Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

Masih Sering Banjir, DLH: Kalsel Semakin Hijau

Kualitas lingkungan hidup tahun 2021 Kalsel, kata dia, meningkat jika dibanding tahun 2020, dari 68,43 persen menjadi 70,90 persen.
- Apahabar.com     Senin, 27 Desember 2021 - 21:31 WITA

Masih Sering Banjir, DLH: Kalsel Semakin Hijau

DLH menyebut tutupan lahan di Kalsel meningkat yang secara otomatis berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan hidup sekalipun banjir di Kalsel kerap menerjang. Foto: Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana menyebut Bumi Lambung Mangkurat mengalami peningkatan penghijauan sekalipun banjir kerap menerjang.

Hanifah menyebut tutupan lahan di Kalsel meningkat yang secara otomatis berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Kualitas lingkungan hidup tahun 2021 Kalsel, kata dia, meningkat jika dibanding tahun 2020, dari 68,43 persen menjadi 70,90 persen.

“Indeks tutupan lahan dinilai dari KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) melalui citra satelit dan melalui penilaian langsung ke lapangan,” ujar Hanifah usai pemaparan di Rapat Pansus RPJMD 2021-2026 dengan Komisi III, Senin (27/12).

“Jadi kita untuk nilai-nilai ini gak ada yang main-main semuanya berdasar data dan fakta yang ada di lapangan,” sambung Hanifah.

Instrumen lingkungan hidup yang diukur, antara lain kualitas air yang rutin tiga kali dalam satu tahun terakhir di sejumlah titik. Termasuk juga pengecekan

Hal itu kata Hanifah dicapai berkat upaya bersama menjaga lingkungan hidup. “Capaian ini tentu tidak bisa hanya dikerjakan sendiri,” ujarnya.

Upaya DLH, antara lain melakukan pengendalian pencemaran dan perusakan di Sungai Martapura. Termasuk indeks kualitas udara, dan indeks kualitas tutupan lahan.

Pernyataan Hanifah sekaligus menanggapi hasil rapat paripurna DPRD Kalsel, November lalu.

Fraksi PKS sempat membuka data Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kalsel yang terdiri atas 13 kabupaten/kota terburuk dengan angka 57.51 atau menempati urutan 26 dari 34 provinsi di Indonesia.

“Rendahnya IKLH Kalsel merupakan fakta yang tidak bisa diabaikan sehingga perlu berbagai upaya untuk memperbaiki,” kata Juru Bicara Fraksi PKS, Gusti Rosyadi Elmi.

Oleh karenanya, PKS menyarankan agar Pemprov maupun pemerintah daerah setempat segera melakukan upaya reboisasi atau penghutanan kembali dan rehabilitasi tutupan hutan dan lahan yang rusak.

Hal itupun terbukti dari deretan bencana ekologis yang dialami Kalsel sepanjang 2020 lalu.

Dari awal tahun, banjir bandang menerjang sejumlah wilayah seperti Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarmasin.

Musibah itu pula menjadi salah satu yang terparah sepanjang sejarah Kalsel.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Rofiqi Sebut PAD Kabupaten Banjar Tidak Masuk Akal
apahabar.com

Kalsel

Warga Desa Bebayau Bertaruh Nyawa Meniti Jembatan Darurat
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Terima Tambahan 97.110 Dosis Vaksin Pfizer
Kesbangpol

Kalsel

Kesbangpol dan KPU Jamin Hak 8.620 Pemilih Difabel di Kalsel Terpenuhi

Kalsel

Dilantik Esok, Nih Profil Lengkap Irjen Pol Rikwanto Kapolda Kalsel Baru
apahabar.com

Kalsel

Bantuan PSBB, Banyak Warganet Tak Percaya RT di Banjarmasin
Minyak Goreng Murah

Kabupaten Banjar

Minyak Goreng Murah Langsung Ludes di Minimarket Martapura, di Pasar Tradisional Masih Mahal
apahabar.com

Kalsel

Debat Publik Cagub-Cawagub Kalsel, KPU Siapkan 7 Materi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com