Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

Hari Ini, Mengenang 41 Tahun Detik-Detik Kematian John Lennon

Senin, 8 Desember 1980 malam atau tepat 41 tahun silam, setelah menjalani sesi rekaman lagu Walking On Thin Ice, John Lennon dan istrinya Yoko
- Apahabar.com     Rabu, 8 Desember 2021 - 11:29 WITA

Hari Ini, Mengenang 41 Tahun Detik-Detik Kematian John Lennon

Musisi John Lennon. Foto-Instagram/@johnlennonofficial

apahabar.com, BANJARMASIN – Senin, 8 Desember 1980 malam atau tepat 41 tahun silam, setelah menjalani sesi rekaman lagu Walking On Thin Ice, John Lennon dan istrinya Yoko Ono kembali ke apartemen eksklusif mereka di Dakota, New York.

Nahas, begitu melangkah keluar dari limusin, Lennon ditembak mati.

Pentolan The Beatles itu ditembak beberapa kali di bagian dada dari jarak dekat oleh orang tak dikenal. Yoko berteriak histeris meminta pertolongan. Belakangan pelaku diketahui bernama Mark David Chapman.

Dengan tubuh yang berlumuran darah, Lennon segera dibawa menggunakan mobil polisi menuju ke Rumah Sakit Roosevelt untuk mendapatkan pertolongan.

Malang, nyawanya tak dapat diselamatkan. Ia menghembuskan napas terakhir sesaat setelah tiba di ruang gawat darurat.

Dokter menyebutkan, Lennon mengalami pendarahan luar biasa di bagian dada. Paru-paru bagian kirinya terluka cukup parah.

Lennon kehilangan banyak darah akibat penembakan tersebut.

“Kami sudah mencoba menyelamatkannya. Kami membuka dadanya dan memompa jantungnya, tetapi ia sudah sekarat saat polisi membawanya ke rumah sakit,” ucap Dr Stephen Lynn, dokter yang menangani Lennon dilansir CNN.

Jenazah pria kelahiran Liverpool, 9 Oktober 1940 itu lalu dibawa ke Rumah Sakit Belleuve untuk diotopsi.

Peristiwa tragis itu berlangsung begitu cepat. Dalam sekejap, musisi legendaris itu meninggalkan ribuan penggemarnya di seluruh dunia.

Lennon tiba di rumah sakit beberapa menit jelang pukul 11 malam dan dinyatakan meninggal pada jam 23.07 waktu setempat.

Pembunuh John Lennon

Seorang pria diamankan dari TKP beberapa menit setelah peristiwa itu.

Pria tersebut diidentifikasi sebagai Mark David Chapman (25).

Menurut kepolisian setempat, Chapman digambarkan sebagai orang gila yang sering berkeliaran di sekitar lokasi itu.

Chapman, yang berasal dari Hawaii, diketahui terlihat di sekitar Dakota selama beberapa jam sebelum penembakan terjadi.

Ia juga dilaporkan sempat memburu tanda tangan Lennon beberapa kali dalam empat hari sebelum penembakan.

Seorang saksi mata bernama Sean Strub mengaku melihat dengan mata kepalanya sendiri, Chapman tengah mondar-mandir di sekitar TKP dan meninggalkan pistol di lokasi.

Polisi mengatakan mereka lantas menemukan sepucuk pistol revolver kaliber 38 di lokasi kejadian.

Menurut penuturan Strub, Chapman berbadan gemuk dan mengenakan jaket berwarna cokelat.

“Ia hampir mempunyai seringai di wajahnya,” kata Strub.

Cerita serupa juga terlontar dari mulut Nina McFadden. Ia tinggal cukup dekat dari lokasi kejadian naas itu. Sesaat setelah mendengar suara tembakan, Nina melihat sosok pria yang tak lain adalah Chapman, berjalan mondar-mandir dan melemparkan jaketnya ke tanah.

“Saya melihat mereka (John Lennon dan Yoko Ono) melangkah keluar dari limusin. Mereka berjalan ke arah gerbang (apartemen) lalu saya mendengar sekitar empat tembakan, suaranya sangat memekakkan telinga,” katanya.

“Saat itulah saya melihat seorang pria dengan pistol dan menjatuhkan pistol ke tanah,” ujar Nina menambahkan.

Lennon meninggal dalam kesunyian, tak seramai pemberitaan tentang dirinya semasa hidup. James Moran, polisi yang mengemudikan mobil yang membawanya ke rumah sakit mengatakan, tak ada kata-kata terakhir apapun yang terucap dari mulut seorang Lennon.

Lennon juga meninggal tepat tiga minggu setelah merilis album solonya bersama Yoko Ono, Double Fantasy (1980).

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Warga hidup normal di tengah pandemi. Foto-Istimewa

Internasional

Prediksi Bos Pfizer Kapan Pandemi Covid Berakhir Jadi Endemik
apahabar.com

Internasional

Kerugian Ledakan di Beirut Capai Rp223 Triliun
Varian Omicron

Internasional

Cegah Varian Omicron, Jepang Akan Larang Masuk Warga Asing 10 Negara Afrika
Olimpiade Tokyo 2020

Internasional

Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda, Kerugian Jepang Diprediksi Mencapai Puluhan Triliun
Hamas

Internasional

Setelah 11 Hari Pertempuran, Gencatan Senjata Hamas-Palestina Dimulai

Internasional

JK Kenang Saat Minta ke PBB Cabut Gelar Teroris Taliban
Internasional

Internasional

Mulai 10 Agustus, Arab Saudi Buka Kembali Umrah untuk Jemaah Internasional
Myanmar

Internasional

Pemerintah Militer Myanmar Blokir Facebook dan WhatsApp
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com