Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

Menengok Progres Jalan “Bubur” Liang Anggang-Bati Bati di H-3 Masa Denda

Sejumlah petugas terlihat sangat sibuk melakukan pekerjaan rehabilitasi jalan Liang Anggang-Bati Bati, Rabu (29/12) sore.
- Apahabar.com     Rabu, 29 Desember 2021 - 16:39 WITA

Menengok Progres Jalan “Bubur” Liang Anggang-Bati Bati di H-3 Masa Denda

Kondisi Jalan Liang Anggang-Bati Bati, Rabu (29/12), separuh badan jalan sudah mulai diaspal. Foto-apahabar/Riki.

apahabar.com, BANJARBARU – Sejumlah petugas terlihat sangat sibuk melakukan pekerjaan rehabilitasi jalan Liang Anggang-Bati Bati, Rabu (29/12) sore.

Proyek jalan nasional ini mesti dikebut, mengingat masa kontraknya akan berakhir dalam tiga hari lagi (H-3). Tepatnya pada 31 Desember nanti.

Perbaikan jalan senilai Rp 74 miliar ini sendiri dibagi dua seksi atau paket dengan kontraktor yang juga berbeda.

Paket pertama, perbaikan dari Jalan Simpang Liang Anggang-Batas Kota Pelaihari sepanjang 3,52 Km. Proyeknya dikerjakan PT Anugerah Karya Agra Sentosa senilai Rp 41,7 miliar.

Progresnya baru sekitar 68 persen. Pantauan apahabar.com di lapangan progres pekerjaan sudah lebih membaik. Separuh badan jalan sudah mulai diaspal, sementara sebagiannya lagi masih tampak berlumpur bak jalan bubur.

Sedangkan paket kedua dipegang oleh PT Nugro Lestari dengan nilai Rp 32,9 miliar. Rehabilitasi jalan mulai Simpang Liang Anggang-Batas Kota Pelaihari dan Batas Pelaihari sampai pertigaan Bati-Bati hingga Jalan Benua Raya dengan panjang mencapai 2,7 Km.

Kondisi Jalan Liang Anggang-Bati Bati, Rabu (29/12), separuh badan jalan sudah mulai diaspal. Foto-apahabar/Riki.

“Seksi 2 progresnya sekitar 78 persen,” kata PPK 1.1 PJN Wilayah I Provinsi Kalsel, Mirnasari Daulay, dikonfirmasi apahabar.com, Rabu (29/12).

Mirna kembali menegaskan, bila proyek tidak rampung sesuai kontrak, pihak ketiga masih diberi kesempatan bekerja di masa denda maksimal 90 hari kalender.

Nilai denda dihitung berdasar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Pasal 120 Perpres itu mengatur, penyedia barang/jasa yang terlambat menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam kontrak, dapat dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu per seribu/permil) dari harga kontrak atau bagian kontrak untuk setiap hari keterlambatan dan tidak melampaui besarnya jaminan pelaksanaan.

Besar kemungkinan kedua paket akan sama-sama bekerja di masa denda. Seksi 1 sekira Rp 40 juta sehari, sedangkan seksi 2 kurang lebih Rp 30 juta per harinya.

“Seksi dua sisa aspal aja. Cuma karena hujan perlu perbaikan juga untuk agregat A,” ujar Mirna.

“Terakhir kami evaluasi (kemungkinan) denda karena ini posisinya hujan terus di lapangan,” tambahnya.

Di samping itu, dirinya mengaku terus menjalin komunikasi secara intens dengan pihak kontrak.

“Yang pasti kalo dilihat pihak PPK atau pengawas ada yang tidak sesuai dengan yang direncanakan, segera kami konfirmasi ada kendala apa. Kecuali kalo karena hujan kita sulit,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Biker Banjarmasin

Banjarmasin

Salut! Biker Misterius di Banjarmasin Bagi-bagi Uang kepada Rakyat Kecil
BPK RI

Kalsel

BPK RI Perwakilan Kalsel Audit Dana Covid-19 Pemkab Tala, Tunggu Hasilnya
PPKM

Kalsel

Operasi Yustisi PPKM Berlevel di Kalsel, Kapolda Rikwanto: Harus Humanis
Bung Karno

Internasional

Bang Rifqi Ajak Masyarakat Lanjutkan Perjuangan Bung Karno Bela Palestina
apahabar.com

Kalsel

Ajak ke Haul Guru Sekumpul, Wali Kota Banjarmasin juga Minta CCTV Terminal Pal 6 Dipasang
apahabar.com

Kalsel

Pilgub Kalsel, Denny Indrayana Optimis ‘Tumbangkan’ Paman Birin

Kalsel

Kabar Baik! Belasan Pasien Covid-19 Tanbu Dinyatakan Sembuh
angkot

Kalsel

Taksi Colt Kalsel Dilarang Beroperasi, Safrizal: Hanya Dua Pekan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com