Mantan Istri Ngadu ke BK, Anggota Dewan Telantarkan Istri di Balikpapan Surat Aduan Diskriminasi Upah dari Serikat Pekerja Tabalong Tak Direspons Kemenaker, DPP FSP KEP Turun Tangan [WAWANCARA] “Demi Allah Kakek Sarijan Tidak Melawan Polisi” Penggerebekan Maut Kakek Sarijan Bukan Semata Pengembangan Kasus Tren Kenaikan Omicron, Presiden Jokowi: Tetap Waspada dan Jangan Panik

Diduga Korupsi Tabungan Perumahan, Kejagung Tetapkan Jendral TNI Jadi Tersangka

Diduga korupsi, Direktur Keuangan Tabungan Wajib Perumahan (TWP) Angkatan Darat, Brigadir Jenderal YAK ditetapkan sebagai tersangka Kejaksaan
- Apahabar.com     Jumat, 10 Desember 2021 - 22:34 WITA

Diduga Korupsi Tabungan Perumahan, Kejagung Tetapkan Jendral TNI Jadi Tersangka

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak (tengah). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Diduga korupsi, Direktur Keuangan Tabungan Wajib Perumahan (TWP) Angkatan Darat, Brigadir Jenderal YAK ditetapkan sebagai tersangka Kejaksaan Agung. Dia diduga korupsi dana tabungan wajib perumahan TNI Angkatan Darat pada tahun 2013 hingga 2020.

Kasus ini diusut oleh tim penyidik pada Jaksa Agung Muda bidang Pidana Militer. Selain dari unsur TNI, Kejagung juga menetapkan satu orang dari kalangan sipil sebagai tersangka kasus ini, yakni Direktur Utama PT Griya Sari Harta, NPP.

“Tim penyidik koneksitas yang terdiri dari Jaksa Penyidik pada Jampidmil, Pusat Polisi Militer TNI AD, dan Oditurat Militer Tinggi II Jakarta telah menetapkan dua orang sebagai tersangka,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak kepada wartawan, dilansir CNN Indonesia, Jumat (10/12).

Dalam perkara ini, kata Leonard, Brigjen YAK telah ditahan oleh Polisi Militer TNI AD sejak 22 Juli 2021 hingga sekarang. Sementara, tersangka NPP ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejagung terhitung mulai 10 Desember 2021.

Leonard menjelaskan bahwa kasus ini berkaitan dengan penempatan dana TWP yang tidak sesuai dengan ketentuan. Kemudian, terdapat juga penempatan investasi dari dana tersebut yang dikelola tanpa memedomani ketentuan.

Menurut dia, penempatan dana TWP yang tak sesuai dengan ketentuan itu dapat dikategorikan sebagai kerugian keuangan negara.

“Sehingga, dapat menjadi sebuah kerugian negara dimana sumber dana TWP adalah dari gaji prajurit yang dipotong dengan sistem auto debet dari gaji prajurit sebelum diserahkan,” tambahnya.

Uang yang disalahgunakan tersebut kemudian menjadi beban bagi negara karena ada kewajiban untuk mengembalikannya.

Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menaksir kasus korupsi ini merugikan keuangan negara sebesar Rp127,73 miliar.

Adapun Brigjen YAK diduga telah mengeluarkan uang milik TWP AD ke rekening pribadinya sebesar Rp 127,73 miliar. Dana itu kemudian malah diserahkan ke rekening tersangka NPP dengan dalih untuk pengadaan kavling perumahan bagi prajurit TNI.

“Tersangka menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi,” jelasnya.

Kejaksaan menjerat YAK dan NPP dengan Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 8 jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pasien Covid-19

Nasional

Kembali Terjadi, Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Paksa dari Rumah Sakit
apahabar.com

Nasional

Fix, Draf Final Omnibus Law Bukan 905 Halaman
apahabar.com

Nasional

Densus 88 Tangkap 6 Orang Terduga Teroris di Cirebon

Nasional

Pemerintah Gelontorkan Rp84 T untuk Papua dan Papua Barat di 2022
apahabar.com

Nasional

Laptop Nyambung ke Projector, Oknum Guru Nonton Film Porno Disaksikan Murid
Gempa Guguran

Nasional

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Gempa Guguran dan Erupsi Masih Mendominasi
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Puskesmas Diperkuat Bantu Tangani Covid-19
UNHCR

Nasional

Ditolak UNHCR, 8 WN Sri Lanka Dideportasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com