Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan

Jelang Nataru, Harga Cabai di Balikpapan Tembus Rp140 Ribu per Kilogram

Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota Balikpapan, Kaltim, menggelar sidak pasar dan retail terkait harga bahan pokok.
- Apahabar.com     Rabu, 22 Desember 2021 - 13:15 WITA

Jelang Nataru, Harga Cabai di Balikpapan Tembus Rp140 Ribu per Kilogram

Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud saat melakukan sidak ke Pasar Klandasan pada Rabu (22/12). Foto-apahabar.com/Riyadi

apahabar.com, BALIKPAPAN – Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota Balikpapan, Kaltim, menggelar sidak pasar dan retail terkait harga bahan pokok.

Sebab biasanya pada masa-masa jelang Nataru harga sejumlah bahan pokok melonjak tinggi.

Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Balikpapan, Rahmad Masud didampingi unsur Forkopimda dan dinas terkait di beberapa tempat, salah satunya di Pasar Klandasan. Sidak ini bertujuan untuk memantau sekaligus pengendalian harga bahan pokok di pasar.

“Kami bersama dengan Forkopimda dan dinas terkait meninjau kondisi dan situasi pasar salah satunya Pasar Klandasan. Memang setiap tahunnya ada kenaikan-kenaikan, tapi tidak semua produk,” kata Rahmad.

Rahmad mengatakan harga cabai ditemui melonjak. Namun pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan agar harga cabai dan sejumlah bahan pokok terkendali.

“Yang kita temui di dalam yang sedikit melonjak harga adalah masalah cabai. Memang cabai ini sedikit bikin melonjak, bikin pedes. Tapi mudahan kita berharap masyarakat tetap tenang bahwa Pemkot Balikpapan beserta jajaran terus memantau situasi keamanan salah satunya bahan pokok,” ujarnya.

Ruliyati, salah seorang pedagang cabai di Pasar Klandasan mengatakan harga cabai melonjak drastis. Yakni Rp140 ribu per kilogramnya. Kenaikan ini berlangsung sejak empat hari lalu. Hingga kini harga cabai masih terus menunjukkan kenaikan dikarenakan stok cabai asal Sulawesi berkurang.

“Lombok sekarang Rp110 ribu per kilo, dijualnya Rp130 kadang Rp140 ribu. Ini sudah empat harian ini naiknya. Nah itu dikarenakan banjir di Sulawesi jadinya mahal. Ini lombok kampung sini aja,” ungkapnya.

Meski harga melonjak drastis, namun permintaan tetap tinggi. Hal ini dikarenakan kebutuhan sehari-hari terutama para pedagang yang menggunakan cabai sebagai sambal ataupun bumbu tambahan.

“Pembeli ya mengeluh, apalagi penjual bakso dan gorengan terasa betul,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Penajam Anggarkan 1,5M Pemeliharan Penerangan Jalan Sepaku

Kaltim

Viral Orang Utan Masuk Pemukiman, BKSDA Kaltim Sempat Kewalahan Lakukan Evakuasi
apahabar.com

Kaltim

Jokowi Pimpin Rakornas Karhutla, Isran: Kaltim Tak Masuk Daerah Rawan
Pencabulan Anak

Kaltim

Pengacara Lega, Kasus Pencabulan Anak di Balikpapan Berlanjut Pasca-ancaman Ultimatum
Kasus Pencabulan

Kaltim

Sidang Praperadilan Kasus Pencabulan di Balikpapan Tinggal Menunggu Putusan

Kaltim

Jambret HP Bocah, 2 Residivis di Balikpapan Ini Lebaran dari Balik Jeruji

Kaltim

Vaksinasi Massal di Balikpapan, Pelajar Kebagian Seribu Dosis dari BIN
apahabar.com

Kaltim

Selepas Magrib, Rumah Tak Berpenghuni di Balikpapan Ludes Terbakar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com