen perusahaan yang bersangkutan.

Sementara terkait sanksi lobang enam tidak boleh masuk bekerja ke area tambang Adaro, dia menyampaikan karyawan bukannya minta dihapus, tapi meminta supaya hukumannya dikurangi.

“Lima tahun itu kelamaan, selama itu kita tidak bisa bekerja di wilayah tambang Adaro. Ini sama saja dengan peribahasa ‘ayam mati di lumbung padi’,” jelas Sahrul.

Tuntutan itu juga telah lama dilakukan, karena ini menghalang-halangi orang mencari kerja.

“Undang-undang jelas mengatakan, semua orang mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pekerjaan. Jadi aturan Adaro tersebut sangat diskriminatif,” beber Sahrul.

Jika tidak ada win-win solution terkait 7 tuntutan karyawan itu, pihaknya kembali akan menggelar aksi unjuk rasa damai ini.

“Di Januari kita akan siapkan lagi demo yang lebih besar lagi. Alhamdulillah kawan-kawan di PUK SP-KEP SIS Admo siap menanggung risiko demo hari ini,” tegasnya.

Aksi unjuk rasa damai dimulai pukul 10.00 dan berakhir sekira pukul 12.30 Wita.

Selama pelaksanaannya berjalan aman dan lancar dengan dikawal anggota Polres Tabalong ditambah BKO Polres Balangan, Satpol PP Tabalong, Kodim 1008/Tabalong dan lainnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tabalong

Tabalong

Bawaslu Tabalong Instruksikan KPU: Umumkan Berita Acara dan Sertifikat Hasil Penghitungan Suara
PA Tanjung

Tabalong

Ratusan Istri di Tabalong Pilih Menjanda, PA Tanjung Ungkap Penyebabnya
BPPW Kalsel

Tabalong

BPPW Kalsel Serah Terima Aset IPA Muara Uya dan Pugaan ke Pemkab Tabalong
apahabar.com

Tabalong

Tak Ada Kelangkaan, Pasokan Gas Melon di Tabalong Aman

Tabalong

Lewat 15 Menit Pelayanan di PN Tanjung, Alarm di Meja PTSP Berbunyi
apahabar.com

Tabalong

30 Pengajar di Tabalong Lulus Seleksi Calon Guru Penggerak Kemendikbud RI
Disdukcapil Tabalong

Tabalong

Disdukcapil Tabalong Rekam Data Kependudukan Napi Lapas Tanjung

Tabalong

Taman Wisata Laburan Tabalong Sumbang Rp80 Juta Pendapatan Bumdes Padang Panjang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com