Mantan Istri Ngadu ke BK, Anggota Dewan Telantarkan Istri di Balikpapan Surat Aduan Diskriminasi Upah dari Serikat Pekerja Tabalong Tak Direspons Kemenaker, DPP FSP KEP Turun Tangan [WAWANCARA] “Demi Allah Kakek Sarijan Tidak Melawan Polisi” Penggerebekan Maut Kakek Sarijan Bukan Semata Pengembangan Kasus Tren Kenaikan Omicron, Presiden Jokowi: Tetap Waspada dan Jangan Panik

Erick Thohir: Jokowi Tolak Perjanjian yang Dipaksakan Asing untuk Indonesia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan peristiwa di G20 Glasgow lalu. Dia menyebut
- Apahabar.com     Sabtu, 11 Desember 2021 - 21:49 WITA

Erick Thohir: Jokowi Tolak Perjanjian yang Dipaksakan Asing untuk Indonesia

Presiden Joko Widodo. Foto-Net.

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan peristiwa di G20 Glasgow lalu. Dia menyebut Indonesia pada saat itu dipaksa menandatangani perjanjian supply chain oleh negara lain, namun Presiden Joko Widodo menolaknya.

“Kemarin semua negara karena tahu Indonesia ini kaya sumber daya alam, di G20 kita dipaksa menandatangani supply chain agreement. Terima kasih kepada bapak Presiden beliau menolak, dan kami menteri-menteri pun mendukung untuk menolak,” kata dia saat menyampaikan Orasi Ilmiah bertajuk ‘Peranan BUMN dalam Hilirisasi Hasil-hasil Inovasi Teknologi’ di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dilansir Detikcom, Sabtu (11/12).

Erick menjelaskan, saat ini sudah bukan masanya lagi Indonesia melepaskan kekayaan sumber daya alamnya kepada asing. Menurutnya, SDA yang melimpah ini harus digunakan untuk pertumbuhan Indonesia.

“Ini bukan era-nya lagi kita melepas sumber daya alam kita di pakai untuk pertumbuhan ekonomi bangsa lain. Sudah waktunya sumber daya alam kita harus dipakai untuk pertumbuhan bangsa kita,” ujarnya.

Sama halnya dengan market. Dia mengatakan, pasar yang dimiliki Indonesia harus menambah pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

“Market pun harus dipastikan untuk pertumbuhan ekonomi bangsa kita, bukan bangsa lain. Apalagi kita tetap menghadapi yang namanya tekanan kesehatan yang ini datang mungkin 10 tahun sekali. Yang akhirnya ketidakpastian ekonomi terjadi, ketika covid naik ekonominya turun,” tuturnya.

Erick menyadari, BUMN merupakan sepertiga dari ekonomi di Indonesia. Oleh sebab itu, pihaknya berupaya melakukan intervensi dan penyeimbang dari berbagai sektor.

“Jadi di sini saya bilang sudah waktunya kita menjadi sentra dan pertumbuhan ekonomi dunia yang berdasarkan road map atau blue print yang Indonesia punya, bukan negara lain punya,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Eks Mensos Juliari Hadapi Sidang Vonis Bansos Besok
Heboh, Dua ABK China di Kotabaru Terindikasi Corona

Nasional

Heboh, Dua ABK China di Kotabaru Terindikasi Corona
Covid-19 dan Flu

Nasional

Jangan Panik Meski Mirip, Simak Kiat Dokter Bedakan Covid-19 dan Flu Biasa
apahabar.com

Nasional

Ridwan Kamil Ungkap Banyaknya Sistem Pertahanan Air di Jabar Jebol

Nasional

Duh, Puluhan Remaja Positif Narkoba Saat Razia Klub Malam
gempa bumi

Nasional

Gempa Sulbar M 6,2: Tiga Tewas, Kantor Gubernur Sulbar Rusak Berat
Mobil Listrik Asal Jerman

Nasional

Kalah Cepat, Perusahaan Mobil Listrik Asal Jerman Keburu Diakuisisi BUMN Singapura
Ditjenpas

Nasional

Atasi Kelebihan Kapasitas di Lapas, Ditjenpas Optimalkan Pemberian Remisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com