Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan

Hindari Kejahatan Siber, Berikut Jenis Email yang Harus Segera Dihapus

Pelaku kejahatan siber sudah sejak lama mengincar kotak pesan surat elektronik, terutama untuk email bisnis, guna mencuri data
- Apahabar.com     Minggu, 5 Desember 2021 - 12:07 WITA

Hindari Kejahatan Siber, Berikut Jenis Email yang Harus Segera Dihapus

Ilustrasi pesan spam. Foto: Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Pelaku kejahatan siber sudah sejak lama mengincar kotak pesan surat elektronik, terutama untuk email bisnis, guna mencuri data.

Menurut Kaspersky, salah satu serangan yang sering ditemui, adalah Business Email Compromise melalui metode phishing. Peretas akan bisa mengakses email pengguna melalui serangan tersebut.

Tentu hal tersebut sangat berbahaya jika email mengandung data yang sensitif, misalnya laporan keuangan perusahaan.

“Dalam beberapa kasus, studi yang cermat atas laporan keuangan juga dapat memberikan peluang untuk manipulasi bursa saham,” kata pakar keamanan di Kaspersky, Roman Dedenok, seperti dilansir Antara, Minggu (5/12).

Penjahat siber bisa mendapat informasi tentang bisnis perusahaan sampai menyerang mitra perusahaan berbekal data laporan keuangan tersebut.

Agar tidak terjadi, Kaspersky menyarankan email-email berikut segera dihapus dari kotak surat.

1. Data otentikasi
Beberapa perusahaan masih mengirimkan kata sandi melalui email ketika karyawan mereka menyetel ulang kata sandi untuk masuk ke laman kerja mereka. Terkadang karyawan juga mengirim informasi login dan kata sandi.

Pesan seperti ini menjadi incaran peretas, mereka mendapatkan tambahan untuk melakukan rekayasa sosial dan meluncurkan serangan lainnya.

2. Notifikasi layanan online
Pengguna internet akan mendapatkan email dari layanan digital yang mereka ikuti, apakah pembaruan kebijakan sampai pemberitahuan untuk menyetel ulang kata sandi.

Sekilas pesan seperti ini tidak menarik, namun, bagi peretas email seperti itu menunjukkan layanan apa saja yang digunakan korban. Dalam banyak kasus, peretas akan meminta perubahan kata sandi pada layanan sehingga korban akan kehilangan akses ke akunnya.

3. Dokumen pribadi
Pengguna email perusahaan sering menggunakan kotak pesan email layaknya penyimpanan cloud, yaitu untuk menyimpan berkas pribadi seperti paspor, kartu identitas, pembayaran pajak atau dokumen lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan atau perjalanan bisnis.

Kaspersky menyarankan segera hapus pesan tersebut dan hanya menyimpan dokumen penting di penyimpanan terenkripsi.

4. Dokumen bisnis
Email menjadi tempat pertukaran dokumen perusahaan dengan kolega dan sangat menarik bagi peretas.

Seperti yang dicontohkan sebelumnya, laporan keuangan bisa menjadi jalan masuk penjahat siber untuk melancarkan serangan lainnya terhadap perusahaan.

5. Data pribadi orang lain
Secara tidak sadar, email juga menyimpan data pribadi orang lain seperti CV dan pendaftaran.

Hapus pesan-pesan seperti itu tidak hanya dari kotak masuk, tapi, juga dari folder pesan yang terkirim dan pesan yang dihapus.

Demi keamanan, gunakan lapisan keamanan tambahan seperti menyalakan autentikasi dua langkah pada email.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Gaya

Psikolog: Peka Terhadap Tanda, Bantu Cegah Bunuh Diri

Gaya

Tampil di Miss Grand International, Aurra Kharisma Tenggelam Dalam Sate Ayam
apahabar.com

Gaya

Jalan-Jalan ke E & Kopi, Tempat Ngopi dan Diskusi Masyarakat Satui
apahabar.com

Gaya

Dion Wiyoko Berbagi Tips Memotret Model Saat Matahari Terbenam
apahabar.com

Gaya

WhatsApp Gulirkan Pembaruan Via Google Play Beta Program, Silakan Coba
apahabar.com

Gaya

Google Duo Segera Didukung Panggilan Grup hingga 32 Orang
apahabar.com

Gaya

Intip Empat Langkah Bikin Kopi Tubruk Ala Kafe
apahabar.com

Gaya

Ini Daftar Orang Terkaya di Dunia 2019, Pendiri Facebook di Urutan ke 8
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com