Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan

JNE Disoal Warganet Terkait Isu Sara

- Apahabar.com     Rabu, 8 Desember 2021 - 09:11 WITA

JNE Disoal Warganet Terkait Isu Sara

Ilustrasi, JNE. Foto-Net.

apahabar.com, JAKARTA – Sebuah poster lowongan kerja sebagai kurir PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) ramai dipersoalkan warganet di Twitter. Pasalnya, lowongan kerja tersebut meminta syarat yang dinilai terdapat unsur sara, yakni wajib beragama Islam.

Sebuah akun warganet mempertanyakan maksud poster tersebut kepada akun Customer Services Twitter JNE. “Apa maksudnya @JNECare hanya memprioritaskan karyawan hanya untuk yang muslim saja, apakah non muslim tidak diakui di negeri ini?,” ujar @pencerah__, dilansir CNN Indonesia, Selasa (7/12).

Hingga berita diturunkan, unggahan tersebut sudah menerima 216 komentar, 266 retweet, dan 490 like. Akun tersebut bahkan menuliskan hashtag boikot JNE dan menandai beberapa kementerian.

Poster tersebut diketahui berasal dari Cabang JNE di Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Perusahaan yang menaunginya ialah CV Bangun Banua Lestari.

Akun warganet lainnya justru semakin menantang JNE untuk hanya menerima pelanggan muslim saja. “Berani gak? JNE sekalian nolak titipan paket dari non muslim? Bisa bangkrut kamu JNE,” kata akun @raihan_oo7.

Namun demikian, JNE memberikan klarifikasi terkait kegaduhan ini melalui akun resmi Instagram. JNE menilai kejadian ini merupakan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP), sebab perusahaan menerapkan nilai-nilai keberagaman dan perbedaan.

“JNE hadir di Indonesia selama 31 tahun, dan dibangun oleh manajemen dan karyawan/karyawati yang berasal dari beragam suku bangsa, ras, dan agama,” tulis JNE dalam unggahan instagram @jne_id, Selasa (7/12).

Perusahaan mengklaim bahwa pihaknya telah banyak mengadakan aktivitas bagi pegawai dengan latar agama berbeda seperti perjalanan umrah, pengiriman gratis Al-Qur’an dan Alkitab, santunan bagi panti asuhan Muslim, Kristiani, Hindu, dan Buddha, hingga konten ibadah Jumat dan Minggu.

Manajemen JNE akan memberikan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja sama dengan pihak mitra dan pemutusan hubungan kerja kepada oknum karyawan yang terlibat dalam kasus ini.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalteng

DPRD Palangka Raya Gelar Rapat Virtual, Empat Raperda Segera Dibahas
apahabar,com

Kalteng

Jaga Lahan Gambut, Pemprov Kalteng Segera Terbitkan Pergub
apahabar.com

Kalteng

Siswa Tak Mampu di Kapuas Terima Perlengkapan Sekolah
apahabar.com

Kalteng

5 Hari Berturut, 5 Kabupaten di Kalteng Nihil Kasus Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Disnakertrans: Perusahaan di Kalteng Wajib Bayar THR Karyawan Paling Lambat H-7 Lebaran
apahabar.com

Kalteng

Dewan Palangkaraya: Segera Buka Posko Pengaduan THR!
apahabar.com

Kalteng

Menunggak Pembayaran ke RSUD, DPRD Barut Akan Panggil BPJS
Tenaga Kontrak

Kalteng

Uji Kompetensi Ribuan Tenaga Kontrak di Kapuas, Registrasi Berakhir Besok
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com