Resmi Somasi Asprov PSSI Kalsel, Persebaru Banjarbaru Siap Adu Bukti Jadwal Siaran Langsung Timnas Putri Indonesia di Piala Asia 2022, Dapat Ditonton Gratis Mengejutkan, Pelatih Risto Vidakovic Tinggalkan Borneo FC Pesantrenpreneur: Mardani H Maming Bertekad Cetak Santri Pengusaha Fakta Baru Megaproyek Tandingan Jembatan ‘Basit’: Digagas Era Soeharto, Studi Kelayakan Diatensi

Dugaan Penggelapan Hak Siar BRI Liga 1, Klub Mulai Bersuara

Sejumlah klub mulai bersuara, setelah dugaan penggelapan dana hak siar BRI Liga 1 mengapung.
- Apahabar.com     Kamis, 9 Desember 2021 - 19:48 WITA

Dugaan Penggelapan Hak Siar BRI Liga 1, Klub Mulai Bersuara

PT Liga Indonesia Baru (LIB) sedang mendapat sorotan, seiring dugaan penggelapan hak siar. Foto: FIN

apahabar.com, JAKARTA – Sejumlah klub mulai bersuara, setelah dugaan penggelapan dana hak siar BRI Liga 1 mengapung.

Dugaan itu berawal dari paparan Hotman Paris Hutapea, kuasa hukum PT MNC Vision Network yang memegang hak siar ekslusif Liga 1.

Diketahui kesepakatan PT MNC dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) adalah senilai Rp20 miliar. Namun belakangan angka itu menggelembung menjadi Rp39 miliar.

PT MNC mengklaim telah membayar lunas kesepakatan itu. Namun PT LIB mengaku hanya menerima Rp14 miliar, sesuai pengakuan Harry Ponto selaku kuasa hukum operator Liga 1 dan Liga 2 itu.

Pengakuan Harry Ponto bertentangan dengan surat PT MNC ke PT LIB yang berisi pemberitahuan telah membayarkan hak siar senilai Rp39 miliar tertanggal 7 6 September 2021.

Di sisi lain, Direktur Utama PT LIB pun telah melayangkan surat pernyataan telah menerima pembayaran tersebut sehari berselang.

“Sehingga pertanyaan kami adalah kemana itu uang? Berarti ada selisih sebesar Rp25 miliar. Semua harus menyelidiki selisih uang itu,” cetus Hotman Paris seperti dilansir Okezone, Kamis (9/12).

“Untuk menyikapi situasi ini, kami sedang menyiapkan langkah hukum, baik perdata maupun pidana. Namun kalau sudah begitu, dunia sepakbola nasional akan heboh,” imbuhnya.

Di sisi lain, PT LIB belum mengeluarkan pernyataan apapun terkait dugaan tersebut. Situasi inilah yang membuat sejumlah klub BRI Liga 1 mendesak agar dugaan itu diperjelas.

“PT LIB hanya sebagai operator kompetisi, tapi 18 klub Liga 1 adalah pemegang saham. Tentu kami berharap pengelolaan liga harus profesional dan jujur,” papar Chandra Wahyudi, manajer Persebaya.

“Makanya ketika muncul kabar terkait sengketa hak siar, kami pasti sangat menyayangkan. Apalagi komunikasi dengan LIB maupun PSSI terkait hal ini, bisa dinyatakan tidak ada,” imbuhnya.

Terlebih ketika kasus tersebut ditanyakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar 29 November 2021, LIB memilih menutup diri.

“Harus diusut sampai tuntas. Kalau bisa si pelaku dipenjarakan,” timpal Mediaswara, Sekretaris Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber).

“Uang itu sangat bermanfaat untuk kepentingan sepakbola nasional. Salah satunya membantu klub yang sulit mencari dana di tengah pandemi,” imbuhnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Ditahan Imbang PSBS, Frans Sesali Kegagalan Penalti Bogel
apahabar.com

Sport

Liverpool Pastikan Tiket 16 Besar Liga Champions, 3 Talenta Muda The Reds Bertabur Pujian
apahabar.com

Sport

Usung Wajah Anyar, Barito Malah Dibantai Madura United
Rossi Tertarik Gabung Petronas Yamaha di MotoGP

Sport

Rossi Tertarik Gabung Petronas Yamaha di MotoGP
Piala Menpora 2021

Sport

Piala Menpora 2021: Drama 6 Gol, Barito Putera Imbangi PSIS Semarang
Eks Striker Barito

Sport

Dilepas Kekasih, Eks Striker Barito Putera Resmi ke Belanda
Atletico Madrid

Sport

Klasemen Liga Spanyol: Real Madrid Kembali Digusur Atletico dari Puncak
apahabar.com

Sport

Demi ini, PSSI Siap Lanjutkan Liga 1 dan 2 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com