Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Jokowi di KPK: Semua Harus Sadar, Pemberantasan Korupsi Belum Baik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2021 di Gedung Merah Putih KPK. Jokowi meminta agar KPK tidak
- Apahabar.com     Kamis, 9 Desember 2021 - 12:42 WITA

Jokowi di KPK: Semua Harus Sadar, Pemberantasan Korupsi Belum Baik

Presiden Jokowi. Foto-Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2021 di Gedung Merah Putih KPK. Jokowi meminta agar KPK tidak puas diri dengan banyaknya kasus yang telah ditangani.

“Aparat penegak hukum termasuk KPK jangan cepat berpuas diri,” ujar Jokowi dalam sambutan di gedung KPK, Kamis (9/12/2021). Jokowi menyampaikan pidatonya usai Ketua KPK Firli Bahuri memberikan sambutan.

Sebab, kata Jokowi, penilaian masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi belum baik. Jokowi meminta seluruh pihak sadar mengenai penilaian ini.

“Karena penilaian masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi masih dinilai belum baik. Semua harus sadar mengenai ini,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan masyarakat menempatkan masalah pemberantasan korupsi di peringkat kedua sebagai hal mendesak untuk diselesaikan. Yaitu dengan persentase 15,2.

“Dalam sebuah survei nasional di Desember 2021 yang lalu masyarakat menempatkan masalah pemberantasan korupsi sebagai masalah kedua yang mendesak untuk diselesaikan,” kata Jokowi.

“Urutan pertama adalah penciptaan lapangan pekerjaan ini yang dinginkan masyarakat mencapai 37,3%. Urutan kedua pemberantasan korupsi mencapai 15,2 %. Dan urutan ketiga harga kebutuhan pokok,” sambungnya, kutip Detik.com.

Dia menyebut korupsi merupakan extraordinary crime yang memiliki dampak luar biasa. Jadi dibutuhkan penanganan ekstra.

“Kita menyadari korupsi merupakan extraordinary crime yang mempunyai dampak luar biasa oleh karena itu harus ditangani secara extraordinary juga,” tuturnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kementerian ESDM

Nasional

Kementerian ESDM Ungkap 8 Strategi Pengelolaan Tambang Minerba

Nasional

Kilang Pertamina Terbakar di Cilacap Berisi Pertalite
apahabar.com

Nasional

Raja Malaysia Terima Pengunduran Diri PM Mahathir
apahabar.com

Nasional

Dandim Kendari yang Baru Sudah Ingatkan Istri Soal Aktivitas di Medsos

Nasional

Doakan Awak KRI Nanggala 402, MUI Ajak Muslim Gelar Salat Gaib
Megawati

Nasional

Laut NKRI Diobok-obok, Megawati Ungkap Penyebabnya

Ekbis

Eksportir Timteng dan Asia Beli Ikan Patin Indonesia Rp145 M
kapolri

Nasional

Simak, Janji Kapolri Baru yang Dilantik Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com