Juni, PPDB Online SMPN di Banjarbaru Dibuka Pelunasan Bipih Ditutup, Puluhan Jemaah Cadangan Lengkapi Kuota Haji Kalsel 2022 Innalillahi, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Tutup Usia PT BKB Tanbu Laporkan Ormas KPK Tipikor Kalsel ke Polisi [ANALISIS] Judi ‘Gurak’, Ritual Adat atau Kepentingan Pribadi?

Kisruh Dugaan Pungli HKN Banjarmasin, Dewan Dukung Penyelidikan Jaksa

apahabar.com, BANJARMASIN - DPRD Banjarmasin mendukung penuh pengusutan kasus dugaan pungutan liar dalam iuran Hari Kesehatan..
- Apahabar.com     Rabu, 1 Desember 2021 - 15:51 WITA

Kisruh Dugaan Pungli HKN Banjarmasin, Dewan Dukung Penyelidikan Jaksa

Bakeuda memastikan pelaksanaan HKN sudah teranggarkan di APBD Banjarmasin. apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Kejaksaan tengah menggeber penyelidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 di Banjarmasin.

Teranyar, jaksa memanggil seksi penggalangan dana dan konsumsi panitia pelaksana HKN, Bandiyah Marifah, Senin (29/11).

“Penyelidikan still going on,” kata Kajari Banjarmasin, Tjakra Suyana melalui Kasi Intelijen, Budi Mukhlish.

Kendati begitu, Budi Mukhlish belum mau membeberkan semua hasil penyelidikan tersebut.

“Tidak bisa semua kita sampaikan,” katanya.

Total, Kejari Banjarmasin telah melakukan pemeriksaan kepada sekitar 10 orang terkait iuran HKN Banjarmasin.

Fakta Baru, HKN Banjarmasin Sudah Teranggarkan di Bakeuda

Budi bilang jika dalam pekan ini pihaknya juga telah melakukan pemanggilan terhadap beberapa orang lagi.

Menariknya, secara tersirat jaksa mengonfirmasikan adanya dugaan tindak pidana lain selain pungli. Yakni tindak pidana pencucian uang atau TPPU.

“Semoga bisa memenuhi panggilan agar kita bisa membuktikan adanya peristiwa pidana korupsi atau pencucian uang,” katanya.

Disinggung soal adakah upaya percepatan dalam menuntaskan kasus ini, Budi menjawab jika pihaknya memprioritaskan.

“Ini prioritas. Jadi perhatian publik juga. Maka kita usahakan secepat mungkin. Sejauh ini statusnya masih penyelidikan,” katanya.

Diketahui iuran wajib HKN tertuang dalam sebuah surat yang dibubuhi stempel resmi Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Di sana dirincikan nominal minimal iuran yang mesti dibayarkan. Untuk rumah sakit swasta minimal Rp2 juta. RS Sultan Suriansyah milik pemerintah minimal Rp25 juta. Klinik dan laboratorium, minimal Rp1 juta.

Kemudian, profesi kesehatan minimal Rp1 juta, UPTD Laboratorium dan Instalasi Farmasi minimal Rp1 juta, bidang di Dinas Kesehatan minimal Rp1 juta, apotek minimal Rp500 ribu, toko obat minimal Rp300 ribu dan bagi para ASN Puskesmas/Dinkes per orang minimal Rp100 ribu.

Uang iuran itu kemudian dikumpulkan melalui rekening bank. Atau melalui Sekretariat Panitia HKN ke-57 2021. Belakangan, panitia mengonfirmasi tak kurang dari Rp200 juta terkumpul dari iuran itu.

Belakangan, jaksa menemukan fakta jika dana puluhan juta rupiah telah teranggarkan di APBD Banjarmasin untuk pelaksanaan HKN.

Ssttt..Jaksa Dalami Dugaan TPPU HKN Banjarmasin

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

DPRD Banjarmasin

Utak-atik RTRW Banjarmasin, Kantor Pemkot Diusulkan Pindah
Banjarmasin

DPRD Banjarmasin

Duh, Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Belum Dibayar
Banjarmasin

DPRD Banjarmasin

Jembatan Kuin-HKSN Lamban, Komisi III Soroti Pemkot Banjarmasin
Banjarmasin

DPRD Banjarmasin

5 RS Ngutang Darah Miliaran Rupiah ke PMI, DPRD Banjarmasin Turung Tangan

DPRD Banjarmasin

Inspiratif! Legislator Muda Banjarbaru Bikin Gerakan ‘Bantu Tetangga’
Banjarmasin

DPRD Banjarmasin

Normalisasi Sungai Banjarmasin Tak Bisa Simsalabim, Dewan: Pemkot Jangan Tidur!
Banjarmasin

DPRD Banjarmasin

Hmmm… Anggota DPRD Banjarmasin Lebih Rajin Kunker Ketimbang Rapat
Banjarmasin

DPRD Banjarmasin

Miliki Kewenangan Lebih, Dewan Ingatkan Pj Wali Kota Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com