[FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka Ini Daftar Korban Kecelakaan Beruntun di Balikpapan

Fakta Baru Pembunuhan di Hikun Tabalong, Korban Ngotot Bergumul dengan Pisau Tertancap 

Polisi menduga Dedi telah merencanakan aksi pembunuhan terhadap Anai.  
- Apahabar.com     Rabu, 15 Desember 2021 - 15:23 WITA

Fakta Baru Pembunuhan di Hikun Tabalong, Korban Ngotot Bergumul dengan Pisau Tertancap 

Korban sempat bergumul dengan pelaku untuk memperebutkan senjata tajam yang telah menancap di perutnya. apahabar.com/Al-Amin

apahabar.com, TANJUNG – Detik-detik pembunuhan brutal di sebuah rumah kontrakan, RT 03, Hikun, Tanjung, Kabupaten Tabalong direka ulang polisi.

Terungkap, jika korban NI alias Anai (22) sempat bergumul dengan tersangka DY alias Dedi (32) untuk memperebutkan sebilah pisau yang tertancap di perutnya.

Dalam reka ulang di Mapolres Tabalong, tersangka Dedi memeragakan 26 adegan. Sebelum insiden nahas itu, Dedy dan Unai berada di kamar yang sering ditempati korban.

Sembari memegang handphone masing-masing, keduanya menenggak obat jenis neomethor. Setelah itu tersangka pergi ke kamarnya.

Lantaran handphonenya tertinggal, ia balik lagi ke kamar. Tak lama berselang, tiba-tiba tersangka mendapat pesan WhatsApp dari korban, “kita kamar masing-masing”.

Chat tersebut rupanya membuat tersangka naik pitam. Ia mengambil senjata tajam di bawah meja kamar lalu pergi ke kamar korban.

Tampak, saat adegan 10, tersangka DY menusukkan sajam yang dipegang dengan tangan kanannya ke perut korban.

Meski terluka dan sajam masih menancap di perutnya, korban Anai masih mencoba melakukan perlawanan.

Ia mencoba merebut sekaligus mencabut sajam yang menancap di perutnya. Sajam terlepas. Keduanya lalu bergumul berebut sajam hingga terjatuh ke lantai.

Kondisi demikian tergambar dalam reka adegan 12.

Aksi berebut sajam terjadi hingga keduanya berdiri dan bergeser ke ruang tengah rumah. Di sana tersangka akhirnya berhasil menguasai sajam tersebut sepenuhnya.

Tanpa jeda, tersangka lalu menusukkan hingga menyayatkan sajam tersebut berkali-kali ke tubuh korban.

Korban masih sempat berlari ke arah ruang tamu depan. Saat itu tersangka mengejar dan kembali menusukkan sajamnya sebanyak satu kali mengenai punggung.

Di ruang tamu ini, sekali lagi, korban berupaya melawan. Hingga tersangka kembali menghujamkan sajamnya ke perut dan berkali-kali ke arah tubuh korban sembari tangan kirinya memegang baju korban.

Aksi brutal tersangka itu kemudian dilihat saksi HA yang mengintip dari balik pintu kamar kontrakannya. Namun karena ketakukan, HA kembali ke kamarnya dan mengunci pintu.

Dalam kondisi banyak luka, korban berupaya berdiri untuk kembali ke ruang tengah. Melihat itu, tersangka yang masih memegang senjata tajam menunggu di samping korban. Semua itu tergambar jelas dalam reka adegan nomor 21.

Keributan itu memancing rasa penasaran penghuni kamar lainnya. Salah satunya HI yang keluar melihat tersangka berdiri di depan korban yang sudah roboh di lantai tak bergerak.

Terlihat tersangka meletakkan sajam di samping tubuh Anai sembari mengangkat jasad ke dalam kamar yang ditempati korban.

Dari sana Dedi kemudian menggedor-gedor kamar DI.

DI yang berupaya menelepon ketua RT kemudian didekap oleh Dedi dari belakang.

DI berhasil berontak kemudian kabur keluar rumah bersama-sama saksi lainnya GA dan HI.

Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin mengatakan sebanyak 26 adegan direka ulang hari ini.

“Alhamdulillah berjalan lancar,” jelas Riza didampingi Kasat Reskrim AKP Trisna Agus Brata.

Selain menghadirkan tersangka, rekonstruksi kasus juga menghadirkan ketiga saksi. Yaitu, pemilik rumah, dan dua lainnya yang melihat langsung pembunuhan Anai.

Lantas, adakah unsur berencana dalam pembunuhan Anai?

Trisna tak menutup kemungkinan tersebut. Pasalnya, terlihat ada jeda waktu ketika tersangka Dedi menerima WhatsApp hingga muncul niat menghilangkan nyawa Anai.

“Tersangka bisa dikenakan pasal pembunuhan berencana ketika ia mempersiapkan sajamnya,” ujar Trisna.

Sementara ini polisi masih mengenakan Pasal 338 terhadap Dedi. Bukan tak mungkin ancaman hukumannya meningkat hingga 15 tahun penjara jika polisi mengenakan pasal pembunuhan berencana.

Kini, pihak kepolisian tengah merampungkan berkas penyidikan pasca-rekonstruksi agar sesegera mungkin tersangka Dedi bisa dilimpahkan penyidik ke kejaksaan.

Dalam reka adegan, turut hadir kuasa hukum tersangka Irana Yudiartika dan kawan-kawan serta jaksa penuntut umum dari Kejari Tabalong.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Siang Bolong, Pria Renta Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jambu
apahabar.com

Kalsel

Libur Lebaran, Jumlah Wisatawan ke Banjarmasin Naik Signifikan
batu bara

Kalsel

Banjir di Kalsel, Pengurangan Tutupan Lahan DAS Barito Juga Jadi Pemicu
Huntara

Kalsel

22 Unit Huntara untuk Korban Longsor di Panggung Baru Tala Dibangun
apahabar.com

Kalsel

DPMPTSP Ungkap IMB Proyek Gedung Parkir Duta Mall Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kiai Maruf di Sambut Sinoman Hadrah di Bandara Syamsuddin Noor
apahabar.com

Kalsel

Bakal Banyak Keseruan Event Pariwisata
Denny-Difri

Kalsel

Denny-Difri di Atas Angin, Laporan Kemenangan Sudah Dibaca Prabowo
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com