Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Di Depan Hakim, Bekas Penyidik KPK Akui Lakukan ‘Tipu-tipu’

- Apahabar.com     Senin, 20 Desember 2021 - 17:19 WITA

Di Depan Hakim, Bekas Penyidik KPK Akui Lakukan ‘Tipu-tipu’

Bekas penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju membacakan nota pembelaan (pleidoi) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/12/2021). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Bekas penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju mengakui melakukan ‘tipu-tipu’ (penipuan) terkait dengan pengurusan lima perkara di Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Saat saya diperiksa Dewan Pengawas KPK, salah satunya adalah Ibu Albertina Ho. Dalam pemeriksaan tersebut, Dewas mengatakan ini kepada saya ‘Ooh jadi kamu dengan Maskur melakukan tipu-tipu, ya?’ Untuk pertama kalinya saya dengar istilah tipu-tipu atau penipuan,” kata Stepanus Robin saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dilansir Antara, Senin (20/12).

Dalam perkara ini, Stepanus Robin Pattuju dituntut 12 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan ditambah kewajiban membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp2.322.577.000,00 yang bila tidak dibayar, dipidana 2 tahun penjara.

“Selanjutnya istilah tipu-tipu ini juga saya dengar saat saya diperiksa sebagai saksi atas terdakwa M Syahrial saat saya diperiksa secara online oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan. Setelah saya menyampaikan sumpah, majelis hakim kembali mengatakan ‘Ooh kamu dan Maskur melakukan tipu-tipu,” ucap Robin.

Robin menyebut meski berlatar belakang penyidik, saat dirinya menghadapi masalah hukum maka Robin mengaku tidak bisa menilai dirinya sendiri.

“Akan tetapi, setelah dengar dari majelis etik dan majelis hakim Tipikor Medan, saya mencoba mengevaluasi perbuatan yang saya lakukan. Maka, saya menemukan perbuatan saya dan Maskur Husain bahwa saya tidak menjadi anggota penyidik dari lima perkara ini, yaitu perkara M Syahrial, Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado, Ajay M Priatna, serta Usman Effendi dan Rita Widyasari,” ungkap Robin.

Robin menyebut bahwa pihaknya tidak punya kewenangan dalam perkara-perkara tersebut.

“Saya dan Maskur Husain telah menerima uang. Namun, saya tidak melakukan apa-apa terkait dengan perkara-perkara tersebut. Perbuatan saya adalah kesalahan dan penipuan seperti yang dikatakan Dewas Etik KPK dan majelis Tipikor Medan,” katanya.

“Saya sangat menyadari dan menyesali semua perbuatan yang sudah saya lakukan dan saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang sudah saya rugikan, yaitu para pemberi uang: M. Syahrial, Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado, Ajay M. Priatna, serta Usman Effendi dan Rita Widyasari,” lanjut dia.

Stepanus Robin bersama rekannya advokat Maskur Husain menerima suap terkait dengan lima perkara di KPK, yaitu pertama menerima suap dari mantan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial sebesar Rp1,695 miliar untuk mengamankan penyelidikan kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungbalai agar tidak naik ke tahap penyidikan.

Perkara kedua, Robin dan Maskur mendapatkan Rp3.099.887.000,00 dan 36.000 dolar AS (sekitar Rp513,29 juta) atau senilai total Rp3,613 miliar dari mantan Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Golkar Azis Syamsudin dan mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aliza Gunado terkait dengan penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

Perkara ketiga, Robin dan Maskur mendapatkan Rp507,39 juta dari Wali Kota Cimahi nonaktif Ajay Muhammad Priatna tidak terseret dalam penyidikan perkara bansos di Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kota Cimahi.

Perkara keempat, Robin dan Maskur mendapatkan Rp525 juta dari Usman Effendi, narapidana kasus korupsi hak penggunaan lahan di Tenjojaya yang sedang menjalani hukuman 3 tahun penjara.

Perkara kelima, Robin dan Maskur mendapatkan uang sejumlah Rp5.197.800.000,00 dari mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tudingan Tanpa Bukti Jokowi Pakai Wireless Earphone
Menolak Divaksin

Nasional

Masyarakat Menolak Divaksin? Tenang, Pemerintah Tak Akan Memaksa
apahabar.com

Nasional

Bawaslu ‘Buntuti” Langkah Prabowo di Haul Guru Sekumpul
apahabar.com

Nasional

Ijtima Ulama Tegaskan Money Politic Haram, MUI Kalsel: Bisa Hukum Cambuk
apahabar.com

Nasional

Jokowi-Ma’ruf Kalah di Kandang Nahdatul Ulama, Pengamat: Politik Identitas Keagamaan Nihil

Nasional

Tiba di Bali, Pesawat Poseidon AS Ikut Misi Pencarian KRI Nanggala
apahabar.com

Nasional

Kapolda: Barang Bukti di Rumah Pelaku Berkaitan Dengan di TKP
Bunuh

Nasional

Sadis! Usai Bunuh Ibu Kandung Lalu Tusuk Ayah Sendiri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com