Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

Epidemiolog Ungkap Pentingnya Mewaspadai Masuknya Omicron Tanpa Terdeteksi

Ahli Epidemiologi dari Universitas Andalas, Defriman Djafri, mengungkapkan pentingnya mewaspadai masuknya varian baru
- Apahabar.com     Selasa, 7 Desember 2021 - 20:27 WITA

Epidemiolog Ungkap Pentingnya Mewaspadai Masuknya Omicron Tanpa Terdeteksi

Ilustrasi varian Omicron. Foto: Profimedia Images

apahabar.com, JAKARTA – Ahli Epidemiologi dari Universitas Andalas, Defriman Djafri, mengungkapkan pentingnya mewaspadai masuknya varian baru Omricon tanpa terdeteksi.

Hal itu dikatakan Defriman apabila pemerintah tidak melakukan pembatasan.

Defriman menuturkan bila pembatasan tak jadi dilakukan secara merata, hal pertama yang harus diwaspadai oleh pemerintah adalah masuknya varian baru Omicron ke Indonesia tanpa terdeteksi atau terlaporkan.

“Yang perlu kita lihat secara komprehensif, kalau kita melihat dari kondisi yang terlaporkan atau dilaporkan oleh pemerintah, memang kasus ini sangat melandai dan terkendali. Tapi ada beberapa poin yang perlu jadi pertimbangan,” kata Defriman seperti dilansir Antara di Jakarta, Selasa (7/12).

Di Indonesia, hal tersebut perlu menjadi pertimbangan karena kondisi yang berbeda dengan negara lain, yakni animo orang yang dites masih dapat dikatakan minim karena orang malas untuk melakukan tes Covid-19.

Kedua, testing dan tracing yang digencarkan oleh pemerintah masih dapat dikatakan rendah pula. Akibatnya terdapat dua kemungkinan, yakni kasus Omicron belum ditemukan karena orang tidak mau dites atau virus melemah sehingga gejala tak terdeteksi meskipun banyak orang sudah terinfeksi.

“Akhirnya kasus-kasus yang terdeteksi saat sekarang ini, bisa saja terdeteksi menjadi syarat dalam perjalanan. Bukan dari pencarian atau misalnya aktif case sampling. Itu perlu jadi catatan,” ujar Defriman.

Dalam hal itu, dia menyarankan pemerintah supaya terus memperhatikan satu indikator yaitu Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit, bila tidak mempercayai data-data yang dilaporkan dari hasil di lapangan.

Perlu pula mewaspadai sistem surveillance di perbatasan khususnya dari luar ke dalam untuk memitigasi masuknya Omicron baik melalui jalur darat, laut atau udara dalam mendeteksi lebih cepat. Juga memeriksa tidak hanya asal negara tetapi juga riwayat perjalanan seseorang yang ingin masuk ke Nusantara.

Kemudian untuk membuat kebijakan pembatasan, pemerintah juga turut memperhatikan kapasitas vaksinasi Covid-19 yang dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan dalam masyarakat. Guna membuat masyarakat menjadi lebih nyaman dan percaya diri untuk menjalankan aktivitas meski varian baru dimungkinkan masuk ke Indonesia.

“Yang agak terlupakan adalah bagaimana kondisi protokol kesehatan kita. Bagaimanapun, ini menjadi andalan utama selain vaksin, selain pembatasan-pembatasan yang dilakukan,” kata dia.

Karena dia menyoroti, meski kasus di suatu daerah pada data dikatakan memiliki nol kasus, namun aktivitas yang dilakukan secara berkelompok seperti bersepedah ramai-ramai mulai sering ditemui. Sehingga benar-benar perlu dipastikan apakah orang-orang itu sudah dites atau Covid-19 memang belum ditemukan kembali di wilayah itu.

“Seharusnya kalau kasus aktif nol, semuanya nol berapa lama dia bertahan selamanya itu kan jadi pertimbangan. Jadi memang bukan kita curiga atau tidak, tapi kewaspadaan menjadi penting,” tegas Defriman.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Gunung Sinabung

Nasional

Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 2.000 Meter
apahabar.com

Nasional

Di Merapi, Presiden Jokowi Lepas Dua Elang Jawa
apahabar.com

Nasional

Kasasi Prabowo-Sandiaga Kembali Ditolak MA
apahabar.com

Nasional

Ma’ruf Amin Serukan Rekonsiliasi Nasional Pasca-Pemilu 2019
apahabar.com

Nasional

Kunjungan Jokowi ke Kalsel, TNI-POLRI Turunkan 2.000-an Personel
apahabar.com

Nasional

Jokowi Ingatkan Pancasila Harus Hadir Nyata Dalam Kehidupan
Covid-19

Nasional

Jokowi Sebut 2020 Sebagai Tahun Terberat Akibat Pandemi Covid-19

Nasional

24 Pegawai KPK Tak Lolos TWK akan Dibina
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com