Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Inggris Temukan Ratusan Kasus Baru Omicron

Pemerintah Inggris menemukan sebanyak 633 kasus baru Omicron. Praktis, sudah 1.898 kasus terdeteksi di sana,Kantor Berita Antara melaporkan
- Apahabar.com     Minggu, 12 Desember 2021 - 17:27 WITA

Inggris Temukan Ratusan Kasus Baru Omicron

Para calon penumpang antre di ruang tunggu Maskapai Penerbangan Virgin Atlantic dan Delta Air yang akan menuju ke Amerika Serikat di Terminal 3, Bandara Internasional Heathrow, London, Inggris, Senin (8/11). Amerika Serikat mengizinkan masuk warga negara asing dari 26 negara yang sudah divaksinasi Covid-19 secara penuh via jalur udara maupun darat mulai 8 November 2021. Foto: Reuters via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah Inggris menemukan sebanyak 633 kasus baru Omicron. Praktis, sudah 1.898 kasus terdeteksi di sana,

Kantor Berita Antara melaporkan angka itu merupakan lonjakan harian tertinggi sejak Omicron terdeteksi di Inggris.

Data terbaru muncul saat para pakar memperingatkan bahwa Omicron dapat menyebabkan antara 25.000-75.000 kematian di Inggris pada akhir April jika tidak ada tindakan ekstra yang diterapkan.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) memperkirakan bahwa jika Omicron terus mengganas, varian tersebut akan menjadi varian dominan, yang menyumbang lebih dari 50 persen dari total kasus Covid-19 di Inggris pada pertengahan Desember.

Pihaknya juga memprediksi tren saat ini masih tetap sama. Kasus Omicron di Inggris akan melampaui angka 1 juta kasus pada akhir Desember ini.

Inggris melaporkan tambahan 54.073 kasus Covid-19, sehingga totalnya menjadi 10.771.444 kasus, menurut data resmi yang dirilis pada Sabtu (11/12).

Otoritas Inggris juga mencatat 132 kematian baru, sehingga secara keseluruhan berjumlah 146.387 kematian. Sementara itu, sebanyak 7.413 pasien Covid-19 masih dirawat di rumah sakit.

Berdasar laporan terbaru, lebih dari 89 persen warga berusia 12 tahun ke atas di Inggris telah mendapatkan dosis pertama vaksin dan lebih dari 81 persen telah mendapatkan dosis kedua.

Sebanyak lebih dari 39 persen populasi juga sudah menerima vaksin booster Covid-19.

Untuk kembali hidup normal sejumlah negara seperti Inggris, China, Jerman, Rusia dan Amerika Serikat berpacu dengan waktu untuk meluncurkan vaksin Covid-19.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Riset: 9 dari 10 Pasien Sembuh Covid-19 Alami Efek Samping
apahabar.com

Internasional

Hari Valentine, Pengamat: Rentan Jomlo

Internasional

Polisi Israel Tembak Mati Wanita Palestina yang Bawa Pisau
Wabah Misterius

Internasional

Bukan Covid-19, Wabah Misterius Melanda India
apahabar.com

Internasional

Bom Bunuh Diri Guncang Pusat Pendidikan di Kabul Afghanistan, 24 Orang Tewas
Babi Bikin Pusing China

Internasional

Babi Bikin Pusing China, Harga Sempat Meroket Lalu Ngedrop

Internasional

Kabar Baik! Obat Covid-19 Paxlovid dari Pfizer Diklaim Pangkas Risiko hingga 89 Persen

Internasional

Jepang Diterjang Tsunami, Warga Diimbau Cari Tempat Tinggi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com