Mantan Istri Ngadu ke BK, Anggota Dewan Telantarkan Istri di Balikpapan Surat Aduan Diskriminasi Upah dari Serikat Pekerja Tabalong Tak Direspons Kemenaker, DPP FSP KEP Turun Tangan [WAWANCARA] “Demi Allah Kakek Sarijan Tidak Melawan Polisi” Penggerebekan Maut Kakek Sarijan Bukan Semata Pengembangan Kasus Tren Kenaikan Omicron, Presiden Jokowi: Tetap Waspada dan Jangan Panik

Kronologi Semeru Erupsi: Awan Panas Jelas Teramati, Beraroma Belerang

- Apahabar.com     Sabtu, 4 Desember 2021 - 19:06 WITA

Kronologi Semeru Erupsi: Awan Panas Jelas Teramati, Beraroma Belerang

Gunung Semeru, Lumajang, erupsi dengan memuntahkan awan panas, hari ini. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Gunung Semeru meletus, Sabtu (4/12). Sebelumnya, terjadi banjir lahar dan guguran awan panas pada pukul 14.47 WIB.

“Kronologi kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter,” tutur Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/12).

Pada pukul 15.10 WIB, lanjutnya, PPGA Pos Gunung Sawur melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang.

“Selain itu, laporan visual dari beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik,” lanjutnya.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

“Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan terjadinya guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (4/12) pukul 15.20 WIB,” Abdul menambahkan.

Menurutnya, aktivitas Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru itu berdampak pada masyarakat di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, kata dia, telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan para penambang untuk tidak beraktivitas di sepajang Daerah Aliran Sungai (DAS) Mujur dan Curah Kobokan.

Tim BPBD Kabupaten Lumajang pun saat ini tengah mengupayakan untuk mendirikan titik pengungsian sektoral di Lapangan Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

“Hingga siaran pers ini diturunkan belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dan visual Gunung Semeru masih tertutup kabut disertai hujan dengan intensitas sedang. Sementara itu kerugian materil dan dampak lainnya dari erupsi Gunung Semeru masih dalam pendataan,” tandas Abdul.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hampir 300 Kasus, Covid-19 di Bandung Bergerak Landai
apahabar.com

Nasional

Pelari Menempuh 1.567 Km untuk Kampanyekan Anti-Narkoba
Pilwali Batam

Nasional

Suami Istri Menang di Pilwali Batam dan Pilgub Riau 2020
UMK 2022

Nasional

Siap-Siap, November Kemenaker Umumkan UMK 2020
apahabar.com

Nasional

Bye, Mulai 1 Januari 2021 BBM Premium Bakal Hilang dari Indonesia
apahabar.com

Nasional

Hari Listrik Nasional 27 Oktober, Pemadaman Masih Sering Terjadi
VIRAL: Diduga Bobol ATM, WN Malaysia Ditangkap di Banjarmasin

Nasional

Diduga Bobol ATM, WN Malaysia Ditangkap di Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

632 Bencana Landa Indonesia Dua Bulan Terakhir, Didominasi Banjir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com