Resmi Somasi Asprov PSSI Kalsel, Persebaru Banjarbaru Siap Adu Bukti Jadwal Siaran Langsung Timnas Putri Indonesia di Piala Asia 2022, Dapat Ditonton Gratis Mengejutkan, Pelatih Risto Vidakovic Tinggalkan Borneo FC Pesantrenpreneur: Mardani H Maming Bertekad Cetak Santri Pengusaha Fakta Baru Megaproyek Tandingan Jembatan ‘Basit’: Digagas Era Soeharto, Studi Kelayakan Diatensi

Jelang Pergantian Tahun, Harga Minyak Menguat

Menjelang pergantian tahun, harga minyak menguat pada perdagangan Kamis (30/12) sore waktu Amerika Serikat atau Jumat (31/12) pagi Waktu Indonesia Barat (WIB).
- Apahabar.com     Jumat, 31 Desember 2021 - 09:25 WITA

Jelang Pergantian Tahun, Harga Minyak Menguat

Ilustrasi. Fot-Net.

apahabar.com, JAKARTA – Menjelang pergantian tahun, harga minyak menguat pada perdagangan Kamis (30/12) sore waktu Amerika Serikat atau Jumat (31/12) pagi Waktu Indonesia Barat (WIB).

Harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk pengiriman Februari menetap di US$79,32 per barel, naik 9 sen atau 0,11 persen.

Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari menguat 43 sen atau 0,56 persen ke level US$76,99 per barel.

Penguatan terjadi di tengah ekspektasi pasar permintaan bahan bakar yang akan tetap bertahan meskipun penyebaran virus corona varian omicron terus melonjak dan OPEC akan terus meningkatkan produksi hanya secara bertahap.

“Pasar minyak memiliki jumlah permintaan yang sangat kuat hingga Desember,” kata mitra di Again Capital Management di New York John Kilduff, seperti dilansir CNN Indonesia yang mengutip Antara.

Meski demikian, ia menyatakan minyak masih dibayangi pertanyaan soal apakah OPEC+ akan meningkatkan produksi tidak. Negara anggota OPEC+ rencananya bertemu pada 4 Januari untuk memutuskan apakah akan melanjutkan peningkatan produksi pada Februari atau tidak.

Menjelang pertemuan, Raja Arab Saudi Salman mengatakan bahwa perjanjian produksi OPEC+ diperlukan untuk menjaga stabilitas harga minyak. Karena itu, ia meminta produsen mematuhi pakta tersebut.

Selain itu, minyak juga dibayangi China, importir minyak mentah utama dunia yang menurunkan kuota impor 2022 ke sebagian besar penyulingan independen sebesar 11 persen.

Harga minyak global telah rebound antara 50 persen dan 60 persen pada 2021 ini karena terangkat permintaan bahan bakar yang kembali ke level pra-pandemi dan pengurangan produksi besar yang dilakukan oleh OPEC+ .

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Hipmi Dukung Perkuat Pasar Domestik Minyak Sawit
apahabar.com

Ekbis

Hari Pelanggan Nasional, Pizza Hut hingga KFC Sediakan Promo

Ekbis

Milenial yang Ingin Berbisnis, Simak Tips dari Menteri Erick Thohir
apahabar.com

Ekbis

RAFI 2020: Trafik Melonjak, Telkomsel Pamasuka Siagakan 52.100 BTS
apahabar.com

Ekbis

Indonesia Incar Pasar Australia untuk Ekspor Mobil Listrik
Harga Minyak Naik

Ekbis

Sempat Jatuh, Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi
Tanah Bumbu

Ekbis

Penumpang Kapal Feri Kotabaru-Batulicin Menyusut 60 Persen
apahabar.com

Ekbis

Dibutuhkan Pasar Dunia, Jokowi Minta Petani Kembali Produksi Rempah-rempah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com