Bocah Lumpuh Tak Punya Biaya Berobat di Kotabaru Turut Curi Perhatian Kemensos Turun Tangan Catat, Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2022 Capai Rp451 Triliun DITAHAN! Sopir Penyeruduk Tembok Pasar Antasari yang Tewaskan Bumil Xi Jinping Serukan ‘Perang’ Pemonopoli Ekonomi Digital Joget TikTok Bareng Cewek, Pratama Arhan Disentil Warganet

Gempa di NTT Rusak 346 Rumah hingga 770 Warga Mengungsi

Selain tempat tinggal penduduk, gempa di NTT juga merusak tiga gedung sekolah, dua tempat ibadah, satu rumah kepala desa dan satu pelabuhan.
- Apahabar.com     Rabu, 15 Desember 2021 - 07:00 WITA

Gempa di NTT Rusak 346 Rumah hingga 770 Warga Mengungsi

Petugas PLN saat memperbaiki kerusakan pasokan listrik di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT, akibat gempa magnitudo 7,4 di Laut Flores, pada Selasa (14/12). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa 346 rumah rusak dan 770 warga mengungsi akibat gempa bermagnitudo 7,4 yang terjadi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12).

Data ini dihimpun berdasarkan catatan per pukul 22.15 WIB. Dari keterangan resmi BNPB dilansir Antara, Rabu (15/12) dini hari, dari 346 rumah yang rusak, 134 berstatus rusak berat dan 212 rusak ringan.

Selain tempat tinggal penduduk, gempa juga merusak tiga gedung sekolah, dua tempat ibadah, satu rumah jabatan kepala desa dan satu pelabuhan.

Menurut BNPB, daerah yang paling banyak melaporkan kerusakan bangunan adalah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Sebanyak 770 orang pengungsi dilaporkan oleh BPBD Kabupaten Sikka, NTT. Rinciannya, 320 orang mengungsi di Kantor DPRD Kabupaten Sikka, 150 orang di Gedung SIC dan 330 lainnya berdiam di aula rumah jabatan Bupati Sikka.

Sementara terkait korban jiwa, BNPB menyebut bahwa belum ada catatan tentang kematian akibat gempa tersebut. Namun, ada tujuh orang terluka yaitu enam warga Kabupaten Selayar dan seorang warga Kabupaten Manggarai, NTT.

Gempa bermagnitudo 7,4 di Flores Timur, yang sempat membuat BMKG mengeluarkan peringatan tsunami, berdampak ke sembilan kabupaten di NTT, tiga kabupaten/kota Sulawesi Selatan dan enam kabupaten Sulawesi Tenggara.

Sembilan kabupaten di NTT yaitu Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Lembata, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ende dan Kabupaten Ngada.

Lalu di Sulawesi Selatan ada Kepulauan Selayar, Kabupaten Bulukumba dan Kota Makassar. Terakhir, di Sulawesi Tenggara, ada Kabupaten Muna, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Baubau, Kabupaten Buton Selatan dan Kabupaten Wakatobi.

120 Gempa Susulan

Sampai Selasa (14/12) malam, BMKG mencatat 120 kali gempa susulan (aftershock) dan beberapa kali bermagnitudo lebih dari lima yaitu M 5.6 pada pukul 10.41 WIB, M 5.5 pada pukul 10.47 WIB, M 5.0 pada pukul 12.46, M 5.4 pada pukul 15.31 WIB dan M 5.2 pada pukul 15.57 WIB.

Menyikapi rangkaian gempa bumi susulan itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah terdampak agar tidak panik tetapi tetap waspada. “Masyarakat agar melihat kondisi rumah masing-masing. Jika terdapat kerusakan struktur seperti dinding retak terbuka, plafon atap bergeser dan tiang rumah rusak, sebaiknya jangan tinggal di rumah untuk sementara waktu,” ujar Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Warga diminta dapat mengungsi ke rumah kerabat, saudara atau tempat evakuasi sementara yang didirikan instansi dan pemerintah setempat.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 2.897, Kini Sudah 406.945
apahabar.com

Nasional

Mobil Bupati Demak Tabrak Tronton, Ajudannya Meninggal
apahabar.com

Nasional

Begini Kondisi Habib Rizieq yang Sempat Masuk IGD

Nasional

Jika Kasus Harian Tembus 70 Ribu, Pemerintah Punya Strategi Tangani Covid-19
Harkitnas

Nasional

Hari Kebangkitan Nasional, Simak Pesan Presiden Jokowi
Gunung Sinabung

Nasional

Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 2.500 Meter
apahabar.com

Nasional

Ma’ruf Amin: Pemerintah Tingkatkan Akses Lapangan Kerja Bagi Difabel
apahabar.com

Nasional

Sudah Puluhan Orangutan Dilepasliarkan ke Kawasan Konservasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com