Mantan Istri Ngadu ke BK, Anggota Dewan Telantarkan Istri di Balikpapan Surat Aduan Diskriminasi Upah dari Serikat Pekerja Tabalong Tak Direspons Kemenaker, DPP FSP KEP Turun Tangan [WAWANCARA] “Demi Allah Kakek Sarijan Tidak Melawan Polisi” Penggerebekan Maut Kakek Sarijan Bukan Semata Pengembangan Kasus Tren Kenaikan Omicron, Presiden Jokowi: Tetap Waspada dan Jangan Panik

Dibayangi Meningkatnya Kekhawatiran Terhadap Omicron, Rupiah Menguat

Nikolas menyampaikan, penguatan dolar pada akhir pekan lalu terlihat mulai berdampak pada pergerakan rupiah pada awal pekan ini.
- Apahabar.com     Selasa, 21 Desember 2021 - 11:19 WITA

Dibayangi Meningkatnya Kekhawatiran Terhadap Omicron, Rupiah Menguat

Teller Bank Mandiri menunjukkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Bank Mandiri KCP Jakarta DPR, Senin (7/1/2019). Kurs Rupiah terhadap Dolar AS menguat 1,3 persen menjadi Rp14.080. Foto-Antara/Rivan Awal Lingga/ama/pri

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (21/12) pagi menguat.

Penguatan kurs rupiah dibayangi kekhawatiran pelaku pasar terhadap makin menyebarnya Covid-19 varian omicron.

Rupiah pagi ini bergerak menguat 13 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp14.389 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.402 per dolar AS.

“Kekhawatiran Omicron memang terlihat menjadi perhatian ya, karena di Indonesia sudah ditemukan kasus dan sempat terjadi lonjakan kasus Covid-19 di DKI. Sementara kasus Indonesia secara keseluruhan masih rendah,” kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Nikolas Prasetia saat dihubungi di Jakarta, Selasa dilansir Antara.

Nikolas menyampaikan, penguatan dolar pada akhir pekan lalu terlihat mulai berdampak pada pergerakan rupiah pada awal pekan ini.

Pelaku pasar terlihat mulai menyerap dan mewaspadai efek sentimen kenaikan suku bunga pada tahun depan.

Rupiah hari ini diprediksi akan bergerak sempit karena sudah menjelang Hari Raya Natal yang minim data ekonomi internasional. “Namun masih perlu mewaspadai selera risiko yang terpengaruh oleh penyebaran Omicron,” ujar Nikolas.

Sementara itu, jumlah kasus harian Covid-19 di Tanah Air pada Senin (20/12) kemarin mencapai 133 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 4,26 juta kasus.

Jumlah kasus meninggal akibat terpapar Covid-19 mencapai 11 kasus sehingga total mencapai 144.013 kasus.

Untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 216 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,11 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif Covid-19 mencapai 4.829 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah penduduk yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 151,78 juta orang dan vaksin dosis kedua 107,18 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Nikolas mengatakan rupiah hari ini akan bergerak ke kisaran Rp14.330 per dolar AS hingga Rp14.420 per dolar AS.

Pada Senin (20/12) lalu, rupiah ditutup melemah 47 poin atau 0,33 persen ke posisi Rp14.402 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.355 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Jumat Pagi, Lanjut Terkoreksi ‘Second Wave’ Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Menkeu: Uang Edisi HUT RI Bukan untuk Tambah Likuiditas!
apahabar.com

Ekbis

Sri Mulyani soal Kesuksesan RI Raih 51% Saham Freeport: Bebas Kepentingan Pribadi
apahabar.com

Ekbis

Dear Warga Banjarmasin, LinkAja Syariah Hadirkan Ragam Solusi Bertransaksi

Ekbis

BUMN Pastikan Gaji Karyawan Pria dan Wanita Setara
apahabar.com

Ekbis

Minyak Tertekan, Rupiah Terkoreksi Lagi
Samsung

Ekbis

Perhatian! Samsung Cari Galaxy Creator yang Siap Jadi Bintan
apahabar.com

Ekbis

Harapan Stimulus AS Dorong Harga Minyak Dunia Naik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com